Gejala, Cara Mencegah, dan Mengobati Alergi Cuaca Panas

Gejala, Cara Mencegah, dan Mengobati Alergi Cuaca Panas

Mungkin kalau Moms sudah tidak asing lagi dengan alergi cuaca dingin yang biasanya ditandai dengan bersin, pilek, dan juga kulit gatal. Namun, pernahkah Moms mendengar tentang alergi cuaca panas?

Ternyata, ada beberapa orang yang masih bisa merasa nyaman saat berada di cuaca panas, tapi ada juga yang merasa tidak nyaman. Meski jarang terdengar, alergi panas dapat dialami oleh siapa saja. Rasa gerah menjadi salah satu alasan ketidaknyamanan saat cuaca panas.

Lalu, bagaimana seseorang bisa terkena alergi cuaca panas dan seperti apa gejala yang biasanya muncul? Cari tahu bersama, Moms!

Apa Itu Alergi Cuaca Panas?

Berada di cuaca atau suhu panas yang ekstrim memang bisa membuat sebagian besar orang merasa tidak nyaman.

Namun, saat berada di cuaca atau panas yang biasa saja, mungkin kondisi tubuh masih bisa mentolerirnya. Lain halnya jika Moms selalu merasa tidak nyaman saat berada di cuaca panas sedikit saja.

Mengutip dari WebMD, polusi udara paling buruk pada hari-hari musim panas karena Ozon dan kabut asap bisa menjadi pemicu serius bagi penderita asma.

Normalnya, suhu tubuh akan menyesuaikan dengan kondisi di lingkungannya, apakah sedang berada di cuaca panas atau dingin. Nah, alergi panas sendiri atau yang disebut dengan intoleransi (hipersensitivitas) terhadap panas adalah ketidakmampuan tubuh dalam beradaptasi dengan suhu panas.

Jadi, ketika berada di cuaca yang panas, hipotalamus (bagian otak yang berfungsi mengatur suhu tubuh) akan mengirimkan sinyal ke kulit melalui saraf. Sinyal yang dikirim hipotalamus ini memberi perintah agar kulit memperbanyak produksi keringat. Saat keringat menguap dari kulit, hal ini akan ditandai tubuh mendinginkan dirinya untuk menyesuaikan dengan suhu di sekitarnya.

Gejala Alergi Cuaca Panas

Gejala Alergi Cuaca Panas

Foto: canva.com

Reaksi alergi cuaca panas atau udara panas disebut dengan cholinergic urticaria. Reaksi ini akan muncul ketika suhu tubuh mengalami peningkatan, misalnya berkeringat. Selain itu, alergi cuaca panas juga bisa muncul setelah Moms berolahraga, memakai pakaian yang ketat, mandi air panas, dan berkeringat akibat gugup atau stres.

Untuk gejala alergi cuaca panas biasanya adalah muncul benjolan merah kecil dengan lingkaran kemerahan pada punggung, dada, lengan dengan sensasi panas dan gatal, serta wajah. 

Ruam yang muncul bentuknya seperti bentol-bentol kecil akibat gigitan nyamuk atau lebih besar lagi. Namun, Moms tak perlu khawatir karena benjolan tersebut akan berangsur hilang dalam waktu 2 – 4 jam, meski ada juga yang bertahan hingga seharian.

Apabila mengalami reaksi yang lebih berat lagi, Moms mungkin merasakan sesak napas, sakit kepala, tekanan darah rendah, kram perut, dan detak jantung yang tidak stabil.

Gejala alergi cuaca panas sebenarnya bisa hilang dengan sendiri saat suhu tubuh sudah menurun atau mulai dingin. Namun, untuk meredakan rasa tidak nyaman seperti perih, gatal, dan peradangan kulit, Moms bisa berkonsultasi ke dokter. Dokter akan memberikan obat, seperti krim atau lotion calamine, kortikosteroid, dan obat antihistamin.

Selain itu, ada beberapa langkah penanganan yang bisa dilakukan sendiri di rumah, yakni:

  • Lidah buaya
  • Mandi air dingin
  • Berenang
  • Minum banyak air untuk menghindari dehidrasi
  • Lotion antigatal
  • Berdiri di depan kipas angin
  • Kompres air dingin
  • Mengenakan pakaian longgar
  • Pastikan temperatur ruangan di rumah cukup dingin
  • Hindari pemicu stres

Beberapa cara tersebut bisa membantu meredakan pembengkakan dan juga membuat kulit jadi lebih tenang. Namun sebelum mengaplikasikan lotion atau krim tertentu, Moms perlu memeriksa kandungannya untuk memastikan tidak ada reaksi alergi lainnya.

Cara Mencegah Alergi Cuaca Panas

Cara Mencegah Alergi Cuaca Panas

Foto: canva.com

Sama dengan alergi umum biasanya, cara terbaik untuk mencegah timbulnya reaksi alergi cuaca panas adalah menghindari penyebab alergi tersebut. Namun, bagi orang yang tinggal di iklim tropis seperti Indonesia, mungkin Moms akan cukup sulit untuk menghindari panas.

Tapi tenang saja, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya reaksi alergi cuaca panas, seperti:

  • Gunakan pakaian berbahan longgar, nyaman, dan bisa menyerap keringat dengan baik.
  • Mendinginkan kulit dengan mandi atau dengan cara kompres air dingin.
  • Atur suhu kamar atau ruangan agar tetap sejuk bisa dengan kipas ataupun AC.
  • Pilihlah jenis olahraga yang tidak memicu reaksi alergi panas, misalnya saja renang.

Moms, itulah tadi beberapa informasi terkait dengan alergi cuaca panas. Penting untuk diingat apabila alergi panas terjadi karena faktor stres psikologis, cari cara untuk meredakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X