Rhinitis Alergi pada Anak, Kenali 7 Gejalanya di Sini Moms!

rhinitis alergi pada anak

Moms pernah mendengar soal rhinitis alergi? Ketika mendapati Si Kecil bersin-bersin, pilek, batuk pada pagi hari, dan dia sering terserang pilek. Ini adalah salah satu tanda umum yang memperlihatkan anak Moms mengidap rhinitis alergi.

Bahkan menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) penyakit alergi satu ini umumnya diderita anak saat mereka ada di usia sekolah. Di setiap belahan dunia anak-anak yang mengalami rhinitis alergi berbeda-beda jumlahnya, namun hampir 40% anak-anak di seluruh dunia mengidap alergi ini. 

Rhinitis alergi ini juga seringkali dianggap sama oleh sinusitis. Sebetulnya apa sih yang membedakan keduanya? Untuk mengetahui lebih lanjut, baca selengkapnya di artikel ini ya, Moms.

Gejala Rhinitis Alergi pada Anak, Apa Bedanya dengan Sinusitis? 

gejala rhinitis alergi pada anak
Sumber: Canva

Gejala rhinitis alergi pada anak bisa berbeda-beda setiap anak, namun umumnya gejala rhinitis pada anak antara lain:

  • Bersin-bersin 
  • Pilek, hidung tersumbat
  • Batuk intens
  • Mata bengkak (mata panda)
  • Mata gatal berair
  • Kesulitan bernafas
  • Suka mendengkur, atau mulut sering terbuka saat tidur

Kemudian ada penelitian terbaru dari National Library of Medicine (NIH) bahwa ada keterkaitan ibu hamil yang sering mengonsumsi minuman manis seperti soft drink bisa meningkatkan risiko bayi terserang rhinitis alergi. Konsumsi gula yang tinggi pada anak dapat mengubah respons imunologis anak, sehingga meningkatkan risiko penyakit alergi.

Konsumsi gula selama kehamilan dikaitkan dengan kemungkinan lebih besar anak-anak mengalami alergi seperti rhinitis alergi, dermatitis atopik, eksim, mengi, dan alergi makanan hingga usia tujuh tahun.

Rhinitis terjadi di bagian dalam hidung anak yang menyebabkan meradang dan bengkak. Sedangkan sinusitis adalah peradangan pada lapisan dalam sinus yang bisa bersifat akut atau kronis. 

Ketika sinus tersumbat dan terisi cairan, kuman dapat berkembang biak dan menimbulkan gejala seperti sakit kepala dan sekret hidung berwarna kekuningan. Sinus yang tersumbat dapat disebabkan oleh flu biasa atau polip hidung (benjolan kecil di dalam hidung).

Rhinitis alergi dan sinusitis sebenarnya memang saling terkait satu sama lain Moms, karena rhinitis alergi menyebabkan hidung tersumbat dan dapat menyumbat sinus.

Penyebab Rhinitis Alergi pada Anak

pengobatan rhinitis alergi
Sumber: Canva

Rhinitis alergi (hay fever) adalah reaksi alergi yang menyebabkan bersin, hidung tersumbat, hidung gatal, dan mata berair. Hal ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap bahan iritan di udara. Iritan (alergen) sangat kecil sehingga Moms dapat dengan mudah menghirupnya melalui hidung atau mulut. Alergen tersebut bisa ditemukan dari beberapa hal di bawah ini:

  • Tungau debu yang hidup di karpet, tirai, tempat tidur, dan furnitur
  • Serbuk sari dari pohon, rumput, dan gulma
  • Bulu hewan peliharaan 
  • Spora jamur
  • Air liur dan kotoran kecoa

Masalah polusi dan juga asap rokok juga bisa memicu anak terserang rhinitis. Tak hanya itu, beberapa alergi makanan juga bisa menyebabkan peradangan pada hidung dan tenggorokan. Walaupun jarang, alergi makanan dapat mengancam jiwa, jadi segera dapatkan bantuan medis jika Moms khawatir makanan tertentu terus-menerus menyebabkan gejala alerginya. 

Selain itu riwayat keluarga yang memiliki orangtua atau anggota keluarga dekat yang menderita alergi juga dapat menyebabkan anak berisiko terkena rhinitis alergi. Orang yang menderita asma atau eksim juga lebih mungkin mengidap rhinitis.

