Bercak Darah Hamil, Berbahaya atau Normal?

Bercak darah hamil atau disebut dengan perdarahan implantasi biasanya menjadi tanda awal dari kehamilan. Namun, masih banyak wanita yang belum menyadarinya hingga akhirnya dirinya mengalami gejala hamil lain seperti morning sickness. Sebenarnya, tanda ini sangat umum dialami oleh wanita pada awal kehamilan.

Kapan Bercak Darah Hamil Akan Muncul?

Kapan bercak darah hamil muncul sebenarnya bisa berbeda untuk setiap wanita. Namun, mengutip dari Healthline umumnya bercak darah ini akan muncul 10 hingga 14 hari (minggu ke-4) setelah pembuahan. Beberapa wanita juga sudah mengalami bercak darah ini di hari ke-6 setelah pembuahan terjadi.

Bercak darah hamil ini terjadi saat sel telur berhasil dibuahi kemudian menempel ke dinding rahim. Namun, sebelum gejala ini muncul, akan ada perjalanan yang perlu dilalui oleh calon janin agar sampai dan menempel di dinding rahim.

Setelah sel telur berhasil dibuahi sperma dan membentuk calon janin, maka dibutuhkan waktu selama 3-4 hari untuk bergerak dari tuba falopi menuju ke rahim. Dalam perjalanan ini sel-sel dalam calon janin kemudian membelah diri jadi ratusan sel dan 1-2 hari setelahnya akan mulai menempel di dinding rahim.

Lalu, sat sel menempel di dinding rahim, maka akan menyebabkan pecahnya pembuluh darah sehingga keluar perdarahan ringan yang mirip dengan flek saat menstruasi.

Penyebab Terjadinya Flek Saat Hamil

Penyebab Bercak Darah Hamil

Pada dasarnya flek saat hamil merupakan hal yang normal terjadi dan tidak berbahaya. Umumnya, kondisi ini akan berlangsung selama 3-5 hari saja. Kalau flek berlangsung lebih lama, maka ini menandakan Moms sedang mengalami gangguan serius yang berisiko untuk kehamilan.

Lalu, apa saja penyebab dari flek saat hamil? Berikut adalah beberapa penyebab bercak darah hamil:

Dari beberapa penyebab terjadinya flek saat hamil tadi, ada dua penyebab yang memiliki risiko tertinggi untuk ibu hamil yakni kehamilan ektopik dan keguguran pada kandungan. 

Kehamilan ektopik sendiri merupakan kondisi pembuahan abnormal dimana sel telur yang sudah dibuahi menempel pada luar rahim. Kondisi ini perlu mendapat penanganan khusus dari medis sebab risikonya berbahaya bagi Moms dan janin.

Sementara, untuk keguguran ditandai dengan perdarahan yang diikuti oleh beberapa gejala lainnya seperti nyeri pada punggung bawah, kram perut, keluar darah merah serta gumpalan.

Tanda-Tanda Bercak Darah Hamil

Tanda-Tanda Bercak Darah Hamil

Untuk membantu Moms membedakannya, berikut adalah gejala bercak darah tanda hamil.

1. Warna Darah Merah Muda

Adanya proses implantasi jadi penyebab perubahan pada dinding rahim. Moms perlu memerhatikan warna darah yang keluar di masa-masa awal karena warna darah dari implantasi adalah merah terang atau pink cerah.

2. Konsistensi

Bercak darah hamil biasanya tidak konsisten atau kadang muncul kemudian hilang. Sementara, darah haid akan terus keluar hingga menstruasi berakhir. Konsistensi ini merupakan cara yang paling mudah untuk membedakan apakah ini bercak darah hamil atau darah menstruasi.

3. Tidak Muncul Darah Beku

Darah yang muncul dari implantasi tidak memunculkan darah beku. Berbeda dengan darah menstruasi yang tidak jarang membeku dan teksturnya agak padat. Ini terjadi karena darah implantasi berasal dari dinding rahim.

4. Jumlah Darah

Moms perlu mengetahui jumlah darah yang keluar. Sebab, darah implantasi biasanya tidak sebanyak darah dari menstruasi. Darah menstruasi ini biasanya akan memenuhi pembalut bahkan pada hari-hari awal. Sementara, bercak darah hamil tidak sampai memenuhi pembalut.

5. Durasi

Durasi bercak darah hamil keluar tidak lama seperti darah menstruasi. Darah implantasi ini hanya akan keluar selama beberapa jam saja hingga maksimal 3 hari. Sementara, darah menstruasi biasanya keluar selama 3-7 hari atau lebih serta jumlahnya juga lebih banyak.

