Ini 3 Dampak Anak Sering Dimarahi dan Dibentak dan Cara Tepat Mengendalikan Emosi

dampak anak sering dimarahi dan dibentak

Dampak anak sering dimarahi dan dibentak oleh orang tuanya itu tidak bisa disepelekan begitu saja, Moms. Apalagi jika anak masih dalam usia emasnya, yang masih membutuhkan banyak perhatian dan kasih sayang. Setiap anak pasti pernah melakukan kesalahan, dan tugas orang tuanya adalah memberi disiplin tanpa harus dimarahi dan dibentak karena dapat memberikan dampak negatif untuk diri anak sendiri.

Dampak Anak Sering Dimarahi dan Dibentak

Dampak anak sering dimarahi dan dibentak secara berlebihan dapat memiliki dampak serius pada perkembangan mereka, baik secara psikologis, fisik, maupun sosial. Berikut adalah dampak anak sering dimarahi dan dibentak yang bisa saja terjadi, simak penjelasannya.

Dampak Secara Psikologis

  • Dampak anak sering dimarahi dan dibentak mungkin memiliki rasa takut dan kecemasan terhadap orang yang marah, yang dapat memengaruhi kepercayaan diri dan ketenteraman emosional mereka.
  • Marah-marah terus-menerus dapat merendahkan harga diri anak, membuat mereka merasa tidak berharga atau tidak mampu.
  • Anak cenderung menanggung perasaan bersalah dan malu jika sering dimarahi dan dibentak. Ini dapat memengaruhi citra diri mereka dan membuat mereka merasa buruk tentang diri sendiri.

Dampak Secara Fisik

  • Stres yang berkepanjangan akibat anak dimarahi dan dibentak, dapat memengaruhi sistem saraf anak, menyebabkan peningkatan kadar hormon stres seperti kortisol. Stres kronis dapat berkontribusi pada masalah kesehatan fisik, termasuk gangguan tidur, sakit kepala, dan gangguan pencernaan.
  • Anak yang sering mengalami stres, termasuk dimarahi dan dibentak, mungkin mengalami kesulitan tidur. Gangguan tidur dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Anak yang hidup dalam lingkungan yang penuh tekanan emosional mungkin mengalami masalah pertumbuhan. Hormon stres yang berlebihan dapat mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan.

Dampak Secara Sosial

  • Dampak anak sering dimarahi dan dibentak mungkin kesulitan dalam berinteraksi dengan teman sebaya dan orang dewasa karena mereka cenderung takut atau enggan untuk terlibat dalam hubungan sosial.
  • Dampak anak sering dimarahi dan dibentak secara berlebihan dapat memengaruhi perkembangan keterampilan sosial anak, membuatnya sulit untuk bekerja sama atau memahami perasaan orang lain.
  • Dampak anak sering dimarahi dan dibentak mungkin mengembangkan perilaku agresif sebagai respons terhadap kekerasan yang mereka alami.

Mendukung perkembangan anak dengan cara yang positif dan penuh kasih sayang dapat membantu mereka tumbuh menjadi individu yang sehat secara emosional dan sosial. Dan cara untuk mengajarkan sikap baik dan sopan santun pada anak tidak selalu dengan cara dimarahi dan dibentak, Moms.

dampak anak sering dimarahi dan dibentak

Solusi Agar Orang Tua Dapat Mengendalikan Emosi Saat Anak Membuat Kesalahan

Mengendalikan emosi sebagai orang tua merupakan keterampilan penting untuk menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan mendukung perkembangan anak. Lalu bagaimana cara Moms sebagai orang tua untuk dapat mengendalikan emosi saat anak membuat kesalahan?

Memahami emosi sendiri

Kenali dan pahami emosi Moms. Ketahui pemicu emosi negatif dan cara tubuh Moms meresponsnya. Luangkan waktu setiap hari untuk merenungi perasaan dan pikiran Moms. Kesadaran diri melibatkan pemahaman tentang bagaimana Moms merespons situasi tertentu dan bagaimana emosi memengaruhi perilaku Moms.

Cari pemicu emosi

Identifikasi pemicu atau situasi tertentu yang sering memicu emosi. Apakah itu stres di tempat kerja, interaksi dengan orang tertentu, atau situasi tertentu di rumah? Mengetahui pemicu-pemicu ini dapat membantu Moms untuk tidak melampiaskannya pada anak dengan cara dimarahi dan dibentak.

