Hipertensi Setelah Melahirkan

Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Hipertensi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi itu bisa menyerang siapapun, tak terkecuali dengan ibu hamil. Bahkan, tekanan darah tinggi bisa jadi salah satu gejala preeklamsia atau hipertensi setelah melahirkan. 

Tekanan darah tinggi atau hipertensi setelah melahirkan disebut juga dengan postpartum preeklampsia. Kondisi ini terjadi saat tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urin setelah melahirkan. 

Hipertensi setelah melahirkan merupakan kondisi yang jarang terjadi. Namun, kalau Moms mengalami hipertensi setelah melahirkan maka pengobatan medis dibutuhkan segera.

Gejala Hipertensi Setelah Melahirkan

Selama ini banyak yang menganggap kalau hipertensi hanya terjadi di masa kehamilan atau sebelum melahirkan. Kenyataannya enggak demikian Moms. Beberapa Moms bisa saja mengalami hipertensi setelah melahirkan.

Dalam beberapa kasus, gejala-gejala hipertensi kadang juga dapat berkembang hingga 6 minggu pasca melahirkan. Nah, gejalanya mirip dengan hipertensi pada masa kehamilan, misalnya:

  • Tekanan darah naik hingga 140/90 mmHg atau lebih
  • Sering sakit kepala hebat
  • Pandangan kabur
  • Sakit perut pada bagian atas (Di bawah tulang rusuk di sisi kanan)
  • Nyeri otot atau persendian
  • Cepat lelah
  • Pembengkakan pada ekstremitas (bagian wajah dan tubuh/anggota gerak tubuh) Jantung berdebar
  • Berat badan naik drastis
  • Jarang buang air kecil
  • Keringat dingin atau mual

Perlu diketahui Moms bahwa beberapa gejala yang sudah disebutkan tadi terkadang memang enggak disadari oleh penderita.

Untuk itu, sebaiknya Moms melakukan pemantauan tekanan darah secara berkala ya guna mengetahui ada atau enggak nya tekanan darah tinggi pasca melahirkan.

Penyebab Hipertensi Setelah Melahirkan

Menurut Preeclampsia Foundation sampai saat ini penyebab hipertensi setelah melahirkan belum diketahui secara pasti. Hipertensi mungkin saja dimulai saat hamil, tapi tanda atau gejalanya tidak ditunjukkan hingga bayi lahir.

Namun, risiko terjadinya hipertensi setelah melahirkan meningkat saat Moms mengalami beberapa kondisi seperti:

  • Memiliki riwayat atau masalah kesehatan seperti penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, sindroma antifosfolipid, atau penyakit autoimun (lupus).
  • Punya berat badan kurang atau berlebih
  • Melahirkan anak kembar dua atau lebih
  • Riwayat keluarga dengan preeklamsia atau hipertensi.
  • Melahirkan diatas usia 35 tahun atau kurang dari 18 tahun
  • Hamil muda atau hamil pertama kali
  • Diabetes tipe 1 atau tipe 2.
  • Jarak kehamilan yang jauh (10 tahun atau lebih) dari kehamilan sebelumnya.

Cara Mengatasi Hipertensi Setelah Melahirkan

Kalau Moms baru melahirkan dan merasakan beberapa gejala postpartum preeklampsia, maka biasanya dokter akan meminta Moms berada di rumah sakit dan dilakukan beberapa tes kesehatan. Adapun tes yang akan dilakukan seperti:

  • Tes darah untuk mengetahui apakah hati dan ginjal berfungsi dengan baik dan memastikan jumlah trombosit¬†
  • Tes urin untuk melihat apakah urin mengandung protein.

Jika Moms sudah dipastikan mengalami hipertensi pasca melahirkan, maka dokter biasanya memberikan beberapa obat preeklampsia untuk mengatasinya. Berikut adalah beberapa pengobatan yang mungkin dilakukan:

  • Obat penurun tekanan darah.
  • Obat untuk mencegah kejang seperti magnesium sulfat. Biasanya obat ini dikonsumsi selama 24 jam setelah Moms merasakan gejala. Dokter akan memonitor tekanan darah, buang air kecil, dan gejala lainnya setelah obat Moms konsumsi.
  • Obat antikoagulan (pengencer darah) untuk mengurangi risiko pembekuan darah.

Obat-obatan ini umumnya aman dikonsumsi meski Moms masih menyusui. Untuk lebih memastikannya, Moms bisa bertanya dan konsultasikan ke dokter.

Cara Mencegah Hipertensi Setelah Melahirkan

Cara Mencegah Hipertensi Setelah Melahirkan
Foto: canva.com

Mengalami hipertensi setelah melahirkan memang bisa membuat Moms stres. Bukan fokus mengurus SI Kecil, Moms justru harus bolak balik ke rumah sakit untuk memulihkan kondisi.

Untuk itu, hipertensi setelah melahirkan perlu dicegah, baik jika Moms memiliki riwayat hipertensi sebelumnya ataupun tidak. Berikut beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk mencegah hipertensi setelah melahirkan:

  • Memeriksakan tekanan darah secara rutin selama masa kehamilan dan setelah melahirkan.
  • Menjaga berat badan selama kehamilan.
  • Memperhatikan asupan makan dengan menerapkan pola makan yang bergizi seimbang, sehingga mineral dan vitamin yang Moms butuhkan selama masa kehamilan bisa terpenuhi.

Jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi setelah melahirkan bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, kejang, kerusakan organ, bahkan kematian.

Untuk itu, sebaiknya Moms segera periksakan diri ke dokter bila Moms merasakan berbagai gejala hipertensi setelah melahirkan seperti yang sudah disebutkan tadi. Begitu juga jika Moms mengalami beberapa masalah seperti sesak napas, sakit dada, sesak napas, atau masalah penglihatan, bahkan pingsan pasca melahirkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *