Berapa Lama Sperma Membuahi Sel Telur? Simak di Sini!

Berapa Lama Sperma Membuahi Sel Telur

Berapa Lama Sperma Membuahi Sel Telur?

Pada umumnya masa ovulasi bisa berlangsung sekitar 2 minggu sebelum hari pertama menstruasi berikutnya dimulai. Ketika ovulasi, maka ovarium akan mengeluarkan sel telur yang telah matang.

Kemudian sel telur masuk ke tuba falopi dan menunggu datangnya sperma untuk dibuahi. Lalu, berapa lama sperma membuahi sel telur?

Yuk, kita selami proses pembuahan dan ketahui berapa lama sperma memiliki kesempatan untuk membuahi sel telur!

Daftar Isi

Apa Itu Pembuahan atau Fertilisasi?

Fertilisasi atau pembuahan merupakan proses pertemuan sel sperma dengan sel telur. Apabila proses pembuahan ini berhasil, maka akan menghasilkan sel tunggal yang dikenal dengan zigot. Untuk tempat terjadinya pembuahan sendiri ada di tuba falopi wanita (oviduct).

Mengutip dari Cleveland Clinic, inti dari proses pembuahan adalah saat sel sperma masuk ke dalam rahim, lalu berhasil melalui tuba falopi, kemudian bertemu dengan sel telur di dalam rahim.

Proses fertilisasi berfungsi mengaktifkan ovum supaya bisa memulai proses pembuahan, membuat jumlah kromosom dari haploid jadi diploid, hingga menurunkan materi genetik ke anak Moms.

Nah, ada beberapa syarat yang dibutuhkan agar proses pembuahan ini bisa tercapai, seperti:

  • Adanya hubungan kontak antara ovum dan sperma
  • Terdapat proses masuk sperma ke dalam ovum
  • Terjadi penggabungan genetik dari ovum maupun sperma
  • Terjadinya proses aktivasi metabolik ovum sehingga memungkinkan tahap perkembangan

Proses Fertilisasi Pada Manusia dan Berapa Lama Sperma Membuahi Sel Telur

Proses Fertilisasi dan Berapa Lama Sperma Membuahi Sel Telur

Selama proses pembuahan, ovum dan sperma akan bersatu di salah satu saluran tuba yang kemudian membentuk zigot. Zigot tersebut akan berjalan menuruni tuba falopi kemudian berubah jadi morula. 

Selama proses pembuahan, sperma dan ovum akan bersatu di salah satu saluran tuba dan membentuk zigot. Kemudian, zigot tersebut akan berjalan menuruni tuba falopi, lalu berubah menjadi morula. Setelah mencapai rahim, morula akan berkembang menjadi blastosista (embrio).

Embrio ini kemudian menempel dan tertanam pada lapisan dinding rahim atau endometrium. Adapun proses ini disebut dengan implantasi. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai proses fertilisasi atau pembuahan.

1. Masuknya Sperma

Dasarnya, masuknya sel sperma ke vagina memang tidak secara otomatis bisa membuahi ovum yang sudah dilepaskan dari ovarium selama masa ovulasi. Sperma tersebut nantinya akan melalui proses adaptasi terlebih dahulu atau yang disebut dengan kapasitasi.

Proses ini dimulai dari meningkatnya ion kalsium pada sperma sehingga ekornya pun bisa bergerak lebih gesit. Ketika jaraknya makin dekat dengan sel telur, maka antigen pada permukaan sperma pun akan menghilang supaya sperma bisa mencapai ke sel telur.

2. Sel Sperma dan Sel Telur Bertemu

Tahapan selanjutnya dari proses pembuahan adalah bertemunya sel telur dengan sperma. Lalu, berapa lama sperma membuahi sel telur? Sebenarnya tahapan ini tidak mudah. Pasalnya, sel telur memiliki zona pellucida yang tebal dan berpotensi membuat sperma tidak bisa memasuki ovum atau penetrasi sehingga pembuahan pun gagal.

Supaya bisa bertemu dengan ovum, sperma harus berjalan sepanjang 18 cm dari leher rahim menuju ke tuba falopi.

Lalu, berapa lama sperma membuahi sel telur? Waktu paling cepat yang dibutuhkan sperma dalam mencapai sel telur selama proses fertilisasi adalah 45 menit. Pasalnya sperma hanya dapat berenang dengan kecepatan 2,5 cm per 15 menit saja. 

3. Sel Sperma dan Sel Telur Menyatu

Saat sperma bertemu dengan ovum, maka tidak langsung terjadi pembuahan. Selain mengetahui berapa lama sperma membuahi sel telur, sperma ternyata juga butuh protein PH30 atau fertilin untuk bisa membuahi ovum.

