Pentingnya Komunitas dalam Digital Parenting di Era Modern?

Digital parenting

Digital parenting menjadi salah satu pola asuh yang berkembang saat ini. Seiring dengan perkembangan teknologi yang cukup pesat anak-anak semakin mudah untuk terhubungan dengan dunia digital. Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dalam pola pengasuhan.

Dunia digital ini sendiri bisa memiliki dampak positif dan negatif bagi anak-anak. Positifnya, dengan berkembangnya digital saat ini anak-anak bisa mengakses pendidikan online secara mudah, bisa mendapatkan sumber informasi dengan cepat dan mudah juga lebih mudah untuk berkomukasi dengan teman-teman mereka. 

Namun ada juga dampak negatif diantaranya anak bisa mendapatkan konten yang tidak sesuai dengan umurnya, cyberbulling, bisa menjadikan anak kurang berinteraksi dengan dunia nyata dan risiko kecanduan gadget. Risiko kecandungan gadget ini bisa menimbulkan beberapa masalah baru seperti anak bisa menjadi lebih sering tantrum, mempunyai gangguan tidur dan menjadi pribadi yang tertutup dan kurang berkomunikasi dengan orang tua.

Menjadi orang tua di era digital ini pastinya menjadi sebuah tantangan tersendiri. Sebagai orang tua, kita perlu membangun komunikasi yang baik dan membangun kebiasaan baik supaya anak-anak terhindar dari dampak negatif era digital ini. 

Menurut  Dr. Jacqueline Nesi, digital parenting expert , ada 10 cara menciptakan kebiasaan digital yang sehat di rumah, yaitu:

  1. Tanyakan tentang aktivitas apa yang dilakukan di perangkat yang biasa mereka pakai
  2. Diskusikan tentang risiko penggunaan teknologi, beri tahu kekhawatiran moms kepada anak, seperti tentang konten yang akan mereka lihat. Minta anak-anak untuk selalu memberitahukan apa yang sedang dilakukan dengan perangkat tersebut. Hal ini dilakukan supaya anak bisa terbuka dengan orang tua dengan apa yang mereka lihat atau dapatkan saat mereka melakukan aktivitas dengan perangkat digitalnya.
  3. Waspadai masalah yang ditimbulkan, contohnya saat anak sudah menggunakan media sosial, usahakan moms untuk tetap memastikan aktivitasnya di media sosial. Ajak anak untuk selalu berdiskusi dengan apa yang terjadi di media sosial.
  4. Buatlah aturan “ya” dan “tidak”. Aturan “Ya” adalah hal-hal yang harus dilakukan seperti waktu yang bisa digunakan untuk menggunakan perangkat digital mereka. Aturan “Tidak” adalah hal-hal yang tidak boleh mereka lakukan seperti melakukan cyberbulling.
  5. Ciptakan zona bebas teknologi. Buatlah peraturan kapan dan dimana untuk bebas teknologi atau tidak menggunakan perangkat teknologi mereka, seperti saat makan atau saat akan tidur.
  6. Selalu pastikan konten yang diakses anak secara online sesuai dengan usia dan perkembangannya. Untuk anak moms yang sudah remaja, minta mereka untuk izin terlebih dahulu jika ingin mengunduh aplikasi atau bergabung dengan platform baru. Berikan batasan-batasan seperti batas waktu pemakaian perangkat, pembelian dalam aplikasi, pemfilteran konten.
  7. Jelajahi teknologi bersama. Moms bisa menonton bersama atau menggunakan perangkat secara bersama-sama sambil berdiskusi dengan anak.
  8. Pantau aktivitas mereka. Seiring bertambahnya usia anak, mereka akan memiliki lebih banyak pengalaman dengan perangkat mereka. Pada saat itu moms dapat memberi mereka kemandirian yang lebih sesuai usia dan tahapnya. Namun moms juga harus selalu pastikan untuk mengetahui apa yang mereka lakukan saat online.
  9. Buatlah menjadi menyenangkan. Mencari ide permainan dan melakukannya bersama-sama, mencari ide resep masakan dan memasaknya bersama-sama bisa menjadi salah satu contoh yang bisa moms dan anak lakukan.

