ASI Bertahan Berapa Jam? Bagaimana Supaya ASI Tidak Cepat Basi? Simak Tipsnya di Sini!

asi bertahan berapa jam

ASI adalah salah satu hal penting bagi Si Kecil, karena ASI merupakan makanan utama untuk bayi yang baru lahir. Namun, tidak setiap saat Moms bisa menyusui langsung dari payudara. Ada kalanya Moms perlu memompa ASI sehingga Moms perlu mengetahui ASI bertahan berapa jam.

ASI Bertahan Berapa Jam?

ASI Bertahan Berapa Jam ya Moms
Foto: canva.com

Baik Moms memompanya secara manual atau menggunakan pompa ASI elektrik, maka keduanya sama-sama punya manfaat yang baik. Perlu Moms ketahui, menurut The Indian Journal of Pediatrics bahwa teknik memerah ASI yang terbaik adalah dengan menggunakan pompa ASI elektrik lho.

Kenapa ya? Sebab penggunaan pompa ASI elektrik dinilai lebih efisien jika dibandingkan sistem pompa ASI manual. Tapi, jika Moms lebih suka menyusu dengan cara manual, maka Moms bisa terus memeras ASI sebanyak mungkin, Tapi, selanjutnya Moms tetap disarankan untuk menggunakan pompa ASI.

Lalu, kira-kira ASI bertahan berapa jam, ya? Nah, kebanyakan ASI perah tetap bisa disimpan dengan suhu kamar yakni 60-85 derajat Fahrenheit atau 15-29 derajat Celsius selama 3-4 jam. Lalu, ASI bertahan berapa jam saat disimpan di ruangan bersuhu dingin? Dengan kadar bakteri rendah ASI bisa bertahan lebih lama 6-8 jam saat disimpan. Moms bisa menyimpan ASI di dalam kulkas maksimal 3-5 hari dan bisa lebih lama lagi jika disimpan dalam freezer.

ASI yang beku bisa bertahan lebih lama, tapi sebelum diberikan kepada Si Kecil, tentu ASI terlebih dahulu perlu dicairkan dan disimpan di kulkas selama 24 jam (jangan sampai membeku lagi). Lalu, saat berpergian, Moms bisa menyimpan ASI di dalam cooler bag selama maksimal 24 jam.

Tips Mencairkan ASI Perah

Setelah Moms mengetahui ASI bertahan berapa jam, Moms juga perlu mengetahui bagaimana cara mencairkannya ketika beku. ASI perah beku yang dicairkan kemungkinan memang akan mengalami perubahan warna, bau, dan konsistensinya jika dibandingkan ASI segar. Untuk itu Moms, wajar saja jika mendapati ASI mengendap setelah disimpan di dalam kulkas.

Untuk mencairkan ASI perah, rendam wadah penyimpanan ASI perah di dalam mangkuk berisi air hangat. Diamkan beberapa saat. Ingat, jangan menghangatkan ASI perah di atas kompor atau menggunakan microwave.

ASI perah yang dibekukan sebaiknya tidak langsung dikeluarkan dalam suhu ruang. Beberapa penelitian mengungkap perubahan suhu yang cepat dapat memengaruhi kandungan antibodi dalam ASI yang bermanfaat bagi bayi.

ASI perah beku dari freezer dapat diturunkan terlebih dahulu di kulkas selama semalaman, kemudian hangatkan sebagaimana cara di atas. Penting untuk diketahui, Bunda jangan membekukan ulang ASI perah yang sudah dicairkan.

Moms sebenarnya cukup menggoyang-goyangkan botol ASI dengan pelan untuk mencampurnya lagi. Namun, jika tetap terbentuk gumpalan atau tidak bisa tercampur juga, maka sebaiknya jangan berikan ASI perah ini kepada Si Kecil. Karena mungkin ASI sudah basi. Selain itu, berikut adalah beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam mencairkan ASI perah:

  • Kalau membutuhan ASI perah segera, letakkan wadah ASI perah di bawah air mengalir. Kemudian rendam dalam dalam mangkuk air hangat.
  • Gunakan ASI dalam waktu 24 jam setelah dicairkan seluruhnya. Setelah ASI dihangatkan atau dibawa ke suhu maka ASI harus digunakan dalam 2 jam.
  • Untuk memeriksa apakah suhu ASI sudah sesuai maka teteskan ke pergelangan tangan. Jika suhu sudah sesuai, ASI pun bisa langsung diberikan kepada Si Kecil.

Cara Menghindari ASI Agar Tidak Cepat Basi

Cara Menghindari ASI Agar Tidak Cepat Basi dan ASI Bertahan Berapa Jam
Foto: canva.com

Hal penting dalam memelihara ASI setelah memerahnya, selain mengetahui ASI bertahan berapa jam, Moms juga perlu tahu bagaimana cara menyimpannya. Adapun beberapa ciri  ASI basi adalah ASI berbentuk gumpalan, terasa asam, berbau tidak sedap, dan berubah warna cenderung putih. Nah, beberapa tips yang dapat dilakukan untuk agar ASI tidak cepat basi :

  • Selalu mencuci tangan dan cara simpan alat pompa ASI dengan benar.
  • Simpan ASI di dalam botol atau plastik khusus untuk menyimpan ASI.
  • Gunakan tas penyimpanan ASI atau wadah food grade yang bersih untuk menyimpan ASI perah.
  • Pastikan wadah penyimpanan terbuat dari kaca atau plastik dan memiliki tutup yang rapat.
  • Hindari botol dengan simbol daur ulang nomor 7, karena hal itu menandakan wadah mungkin terbuat dari plastik yang mengandung BPA.
  • Pastikan menulis tanggal memerah ASI.
  • Jangan pernah simpan kembali ASI sisa yang sudah pernah dikeluarkan dari kulkas.

Itu tadi penjelasan mengenai seputar ASI bertahan berapa jam, dan bagaimana tips menyimpannya dengan benar supaya tidak cepat basi. Semoga jawaban tersebut bisa membuat Moms semakin paham tentang pemberian ASI perah untuk Si Kecil, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X