7 Gaya Belajar Anak dan Cara Mengarahkannya

Gaya Belajar

Pernah mendengar tentang gaya belajar, Moms? Apa itu gaya belajar? Gaya belajar adalah istilah yang mengacu pada bagaimana seseorang belajar, memproses, dan menyimpan informasi. Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak juga memiliki gaya belajarnya sendiri yang didasari oleh kekuatan dan apa yang disukainya.

Sebagai orang tua, tentu sangat wajar kalau Moms ingin membantu anak belajar sehingga mereka bisa berprestasi di sekolah. Namun, Moms mungkin pernah mendapati anak kesulitan dalam memahami suatu materi pelajaran. Padahal, belum tentu lho hal itu disebabkan karena anak yang tidak memahaminya. Bisa saja justru cara penyampaian informasinya yang tidak tepat.

Faktor dan 7 Macam Gaya Belajar

Gaya belajar seseorang itu enggak serta merta terbentuk begitu saja, Moms. Ada beberapa faktor yang melatar belakanginya. Mengutip dari International Journal of Academic Research in Progressive Education and Development, berikut adalah beberapa faktor gaya belajar seseorang, yakni:

  • Faktor fisik berupa gangguan pendengaran atau penglihatan
  • Faktor psikologis seperti motivasi dan sikap
  • Faktor lingkungan berupa suasana saat anak belajar
  • Kepribadian pengajar

Selain mengetahui berbagai faktornya, Moms juga perlu mengetahui berbagai macam gaya belajar. Hal ini tentu saja untuk membantu Si Kecil menemukan gaya mana yang paling nyaman baginya saat belajar. Yuk, simak pada artikel berikut, ya!

1. Visual (spatial)

Gaya Belajar Visual

Foto: canva.com

Anak yang memiliki gaya belajar seperti ini senang banget saat melihat grafik, gambar, warna, dan spasial. Mereka memiliki sense yang baik ketika mengikuti instruksi sesuai gambar atau membaca peta. Berikut adalah beberapa ciri gaya belajar visual, yaitu:

  • Suka berimajinasi karena menikmati stimulasi visual
  • Cenderung bisa memahami seseorang dari bahasa tubuh dan ekspresi wajahnya
  • Pandai membaca peta atau bagan
  • Sering memvisualisasikan kata-kata untuk mengejanya dengan benar
  • Cenderung membuat daftar dalam mengingat informasi
  • Memiliki bakat artistik, mekanik, atau teknologi yang kuat
  • Perfeksionis dan sangat terorganisir
  • Mudah mengidentifikasi sebuah pola
  • Lebih suka lingkungan yang tenang

Kalau anak lebih nyaman belajar dengan gaya ini, media belajar yang cocok adalah menggunakan flashcard bergambar, mindmap, melalui presentasi, atau menonton video. Siapkan alat tulis, stiker, dan perlengkapan lain yang akan disukai anak. Bantulah anak untuk membuat catatan yang menarik dengan beberapa contoh gambar. Selain efektif, cara ini juga bisa melatih kreativitas mereka.

2. Auditori (aural)

Selanjutnya, ada gaya belajar auditori adalah kondisi di mana anak lebih mudah memproses informasi melalui berbagai sumber suara, seperti pidato, rekaman suara, penjelasan guru, dan lain-lain. Berikut adalah beberapa ciri gaya belajar auditori, yakni:

  • Lebih senang mendengarkan informasi
  • Sering berbicara kepada diri sendiri dan orang lain
  • Lebih suka petunjuk lisan
  • Mengingat nama bukan wajah
  • Sulit konsentrasi di lingkungan yang bising
  • Cenderung mengekspresikan emosi dengan nada dan volume suara
  • Berjiwa musik

Kalau Si Kecil menunjukkan tanda-tanda di atas, sebaiknya gunakan bantuan musik dalam aktivitas belajarnya. Ajarkan juga pada anak untuk merekam materi, sesi tanya jawab, mendengarkan guru, dan membaca dengan lantang materi tersebut. Oh iya, anak yang memiliki gaya aural saat belajar memiliki kecendrungan lho untuk sukses di bidang musik. Ini karena dirinya sudah memiliki sense secara alami terhadap nada dan ritme.