Cara Penanganan Rhinitis Alergi pada Anak

upaya pencegahan rhinitis alergi di rumah
Sumber: Canva

Moms perlu memerhatikan gaya hidup di rumah untuk membantu meringankan gejala rhinitis alergi. Menghindari bahan iritan bisa dengan cara-cara berikut:

  • Hindari anak untuk menyentuh wajah dan menggosok mata atau hidung.
  • Menggunakan air purifier di dalam rumah
  • Jauhkan hewan peliharaan dari sofa, tempat tidur, dan kamar tidur.
  • Rutin membersihkan rumah terutama furnitur seperti sofa, dll dengan vacuum cleaner
  • Pastikan Si Kecil sering mencuci tangan
  • Gunakan masker saat anak sedang beraktivitas di luar
  • Ganti sprei minimal seminggu sekali
  • Rutin membersihkan gorden rumah
  • Rutin membersihkan karpet (atau Moms bisa ganti dengan playmat untuk anak)
  • Rutin membersihkan AC 2-3 bulan sekali
  • Rutin membersihkan boneka anak yang berbulu
  • Hindari anak dari asap rokok

Kapan Sebaiknya Periksakan ke Dokter?

pencegahan rhinitis alergi
Sumber: Canva

Jika dirasa anak mengalami beberapa gejala yang disebutkan sebelumnya, dan Moms khawatir akan hal tersebut, tidak ada salahnya untuk konsultasikan segera dengan dokter. Beberapa kasus rhinitis alergi juga menyebabkan anak pilek batuk yang tak kunjung sembuh. Apabila Si Kecil mengalaminya, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan beberapa pengobatan seperti meresepkan obat alergi.

Beberapa obat alergi dapat memperbaiki gejalanya. Perawatan untuk rhinitis alergi juga tersedia dalam berbagai bentuk, seperti obat sirup alergi, obat pilek, obat batuk, dan semprotan untuk hidung. Jika mata sangat terganggu dan berair mungkin dokter juga akan meresepkan obat tetes mata.

Walaupun beberapa obat tersebut ada yang dijual bebas, namun lebih baik Moms berkonsultasi kepada dokter spesialis anak untuk diresepkan obat yang memang aman untuk dikonsumsi oleh anak. Dokter juga mungkin akan menyarankan melakukan imunisasi booster influenza untuk meminimalisir anak mudah terserang pilek akibat rhinitis alergi. 

Konsumsi vitamin juga diperlukan untuk memperkuat daya tahan tubuh anak, Moms bisa coba meminta rekomendasi vitamin yang cocok untuk anak Moms pada dokter. 

Apakah Rhinitis Alergi Dapat Sembuh?

Meskipun mungkin tidak ada jawaban pasti mengenai cara menyembuhkan rhinitis alergi secara permanen, namun penanganan pemicu yang efektif dapat mengurangi keparahan dan frekuensi gejala. Anak Moms mungkin juga bisa sembuh dari rhinitis alergi untuk sementara waktu, namun ia bisa kembali lagi ketika sudah dewasa.

Kesimpulan

Walaupun rhinitis alergi tidak dapat disembuhkan total dan bisa kembali lagi saat anak berusia dewasa, namun penanganan dan pencegahan perlu dilakukan oleh Moms dan keluarga agar hal ini tidak mudah menyerang tubuh anak.

Moms memang perlu usaha lebih untuk selalu memberikan tempat yang bersih dan nyaman untuk anak dan memerhatikan seluruh isi rumah dalam keadaan bersih. Perhatikan juga beberapa mainan yang mungkin bisa memicu beberapa alerginya seperti pasir. Moms bisa berikan masker pada anak agar menjaga anak tidak terpicu akan alerginya.

Kemudian beberapa furnitur dan juga bagian rumah yang mungkin sering luput untuk dibersihkan, seperti gorden, sofa, atau tumpukan buku yang menyebabkan debu bersemayam di rumah Moms. Mempunyai vacuum cleaner dan air purifier mungkin jadi alat bantu Moms untuk membuat rumah jadi bebas debu.

Perhatikan juga asupan gizi anak, sebaiknya kurangi makanan dan minuman yang bisa memicu peradangan tenggorokan dan hidung. Konsumsi vitamin dan juga melakukan imunisasi booster influenza pada anak juga cukup membantu mengurangi gejalanya. Semoga artikel ini bisa membantu Moms untuk menangani rhinitis alergi pada anak dan sehat-sehat selalu!

Referensi

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 2014. Anak Bersin Di Pagi Hari, Gejala Apakah? (diakses 25 Januari 2024) | https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bersin-di-pagi-hari

World Health Organization (WHO). 2019. Noncommunicable diseases: Allergic rhinitis and sinusitis (diakses 25 Januari 2024) | https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/noncommunicable-diseases-allergic-rhinitis-and-sinusitis#:~:text=Allergic%20rhinitis%2C%20or%20hay%20fever,can%20be%20acute%20or%20chronic.

Cleveland Clinic. 2023. Allergic Rhinitis (diakses 25 Januari 2024) | https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8622-allergic-rhinitis-hay-fever

National Library of Medicine. 2023. Sugar-Sweetened Beverages and Allergy Traits at Second Year of Life: BRISA Cohort Study (diakses 26 Januari 2024) | https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10383806/

Children’s Health. 2023. Pediatric Allergic Rhinitis (Nasal Allergies) (diakses 26 Januari 2024) |https://www.childrens.com/specialties-services/conditions/allergic-rhinitis#:~:text=Can%20allergic%20rhinitis%20be%20cured,it%20could%20return%20in%20adulthood.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X