Kini moms mungkin mengalami kekhawatiran mengenai pengasuhan anak secara digital. Para orang tua harus menghadapi berbagai masalah atau tantangan seperti banyaknya hoax, anak yang kecanduan main game, belum lagi tentang masalah privasi dan perlindungan data. 

Digital parenting, pola asuh yang perlu saat ini

5 Keterampilan yang Perlu Dimiliki dalam Digital Parenting

Mengutip Family Online Safety Institute, ada 5 keterampilan yang perlu dimiliki dalam digital parenting,

1.Komunikasi

Komunikasi adalah salah satu cara pendekatan dengan anak. Moms bisa bertanya dengan siapa anak berbicara saat dia online, apa saja yang dilakukan saat dia online, situs atau platform apa yang biasanya mereka gunakan.

2. Berpikir Kritis

Pemikiran kritis digunakan untuk memutuskan perangkat apa yang boleh digunakan oleh anak, mencari tahu apakah teknologi dan perangkat tersebut aman dan bertanggung jawab dan pastikan untuk memaksimalkan pengaturan privasi dan perlindungan data.

3. Percaya Diri

Moms perlu yakin untuk melakukan hal-hal seputar digital parenting, melakukan banyak hal dan mencari tahu segala macam tentangnya.

4. Melakukan Diskusi Bersama anak

Mengobrol dan berdiskusi tentang dunia digital dilakukan untuk membangun kepercayaan antara moms dan anak. Dengan begitu, anak bisa memberitahu apapun kepada moms secara terbuka.

5.Komunitas

Ketika kita sebagai orang tua mempunyai kekhawatiran, kadang ingin meminta bantuan kepada orang lain untuk menyelesaikannya. Pertanyaan-pertanyaan seputar anak dan parenting, pengetahuan medis yang terus berkembang selalu ada dan ingin ditanyakan dan didiskusikan. Oleh karena itu, komunitas diperlukan untuk wadah moms bisa saling berbagi ilmu, pengetahuan atau sekedar tempat untuk berdiskusi sesama moms.

Supermom, Salah Satu Komunitas dan Platform Parenting di Indonesia

komunitas parenting dan digital technology platform

Di era perkembangan digital yang sangat pesat saat ini, komunitas khususnya komunitas parenting sangat mudah ditemukan. Tidak hanya itu, aplikasi maupun platform berbasis parenting juga dapat diakses dengan mudah oleh moms semua. Teknologi dan parenting menjadi sebuah pasar khususnya di Indonesia.

Supermom Indonesia merupakan komunitas dan digital technology platform yang dapat membantu moms untuk mendapatkan informasi seputar dunia parenting. Moms juga bisa saling bertukar informasi dengan sesama member lainnya. 

Dengan bergabung pada platformnya, moms juga bisa mendapatkan penghasilan uang tambahan melalui aplikasi Supermom. Setiap review dan survei yang moms ikuti, moms bisa mendapatkan benefit berupa uang saku.

Dengan kata lain, selain terhubung dengan sesama moms untuk saling bertukar informasi, moms juga berpeluang untuk mendapatkan sumper penghasilan dari Supermom ini.

Digital parenting menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi orang tua. Namun moms tidak perlu panik. Dengan bergabung dengan komunitas, seperti Supermom moms bisa bertanya dan berdiskusi dengan sesama member jika moms mempunyai kegelisahan dalam pola asuh digital ini.

Moms juga bisa mendapatkan informasi dari artikel-artikel yang bisa moms baca di platform Supermom. Dan kabar baiknya lagi moms bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi member di komunitas Supermom ini.

Referensi

10 ways to create healthy digital habits at home. (n.d.). unicef. Retrieved June 28, 2024, from https://www.scribbr.com/citation/generator/cite/blog-post/?

  • The 5 C’s of Digital Parenting. (n.d.). Family Online Safety Institute. Retrieved June 28, 2024, from https://www.fosi.org/good-digital-parenting/5-cs-digital-parenting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X