3. Kinestetik (Physical)

Gaya belajar kinestetik adalah kondisi saat seseorang menerima dan mengolah informasi secara cepat melalui kegiatan fisik. Contoh gaya belajar kinestetik seperti melalui sentuhan, partisipasi diri sendiri, dan adanya alat peraga. Mengutip dari Time4Learning, berikut adalah beberapa ciri gaya belajar kinestetik, yakni:

  • Cenderung perlu mengalami sesuatu secara langsung
  • Punya sense yang baik tentang bentuk atau tekstur
  • Menyukai kegiatan fisik seperti olahraga
  • Sangat terkoordinasi
  • Memiliki energi motorik yang kuat

Untuk membantu Si Kecil memahami pelajaran, Moms bisa menyediakan alat-alat peraga seperti alat timba sumur untuk memahami bagaimana katrol bekerja untuk mengangkat beban. Mereka juga cenderung lho Moms beramian mainan edukatif montessori yang bisa melatih motorik mereka.

4. Logical (mathematical)

Si Kecil merasa unggul saat menghitung? Maka gaya belajarnya adalah logical, Moms. Keunikan dari Si logical ini bia anya mesi dengan inforaaskerterkaitan antara satu informasi dengan informasi lain yang tidak disadari banyak orang. Wah, keren!

Anak juga bisa menyusun dan menyambungkan berbagai detail seperti bermain puzzle. Pelajaran yang sifatnya sitematis, problem solving, dan tidak mengandalkan hafalan adalah apa yang mereka senangi. Nah, berikut adalah ciri lain dari gaya belajar logical, yakni:

  • Suka permainan yang penuh strategi
  • Suka investigasi dan ingin tahu
  • Lebih suka visual daripada kata-kata
  • Sangat berorientasi pada tujuan
  • Sangat mengikuti aturan dan prosedur
  • Kesulitan menulis hal-hal yang mengandung unsur kreativitas

5. Verbal (linguistic)

Anak dengan gaya belajar ini cenderung lebih menggunakan kata-kata, baik dalam menulis atau membaca dalam memahami pelajaran. Anak merasa nyaman dengan berbicara, membaca, dan menulis ketika belajar. Berikut adalah beberapa ciri gaya belajar verbal, yakni:

  • Memiliki kosakata yang banyak
  • Memiliki ketertarikan dengan kata-kata dan mudah memelajari kata baru
  • Berbakat dalam mempelajari bahasa baru
  • Cenderung menikmati permainan yang melibatkan permainan kata seperti Scrabble, Boggle, dan teka-teki silang
  • Suka bertanya
  • Tidak suka keheningan dan senang berpartisipasi dalam kelompok belajar

Pelajar verbal cenderung menyukai permainan kata, pantun, puisi, atau menemukan arti kata. Untuk itu, jika ingin membantu mereka belajar, Moms bisa menggunakan teknik mnemonik, menuangkan ke dalam tulisan, atau membuat akronim. Mengulang materi pelajaran dengan membacakannya juga bisa menjadi cara yang efektif, Moms.

6. Intrapesonal

Gaya Belajar Intrapersonal

Foto: canva.com

Seorang pembelajar intrapersonal adalah kebalikan dari interpersonal. Anak akan senang belajar di keadaan sepi dan menyendiri. Mereka cenderung lebih senang mengerjakan semuanya sendiri. Adapun karakteristik gaya belajar ini, meliputi

  • Senang membuat jurnal atau buku harian
  • Senang menghabiskan waktu sendirian
  • Tidak nyaman berada di kerumunan besar dan ruangan yang bising
  • Kesulitan membuka diri kepada orang lain
  • Keterampilan manajemen diri yang baik
  • Memiliki rasa percaya diri yang kuat
  • Sangat mandiri

7. Sosial Interpersonal

Anak memiliki kemampuan komunikasi yang baik secara verbal maupun tulisan? Maka, itu bisa jadi tanda dirinya memiliki gaya belajar interpersonal, Moms. Mereka senang sekali belajar dalam kelompok atau tim. Berikut adalah beberapa ciri gaya belajar interpersonal, yakni:

  • Pandai memahami orang lain, menafsirkan nada, gerak tubuh, dan wajah
  • Lebih nyaman berkonsultasi dan diskusi pelajaran bersama
  • Suka mengutarakan ide dan mendiskusikan materi pelajaran
  • Suka kegiatan sosial

Membentuk grup belajar adalah cara yang tepat untuk mengembangkan potensi pelajar interpersonal. Mereka akan merasakan suasana belajar yang hidup.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 13 Tips Ampuh Supaya Anak Belajar

Nah! Itulah 7 jenis gaya belajar yang perlu Moms ketahui. Perlu diingat bahwa setiap orang tidak hanya mempunyai satu gaya saja, namun ada gabungan juga misalnya visual dan auditori. Perlu diingat, mengidentifikasi gaya belajar yang cocok dengan anak adalah hal yang penting, lho!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X