Anak Kecanduan Nonton Video Porno, Ini Dampak dan Cara Menghindarinya!

Nonton Video Porno

Teknologi ponsel pintar memungkinkan anak jadi bisa mengakses segala macam hal melalui ponselnya, termasuk konten-konten berbahaya seperti pornografi. Karena kemudahannya ini, anak akhirnya jadi kecanduan nonton video porno. Jika dibiarkan, hal ini sangat berdampak buruk bagi pertumbuhan dan perkembangannya Moms.

Yuk, simak apa saja ciri, dampak, dan bagaimana mengatasi anak yang kecanduan nonton video porno.

Table of Contents

Ciri Anak yang Kecanduan Pornografi

Mengutip dari Skinner, tingkat kecanduan pornografi terbagi menjadi beberapa level, yakni:

  • Level 1 : Melihat pornografi sekali atau dua kali setahun dengan paparan yang sangat terbatas.
  • Level 2: Beberapa kali nonton setiap tahunnya tapi tidak lebih dari 6 kali, fantasinya sangat minimal.
  • Level 3: Mulai muncuk kecanduan, bisa nonton sebulan sekali dan mencoba untuk menahan diri.
  • Level 4: Memengaruhi fokusnya dalam mengerjakan tugas sehari-hari, bisa nonton video porno beberapa kali dalam sebulan.
  • Level 5: Setiap minggu nonton video porno, berusaha kerus untuk berhenti tapi mulai mengalami gejala withdrawal.
  • Level 6: Setiap hari memikirkan soal pornografi menyebabkan berbagai masalah dalam hidupnya.
  • Level 7: Perasaan keputusasan dan ketidakberdayaan ketika tidak nonton video porno.

Adapun beberapa ciri jika anak mengalami kecanduan pornografi yang perlu Moms ketahui, seperti:

  • Tidak punya gairah aktivitas dan prestasinya menurun.
  • Sering terlihat gugup apabila ada yang mengajaknya untuk komunikasi dan menghindari kontak mata.
  • Enggan belajar, malas, enggan bergaul, dan sulit untuk konsentrasi.
  • Enggan melepaskan diri dari gadget dan jika ditegur atau dibatasi penggunannya akan marah.
  • Senang menyendiri terutama di dalam kamar dan menutup diri.
  • Melupakan kebiasaan baiknya dalam kehidupan sehari-hari.

Dampak Buruk Sering Nonton Video Porno Bagi Anak

Dampak Buruk Sering Nonton Video Porno Bagi Anak

Berikut adalah beberapa dampak buruk jika anak sering nonton video porno.

1. Terjadinya Gangguan Pada Otak Anak

Dampak kecanduan nonton video porno bagi anak yang pertama adalah bisa menyebabkan gangguan perkembangan pada otaknya. Ketika melihat berbagai konten yang mengandung pornografi, maka otak kita akan dipenuhi oleh hormon dopamin. Ketika jumlah hormon ini terlalu tinggi di otak, seseorang bisa jadi sulit dalam membedakan mana hal baik dan buruk.

Mengutip dari RS Dr Sardjito, kerusakan otak yang diakibatkan oleh pornografi adalah Pre Frontal Korteks (PFC), bagi manusia bagian otak ini adalah yang paling penting karena bagian otak ini hanya dimiliki manusia supaya lebih beretika dibandingkan dengan binatang.

Bagian otak yang dirusak akibat pornografi ini berfungsi dalam memusatkan konsentrasi, menata emosi, mengendalikan diri, berfikir kritis, merencanakan masa depan, berprilaku sosial, hingga membentuk kepribadian seseorang.

Selain itu, kecanduan nonton video porno bagi anak juga bisa menyebabkannya memiliki kepercayaan diri yang rendah, daya kreativitas yang menurun, serta kesulitan dalam mengambil keputusan.

Bahkan, kalau terlalu sering menonton video porno bisa meningkatkan risiko penyusutan pada kecerdasan otak yang bisa memicu kerusakan permanen di otak. Mengutip dari Kementerian Pendidikan, kecanduan pornografi bisa membuat pengidapnya mudah lupa dan jadi sulit berkonsentrasi.

2. Gangguan Emosional Pada Anak

Konten pornografi bisa menyebabkan gangguan emosional pada anak. Anak-anak yang mengalami kecandunag nonton video porno akan memiliki keinginan untuk terus menyaksian atau menikmati berbagai hal berbau pornografi. Mulai dari gambar, video, percakapan, bahkan gerak tubuh.

Kalau keinginan ini tidak bisa terpenuhi dengan baik, emosi anak jadi tidak stabil. Misalnya saja gampang tersinggung, marah, bahkan perubahan suasana hati. Pecandu pornografi pun kerap kali jadi lebih sering cemas karena perbuatannya ketika banyak orang mengetahui kebiasaannya, termasuk orang tua.

