Sering Tidak Disadari! Ini 7 Cara Menggendong Bayi yang Salah

Sering Tidak Disadari! Ini 7 Cara Menggendong Bayi yang Salah

Menggendong bayi memang perlu dilakukan dengan benar untuk menghindari terjadinya cedera sehingga perkembangannya kurang optimal. Namun, seringkali Moms mungkin tidak menyadari sering melakukan cara menggendong bayi yang salah.

Dalam merawat bayi kita harus memerhatikan berbagai hal sedetail mungkin, termasuk cara menggendong bayi yang benar.

7 Cara Menggendong Bayi yang Salah

Cara Menggendong Bayi yang Salah

Foto: canva.com

Menggendong adalah cara mudah bonding atau meningkatkan emosional antara orang tua dan anaknya. Untuk itu, posisi menggendong bayi juga perlu diperhatikan, tidak bisa sembarangan.

Lalu, apa saja cara menggendong yang salah dan sering tidak sadar dilakukan banyak orang tua? Simak ulasannya berikut, Moms

1. Angkat Bayi di Ketiak

Banyak orang tua yang mengangkat anak dengan meletakkan tangan di bawah ketiaknya. Padahal hal ini tidaklah benar. Bayi yang baru lahir belum memiliki kekuatan dalam menopang kepalanya sendiri, sehingga kepala dan leher anak perlu dijaga ketika menggendongnya.

Hal ini untuk mencegah kepala bayi jatuh ke posisi dan arah yang salah sehingga leher bayi bisa sakit. Bayi baru dapat mulai menahan kepalanya di usia 4-6 bulan.

Cara menggendong bayi yang salah ini bisa dihindari dengan meletakkan satu tangan pada punggung hingga bokong Si Kecil. Sementara, tangan lainnya berada di leher dan kepalanya. Setelahnya, angkat bayi perlahan, lalu gendong.

2. Oksigen Terhalang Saat Menggendong

Cara menggendong bayi yang salah selanjutnya yang sering tidak disadari adalah menutup wajah Si Kecil. Alih-alih menjaga bayi dari debu atau panas, hal ini justru membuat Si Kecil tidak bisa bernapas.

Untuk itu, Moms perlu memperbaiki posisi Si Kecil saat dagunya menempel pada dadanya. Mengutip dari Raising Children, biarkan saja ia bersandar pada dada Moms.

Jangan juga mengarahkan kepala bayi langsung ke badan Moms. Posisi ini bisa menyebabkan kepala bayi langsung berada di depan dada Moms sehingga Si Kecil jadi sulit bernapas.

3. Punggung Bayi Tidak Disangga

Kesalahan yang satu ini sering tidak Moms sadari saat sedang menjemur Si Kecil. Cara menggendong bayi yang salah biasanya dilakukan dengan hanya menyangga kepala dan bokong bayi.

Selain riskan karena bisa membuat bayi terjatuh, posisi ini membuat tulang belakang bayi yang masih rentan terpaksa untuk menopang berat badannya.

Ada baiknya Moms menyangga Si Kecil dengan seluruh lengan, mulai dari telapak tangan hingga bagian siku atau lebih. Penggunaan lengan ini bisa menyangga kepala sampai punggung Si Kecil. Lalu, Moms bisa menggunakan telapak tangan yang satunya untuk menopang bokong Si Kecil.

4. Gendong Secara Menyamping

Saat menggendong bayi dengan posisi yang menyamping, jangan hanya menyandarkan pada satu lengan. Moms mungkin merasa kuat melakukan ini, namun posisi lengan yang tidak menyangga kepala dan leher bisa berisiko bagi Si Kecil.

Ada baiknya, gendong Si Kecil pada posisi menyamping dengan meletakkan bagian leher hingga kepala anak sejajar dengan bisep atau otot lengan Moms.

Posisi ini akan menjaga kepala dan leher Si Kecil. Moms juga perlu memastikan apakah posisis tersebut saat mengganti tangan ketika menggendong bayi baru lahir.

5. Melakukan Aktivitas Lain Sambil Menggendong

Seringkali Moms sambil beraktivitas saat menggendong Si Kecil. Namun, ada baiknya Moms tidak melakukan cara menggendong bayi yang salah ini. Meski sudah menggunakan alat bantu. keamanan Si Kecil perlu tetap diperhatikan.

Si Kecil mungkin saja bergerak ke segala arah sehingga kemungkinan teratuh dari gendongan. Untuk itu, Moms tetap perlu mengawasi hal ini. Jangan sampai, Moms sambil melakukan aktivitas dengan alat berbahaya, seperti memasak.

Baca Juga: 3 Cara Menggendong Bayi dengan Gendongan Instan

6. Menggendong Secara Terus Menerus

Menggendong Secara Terus Menerus

Foto: canva.com

Menggendong tanpa beristirahat adalah kesalahan selanjutnya yang sering tidak disadari, Moms. Terlihat simpel, namun perlu Moms ingat kalau Si Kecil juga cukup berat untuk digendong terus-menerus.

Untuk itu, sebaiknya turunkan Si Kecil dari gendongan saat merasa lelah dan biarkan tubuh Moms beristirahat sejenak. Bukan hanya mengistirahatkan persendian, Si Kecil juga tidak terkekang.

Justru saat Si Kecil digendong terus menerus, ia justru semakin mudah merasa kesal saat diturunkan dari gendongan alias bau tangan.

7. Salah Memilih Gendongan

Moms mungkin biasanya menggunakan gendongan untuk membantu menopang Si Kecil. Keuntungan dari gendongan bayi memang bisa membuat tangan jadi leluasa dan lebih praktis saat dipakai jalan-jalan.

Namun, banyak yang belum memerhatikan bahwa memilih gendongan bayi newborn tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena bisa membahayakan perutmbuhan Si Kecil. Bahkan, hal ini bisa mengakibatkan dislokasi pinggul.

Gendongan yang ebnar harus bisa menyangga paha dan mengangkat posisi lutut bayi agar lebih tinggi membentuk M-shape. Jika tidak, maka kaki bayi akan menggantung dan memaksa tulang belakangnya untuk terus tegak.

Padahal, bayi baru lahir memiliki tulang belakang yang belum bisa menopang tubuhnya hingga usia 1 tahun. Lalu, selain nyaman ukuran gendongan juga harus pas.

Itulah tadi beberapa cara menggendong bayi yang salah dan berbahaya bagi Si Kecil. Yuk, latihan dan jangan terulang ya, Moms. Jangan lupa juga untuk menyiapkan berbagai kebutuhan Si Kecil lewat Supermom. Banyak promo menarik, lho!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X