Masker untuk Bayi, Perlukah? Ini Kata Para Ahli!

Masker untuk Bayi

Meskipun Covid-19 sudah beralih menjadi endemik, masker masih menjadi alat kesehatan yang penting bagi keluarga. Terlepas dari itu, juga banyak yang masih bingung atau mempertanyakan apakah masker untuk bayi juga sama pentingnya seperti masker pada orang dewasa.

Sebenarnya tidak hanya untuk Covid-19, penggunaan masker juga untuk melindungi orang dari kuman di udara yang menular (menyebar dari orang ke orang) dan dapat menyebabkan penyakit.

Masker juga membantu mencegah penyebaran kuman yang berasal dari cairan, seperti cairan tubuh, yang dapat membawa infeksi. Jika kuman ini masuk ke wajah seseorang, mereka dapat dengan mudah digosokkan ke mulut, hidung atau mata dan menyebarkan infeksi ke bagian lain dari tubuh.

Jadi seberapa pentingkah masker untuk bayi Moms? Apa solusi lain untuk menjaga Si Kecil terserang dari ancaman virus, bakteri dan berbagai penyakit menular di luaran sana?

Larangan Penggunaan Masker untuk Bayi

Larangan penggunaan masker untuk bayi
Foto: Freepik.com/senivpetro

Terlepas dari manfaat masker wajah, CDC mengatakan anak-anak di bawah 2 tahun tidak boleh memakainya. Itu artinya, pemakaian masker untuk bayi bukanlah sesuatu yang dianjurkan. 

Alasannya, bayi memiliki saluran udara yang lebih kecil secara alami. Masker pada bayi membuat mereka menghirup dan menghembuskan napas menjadi lebih sulit.

Moms mungkin tidak pernah tahu bahwa Si Kecil kesulitan bernapas karena dia tidak memiliki kemampuan untuk memberi tahu Moms dan Dads. Bayi juga tidak cukup kuat untuk menyesuaikan atau melepas masker sendiri. Parahnya, hal ini dapat menyebabkan mati lemas.

Rosemary Olivero, M.D., kepala divisi penyakit menular di Rumah Sakit Anak Helen DeVos, Amerika Serikat, mengatakan balita kecil tidak terbiasa mengenakan sesuatu di wajah. Penggunaan masker untuk bayi, justru akan membuat mereka mungkin lebih sering menyentuh masker tersebut.

“Ketika Moms memakaikan masker untuk bayi dan mereka menyentuh masker di mukanya tersebut, kuman justru dapat merembes melalui tepi dan masuk ke mata, hidung, atau mulutnya. Hal ini dipertimbangkan dengan mengesampingkan manfaat menggunakan masker,” katanya seperti dikutip dari Parents.com.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyarankan hal yang serupa. Meskipun dengan tujuan menghindari potensi penularan penyakit menular melalui udara, penggunaan masker untuk bayi adalah sesuatu yang dilarang atau tidak disarankan. 

Menurut tata cara penggunaan masker oleh IDAI, bayi tidak memungkinkan penggunaan masker. Solusinya, Moms harus memastikan orang disekitar anak Moms untuk menggunakan masker jika sedang sakit atau sebaliknya jika Si Kecil sakit. 

Tidak hanya itu, orang-orang dewasa di sekitar bayi juga harus memastikan etika batuk dan kebersihan tangan sesuai dengan yang dianjurkan. Pastikan untuk mengikuti panduan cara merawat bayi baru lahir yang tepat.

Solusi Selain Penggunaan Masker untuk Bayi

vaksin solusi selain masker untuk bayi
Foto: Unsplash.com/cdc

Terdapat banyak cara atau solusi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh Si Kecil, selain menggunakan masker untuk bayi. Beberapa cara sederhana lainnya yaitu:

1. Meminimalisir Paparan

Membatasi paparan dan menghindari kontak dengan publik yang tidak perlu. Jangan biarkan Si Kecil berinteraksi dengan intens bersama seseorang yang sakit atau dapat menularkan virus dan bakteri.

Ajari anak Moms yang lebih besar untuk menghindari menyentuh wajah mereka.

2. Jaga kebersihan tangan.

Sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik adalah langkah yang optimal. Tidak hanya itu, pembersih tangan dengan setidaknya 60% alkohol adalah pengganti terbaik berikutnya.

3. Jaga Kebersihan Alat-alat yang Digunakan Si Kecil

Tutupi gendongan bayi atau stroller dengan selimut atau cover. Ini dapat membantu melindungi Si Kecil, tetapi tetap memberi mereka kemampuan untuk bernapas dengan nyaman.

Jangan letakan selimut atau gendongan sembarangan. Begitu pula dengan peralatan bayi lainnya yang mungkin saja bisa disentuh oleh kerabat yang sedang sakit dan lupa mencuci tangan.

4. Beri ASI

Selain penggunaan masker untuk bayi, pemberian ASI adalah yang lebih utama. ASI mengandung banyak elemen yang mendukung sistem kekebalan bayi Moms. Ini termasuk protein, lemak, gula, antibodi serta probiotik.

Ketika seorang ibu bersentuhan dengan kuman, dia mengembangkan antibodi untuk membantunya melawan infeksi. Ini diteruskan ke bayi dalam ASI. Karena ibu dan bayi biasanya terpapar kuman yang sama, ini berarti bayinya terlindungi.

Bayi yang diberi ASI memiliki lebih sedikit infeksi dan sembuh lebih cepat daripada bayi yang diberi susu formula. Namun, menyusui tidak dapat melindungi bayi Moms dari infeksi serius yang mengancam jiwa seperti polio, difteri, atau campak.

Juga, bagi ibu yang tidak dapat menyusui atau memilih untuk tidak menyusui, susu formula merupakan alternatif yang sehat. Terdapat banyak rekomendasi susu formula untuk usia 1-3 tahun dan pastinya, pastikan Moms mengikuti cara membuat susu formula yang benar. 

5. Vaksinasi

Memvaksinasi anak-anak adalah cara paling aman dan paling efektif untuk melindungi mereka dari penyakit serius. Vaksinasi menyebabkan respons imun dengan cara yang sama seperti virus atau bakteri.

Artinya, jika anak Moms terkena penyakit yang sebenarnya di masa depan, sistem kekebalannya akan mengenali kuman dan merespons dengan cukup cepat untuk melawan penyakit atau mencegah komplikasi serius.

Kini Moms dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang jadwal munisasi anak 1-5 tahun yang wajib diberikan. Bagaimanapun, memberikan vaksin kepada Si Kecil adalah salah satu solusi terbaik, terlebih merawat bayi tanpa imunisasi memiliki berbagai risiko berbahaya.

Itulah beberapa hal terkait dengan penggunaan masker untuk bayi. Bukan sesuatu yang dianjurkan, masker untuk bayi untuk justru bisa sangat berbahaya bagi Si Kecil karena dapat menyebabkan kesulitan bernafas. 

Baca Juga: 5 Rekomendasi Balsem Bayi Untuk Meredakan Flu Dan Batuk Yang Wajib Dicoba 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X