Fertilin ini digunakan untuk melebur dua membran di sel telur dan sperma sehingga sperma bisa masuk ke dalam ovum.

Pada tahap ini, sperma kemudian akan melepaskan ekornya, termasuk bagian mitokondria yang letaknya di pangkal ekor dari sperma. Bagian mitokondria sel sperma ini berfungsi sebagai penghasil energi dalam mendukung pergerakan sperma menuju ovum.

Setelah itu, baru terjadi pembuahan Moms. Adapun berapa lama sperma membuahi sel telur adalah 24 jam. Setelahnya, sel telur yang sudah dibuahi masih butuh waktu sekitar 3-4 hari agar bisa mencapai rahim.

4. Aktivasi

Tahap terakhir dari pembuahan adalah aktivasi yakni respon ovum terhadap pembuahan dari sel sperma. Pertama-tama ovum tersebut akan melakukan upaya pencegahan terjadinya polispermi atau pembuahan lebih dari satu sel sperma.

Nah, dalam rentang waktu 24 jam setelah sel telur berhasil dibuahi, lalu akan berkembang jadi zigot dan tumbuh sebagai embrio. Dalam waktu 5-10 hari kemudian, embrio pun akan menempel dan tertanam di lapisan dinding rahim. Proses ini disebut dengan implantasi.

Setelah terjadi implantasi, maka kantung ketuban dan plasenta pun yang menjadi sumber nutrisi janin akan terbentuk. Plasenta juga sudah mulai melepaskan hormon kehamilan hCG yang bisa dideteksi melalui tes urine.

Ketika usia kehamilan sudah mencapai 9 minggu, embrio pun akan berkembang jadi fetus atau janin lalu akan terus berkembang dalam waktu kurang lebih 9 bulan hingga akhirnya lahir ke dunia.

Cara Untuk Mengetahui Kehamilan

Cara Untuk Mengetahui Kehamilan dan Berapa Lama Sperma Membuahi Sel Telur

Bagaimana kalau belum ada sel telur yang bisa dibuahi ketika sperma masuk setelah berhubungan seks? Jangan khawatir ya Moms, sperma tetap bisa bertahan di dalam tubuh wanita hingga 5 hari lamanya.

Namun, perlu Moms ingat kalau perjuangan sperma untuk mencapai sel telur masihlah panjang dan dalam perjalanannya jumlah sperma tersebut akan semakin berkurang.

Langkah awal untuk memastikan apakah terjadi kehamilan atau tidak Moms bisa melakukan pemeriksaan. Ada sejumlah prosedur yang bisa dilakukan untuk mengonfirmasi kehamilan seperti berikut ini Moms:

  • Memeriksakan diri secara mandiri di rumah menggunakan test pack.
  • Memeriksakan kehamilan di rumah sakit dengan prosedur tes urine, tes darah, atau USG.

Tanda Awal Kehamilan

Pada dasarnya tanda awal kehamilan memang akan berbeda-beda pada setiap Moms. Namun, ada beberapa tanda umum terjadinya kehamilan sebagai berikut ini:

  • Terlambat atau tidak menstruasi.
  • Payudara terasa nyeri.
  • Morning sickness.
  • Kram pada perut.
  • Warna kulit cenderung menggelap di bagian tubuh tertentu seperti di area ketiak atau puting.
  • Perut kembung.
  • Mood swing.
  • Kenaikan berat badan.
  • Mengalami ngidam.
  • Heartburn atau konstipasi akibat perubahan hormon
  • Munculnya bercak darah dari vagina akibat adanya perdarahan implantasi.

Lalu, Bagaimana Kalau Pembuahan Tidak Terjadi?

Terjadinya kehamilan sendiri adalah tanda kalau pembuahan sudah berhasil. Saat pembuahan gagal, maka sel telur tersebut akan jadi tidak aktif. Saat sel telur tidak aktif, maka dinding rahim pun akan mengalami peluruhan atau yang dikenal dengan menstruasi.

Kesimpulan

Begitulah bagaimana proses pembuahan terjadi hingga proses kehamilan dan berapa lama sperma membuahi sel telur.

Apabila Moms mengalami gejala tertentu terkait dengan kehamilan, maka memang ada kemungkinan kalau proses pembuahan berhasil. Untuk mengonfirmasinya lakukan tes secara mandiri melalui tes kehamilan menggunakan test pack.

Apabila ingin mendapat jawaban yang lebih pasti, maka sebaiknya Moms segera konsultasi dan menemui dokter kandungan ya.

One thought on “Berapa Lama Sperma Membuahi Sel Telur? Simak di Sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X