3. Menurunkan Kemampuan Bersosialisasinya

Bagi anak yang gemar menonton video porno bisa berisiko mengalami penurunan dan kesulitan dalam bersosialisasi. Selain itu, anak pun akan menganggap normal setiap kekerasan di dalam hubungan, baik itu secara fisik ataupun seksuall.

Kecanduan nonton video porno bisa meningkatkan risiko kegiatan seksual sebelum menikah. Kurangnya edukasi seksual ini akan emmbuat kasus pernikahan dini, hamil di luar nikah, dan penyebaran penyakit menulak seksual jadi tinggi.

4. Mengubah Pandangannya Pada Hubungan Antar Manusia

Terkena paparan pornografi pada anak bisa memengaruhi cara mereka dalam memandang orang lain, termasuk dalam hal hubungan dan seksualitas. Anak yang sering nonton video porno bisa memiliki pandangan yang tidak realistis pada hubungan seksual, serta melihat orang lain sebagai objek seksualnya.

Anak bisa menjadi individu yang tidak lagi memiliki nilai dan martabatnya. Bahkan, bagi seseorang yang sering nonton video porno bisa membuat dirinya menarik diri secara emosional dari pasangannya.

Tips Mencegah Anak Kecanduan Nonton Video Porno

Tentunya untuk mencegah anak kecanduan nonton video porno, keluarga menjadi garda terdepannya. Ada banyak hal yang bisa Moms dan pasangan lakukan agar anak bisa tumbuh dan berkembang di lingkungan yang sehat dan tepat, yakni:

  • Menyediakan waktu khusus untuk mengedukasi soal seksual tanpa adanya gangguan dari orang lain.
  • Melakukan komunikasi dua arah dengan anak secara rutin.
  • Memberikan anak kasih sayang dan perhatian yang tepat.
  • Menerapkan pola asuh yang tepat untuk anak.
  • Memberikan pemahaman kepada anak soal internet yang sehat dan aman.
  • Menempatkan komputer di ruang milik keluarga.
  • Memasang aplikasi pengaman untuk gadget anak.
  • Menumbuhkan rasa asertif pada anak, salah satunya tentang perilaku seksual.
  • Pastikan lingkungan tempat anak tumbuh adalah lokasi yang tepat.
  • Memberikan anak kasih sayang dan perhatian yang tepat.

Terapi untuk Menghilangkan Kecanduan Terhadap Pornografi

Terapi untuk Anak yang kecanduan Nonton video porno

Adiksi atau kecanduan menonton video porno saat ini masih belum bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan dan hanya bisa dilakukan dengan terapi. Sebelum menjalani perawatan, biasanya terapis perlu menggali terlebih dahulu faktor yang jadi penyebab anak kecanduan pornografi. Berikut adalah beberapa terapi yang bisa mengatasi kecanduan nonton video porno.

1. Terapi CBT

Cognitive behavioral therapy (CBT) merupakan terapi yang paling sering digunakan dalam mengatasi masalah kecanduan pornografi. Mengutip dari NHS, terapi ini bertujuan untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan sehingga pasien dapat mengatasi ekcanduannya secara perlahan.

Selama sesi terapi, terapis akan membantu pasien dalam menggali masalahnya. Satu masalah akan dibagi ke dalam beberapa bagian yag mencangkup sensasi fisik yang timbul, perasaan, dan perilaku yang dilakukan. Terapis pun nantinya akan menganalisis semua aspek ini untuk mencari tahu bagian mana yang bermasalah.

2. Terapi Psikodinamis

Terapi kecanduan nonton video porno ini melibatkan pengalaman masa lalu, penyebab, dan pengalaman di masa lalu. Dengan melakukan terapi ini, pasien bisa bercerita sebebas-bebasnya soal masalah yang sedang dihadapi. Hal ini membantu pasien mengenali, mengekspresikan, serta menangani emosi negatifnya.

3. Terapi Rehabilitasi atau Rawat Inap

Terapi rehabilitasi untuk kecanduan pornografi ini bisa dilakukan melalui rawat inap atau rawat jalan. Selama rawat inap, pasien pun akan mendapat pemantauan dari terapis. Tujuannya supaya ia bisa mengatasi pemicu kecanduan pasien sehingga bisa mengalihkan emosinya ke arah yang lebih baik.

Setelah menyelesaikan rehabilitasi rawat inap, maka pasien pun bisa melanjutkan terapi rawat jalan. Program ini bisa membantu pasien supaya memiliki gaya hidup dan pengalihan emosi yang lebih sehat. Dengan begitu, pasien pun tidak lagi mengandalkan pornografi untuk mengatasi masalah hidupnya.

Itulah tadi beberapa dampak dan tips supaya anak tidak kecanduan nonton video porno. Pastikan juga ya Moms bahwa kondisi kesehatan danmental anak selalu optimal supaya tumbuh kembangnya juga bisa berjalan secara optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X