Tanda Kehamilan Lainnya

Ada beberapa tanda kehamilan lainnya untuk membedakan tanda kehamilan dengan tanda akan menstruasi:

1. Payudara Membengkak

Memasuki awal kehamilan, Moms akan mengalami perubahan hormon yang bisa menyebabkan payudara jadi sakit dan sensitif. Ketidaknyamanan ini mungkin akan terjadi di beberapa minggu, hingga tubuh bisa menyesuaikan dengan perubahan hormon yang terjadi.

2. Sering Buar Air Kecil

Tanpa Moms sadari bahwa desakan dari rahim pada kandung kemih akan membuat Moms jadi lebih sering buang air kecil. Ini dikarenakan jumlah darah di dalam tubuh yang meningkat selama masa kehamilan. Peningkatan ini bisa menyebabkan ginjal memproses cairan ekstra yang berakhir jadi urin.

3. Mual 

Mual atau yang dikenal dengan sebutan morning sickness bisa terjadi pada bulan pertama kehamilan. Kondisi ini merupakan tanda-tanda kehamilan selain bercak darah hamil. Beberapa Moms mengalaminya lebih sering, beberapa justru tidak mengalami sama sekali. Perubahan hormon saat awal kehamilan bisa menyebabkan Moms jadi merasa mual.

4. Kelelahan

Banyak Moms yang merasakan sangat lelah saat memasuki minggu-minggu pertama masa kehamilan. Hal ini karena hormon progesteron melonjak dan membuat Moms merasa lelah dan kantuk yang berlebih.

5. Kram

Saat memasuki awal kehamilan, kram perut ringan biasanya bisa terjadi. Meski rasanya mirip ketika Moms menstruasi, ada yang membuatnya berbeda yakni posisi kram yang terjadi pada masa kehamilan di bawah atau punggung bawah. Sementara, kram saat menstruasi terjadi selama 24-48 jam sebelum menstruasi. Rasa sakitnya kemudian akan pelan-pelan berkurang ketika menstruasi dimulai.

Bercak Darah Hamil Berwarna Coklat, Berbahayakah?

Flek coklat ketika hamil muda tidak selalu berbahaya, namun kondisi ini juga tidak bisa Moms abaikan begitu saja. Sebagian besar wanita mengalami flek coklat di awal kehamilan, dan dalam banyak kasus kondisi ini merupakan hal yang normal dan tidak mengancam kesehatan Moms dan janin.

Namun, ada beberapa situasi di mana flek coklat bisa menjadi tanda masalah yang serius saat hamil. Berikut adalah beberapa kondisi flek coklat yang perlu diperiksa lebih lanjut atau berpotensi berbahaya, seperti:

  • Flek berwarna merah terang: Disertai dengan kram perut yang hebat bisa menjadi tanda keguguran atau masalah pada plasenta. Moms perlu segera mengkonsultasikannya dengan dokter.
  • Perdarahan berat: Jika perdarahan berlanjut dan berubah menjadi perdarahan berat disertai atau tanpa nyeri bisa jadi tanda keguguran atau masalah kehamilan lainnya.
  • Gejala lain: Kalau flek coklat disertai gejala seperti nyeri perut yang hebat, mual, pusing, atau muntah bisa mengindikasikan masalah yang butuh medis.
  • Flek setelah kehamilan awal: Kalau mengalami flek coklat setelah trimester pertama, maka ini bisa menjadi tanda masalah dan memerlukan evaluasi medis.
  • Riwayat kehamilan problematis: Kalau Moms miliki keluarga dengan riwayat keguguran atau masalah kehamilan lainnya, flek coklat akan lebih berisiko.

Jadi, kesimpulan flek coklat saat hamil muda bisa jadi normal, namun tidak boleh diabaikan terutama kalau gejala lainnya juga muncul. Kalau Moms mengalami flek coklat selama kehamilan, sangat disarankan untuk menghubungi dokter.

Cara Menghentikan Bercak Darah Hamil

Jika Moms sedang hamil muda dan mengalami flek, maka Moms perlu memeriksakannya ke dokter. Dokter akan memeriksakan apakah janin Moms masih dalam kondisi sehat atau tidak. Jika jantung janin masih berdenyut, maka dokter akan meminta Moms untuk beristirahat sambil memberikan obat. Namun, jika flek ini terjadi karena keguguran atau kehamilan ektopik, Moms bisa mendapat penanganan yang tepat.

Kesimpulan

Itulah tadi pembahasan bercak darah hamil dan pertanyaan “apakah tanda hamil harus ada bercak darah?”. Semoga pembahasan tadi bisa menambah pengetahuan Moms!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X