Beri waktu diri sendiri untuk refleksi

Sebelum merespons secara emosional terhadap suatu situasi dimana anak membuat kesalahan, beri diri Moms waktu untuk merenung. Pertimbangkan dampak dari tindakan atau kata-kata Moms terhadap anak dan hubungan Moms dengannya. Jangan buat Moms menyesal setelah memarahi dan membentak anak, karena Moms tidak akan bisa menarik kembali tindakan itu.

Tulis jurnal emosi

Menulis jurnal emosi dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kesadaran diri. Catat perasaan Moms, pemicu-pemicunya, dan cara tubuh merespons. Cara ini membantu Moms melacak pola-pola tertentu dan memahami lebih baik bagaimana Moms bereaksi terhadap situasi tertentu.

Mom Tiara Rahmania (via Instagram @tiera.rm) berbagi cara untuk mengelola emosi sebagai orang tua

Berbicara dengan orang lain

Diskusikan perasaan dengan teman, anggota keluarga, atau profesional. Kadang-kadang, pendapat dari orang lain dapat membantu Anda melihat hal-hal dari sudut pandang yang berbeda. Mencari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional dapat membantu Moms mengatasi tekanan dan emosional. Berbicara tentang perasaan yang tengah Moms rasakan dapat memberikan perspektif yang berbeda dan solusi yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.

dampak anak sering dimarahi dan dibentak

Cara Berkomunikasi yang Positif Bersama Anak

Berkomunikasi secara positif dengan anak dapat memperkuat hubungan orang tua dan anak, membangun kepercayaan, serta menciptakan lingkungan keluarga yang sehat. Dengan cara berkomunikasi yang positif, membuat anak lebih muda diberi disiplin tanpa harus merasakan dampak anak sering dimarahi atau dibentak. Berikut adalah beberapa tips untuk berkomunikasi positif dengan anak.

Dengarkan anak dengan penuh perhatian

Berikan perhatian sepenuhnya saat anak berbicara. Hindari distraksi dan tunjukkan bahwa Moms benar-benar mendengarkan dengan mata dan telinga terbuka. Anak akan merasa dihargai dan lebih mudah untuk diberi pengertian jika telah melakukan kesalahan.

Gunakan bahasa tubuh yang positif saat berkomunikasi dengan anak

Ekspresikan diri Moms dengan bahasa tubuh yang positif, seperti senyum, kontak mata, dan ekspresi wajah yang mendukung ketika merespon setiap tingkah laku atau aktivitas anak. Cara ini dapat membantu menciptakan suasana yang nyaman dan terbuka antara orang tua dan anak.

Hindari bahasa yang negatif dan merendahkan anak

Hindari menggunakan bahasa yang menghakimi atau merendahkan anak. Fokuslah pada bahasa yang positif dan membangun, seperti memberikan pujian, memberi dukungan, dan menggunakan kata-kata yang menginspirasi. Jika memang Moms ingin menegur, hindari menggunakan kata-kata yang merendahkan karena dapat mempengaruhi psikologi anak.

Beri anak kesempatan untuk mengutarakan pendapat

Ajarkan anak untuk menyampaikan pendapat dan perasaan mereka dengan terbuka kepada orang tua. Berikan ruang untuk ekspresi diri tanpa takut akan hukuman atau kritik. Selain dapat mempererat hubungan anak dan orang tua, cara ini juga menjadi cara agar anak lebih mudah untuk dikendalikan tanpa Moms harus marah atau membentak.

Hindari mengancam dan menghukum berlebihan

Jika anak tidak segera mengindahkan ucapan Moms, hindari untuk mengancam atau memberikan hukuman berlebihan. Moms bisa bicara secara perlahan dari hati ke hati dengan anak, tanpa perlu mengancam. Jika satu kali percobaan belum berhasil, Moms bisa mencoba lagi di waktu yang berbeda.

dampak anak sering dimarahi dan dibentak

Penting untuk diingat bahwa setiap anak adalah individu yang unik, dan dampak psikologis dapat bervariasi dari satu anak ke anak lainnya, jadi hindari untuk memarahi dan membentak anak terlalu berlebihan, Moms.

Mengendalikan emosi memerlukan latihan dan kesadaran diri yang konsisten. Dengan berusaha menerapkan strategi ini, Moms dapat menciptakan lingkungan yang lebih positif dan mendukung perkembangan anak.  Selain itu juga dapat membantu menciptakan ikatan yang kuat dengan anak dan membangun fondasi untuk hubungan yang sehat, dan mengurangi dampak anak sering dimarahi dan dibentak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X