Ada hari-hari di mana Moms merasa motherhood itu jalan yang sepi. Pertanyaan tentang anak yang nggak ketemu jawabannya, lelah yang nggak selalu kelihatan dari luar, dan rasa ingin ngobrol sama yang benar-benar paham. Sabtu, 9 Mei 2026 adalah hari yang berbeda. Lima puluh Moms dari komunitas KOM Supermom berkumpul di Kotara Coffee Signature, Jakarta Selatan, untuk satu hal sederhana: merasa nggak sendirian.
Acara ini adalah Supermom Circle, gathering eksklusif Supermom yang dirancang khusus untuk Key Opinion Moms (KOM) — para Moms kreator dan storyteller yang selama ini jadi suara komunitas Supermom di media sosial. Disponsori oleh Allianz Syariah dan didukung Simba, Madurasa, Air Mancur, Lala Bundle, Cool-Vita, serta Shiseido, hari itu kami pengen kasih satu ruang yang nggak cuma soal materi, tapi juga soal terhubung.
Mulai dari Pagi: Mini MCU dan Skin-Health Check Bareng Brawijaya Hospitals
Registrasi dibuka mulai pukul 8:30 pagi. Tapi Moms tahu sendiri, datang lebih awal kadang justru jadi me-time langka. Buat yang sampai duluan, kami siapkan mini Medical Check-Up dan skin-health screening yang difasilitasi oleh tim Brawijaya Hospitals. Jadi sambil menunggu acara dimulai, Moms bisa cek kondisi kesehatan dasar dan kulit yang sering kita lupain di tengah ritme harian.
Suasana pagi itu hangat, nggak buru-buru, dan punya rasa “akhirnya ketemu juga” yang khas reuni komunitas.

Happy Moms, Happy Kids: Kenali Anak Lewat STIFIn Bersama Indah Warsetio
Sesi pertama dipandu oleh Indah Warsetio, Personal Branding Coach STIFIn. Tema yang dibawa adalah salah satu hal yang sering bikin Moms ragu: kenapa cara mendidik anak yang berhasil untuk teman, belum tentu cocok buat anak sendiri?
Jawabannya ada di STIFIn — metode pengenalan kepribadian berdasarkan lima jenis kecerdasan dasar: Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting.
Indah menjelaskan bahwa setiap anak punya cara dominan yang berbeda dalam menerima, memproses, dan merespon dunia. Anak Sensing belajar lewat indera dan pengalaman konkret. Anak Thinking butuh logika dan struktur. Anak Intuiting hidup di dunia ide dan imajinasi. Anak Feeling sangat peka pada emosi dan relasi. Sedangkan anak Insting bergerak cepat berdasarkan intuisi tubuh.
Yang bikin sesi ini relate banget: Indah nggak menjanjikan parenting jadi mudah setelah Moms tahu tipe anak. Tapi setidaknya, Moms punya peta. Kita jadi tahu kenapa anak yang satu butuh dipeluk dulu sebelum diberi nasihat, sementara yang lain justru ingin alasannya dijelaskan. Dari pemahaman ini, lahir tema besar sesi: Happy Moms, Happy Kids. Karena ketika Moms berhenti memaksakan cara yang nggak cocok, energi di rumah berubah. Anak merasa dimengerti. Moms berhenti merasa gagal.

Mengenal Allisya: Proteksi Syariah dari Allianz untuk Keluarga Indonesia
Sesi berikutnya disampaikan oleh Muhammad Agustiono dari Allianz Syariah, yang memperkenalkan produk Allisya kepada para Moms.
Allisya adalah lini produk asuransi syariah dari Allianz Indonesia yang dirancang berdasarkan prinsip tolong-menolong (ta’awun) dan pengelolaan dana sesuai kaidah syariah, di bawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah. Yang membuat Allisya berbeda dari asuransi konvensional adalah konsep tabarru’ — di mana sebagian kontribusi peserta dikumpulkan dalam satu dana bersama untuk membantu peserta lain yang mengalami musibah.
Untuk Moms yang sedang mempertimbangkan proteksi keluarga, Allisya menawarkan beberapa hal penting: bebas dari unsur riba, gharar, dan maisir; transparansi dalam pengelolaan dana; serta kemungkinan adanya surplus underwriting yang bisa dikembalikan kepada peserta jika kondisinya memungkinkan. Produknya juga mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari perlindungan jiwa, kesehatan, hingga perencanaan pendidikan anak.
Untuk banyak Moms di ruangan itu, sesi ini jawaban dari pertanyaan yang sering muncul tengah malam: “Kalau sesuatu terjadi sama aku, anak-anak gimana?” Pertanyaan yang berat, tapi jadi terasa lebih ringan saat ada opsi proteksi yang juga sejalan dengan nilai keluarga.
Sesi ditutup dengan 10 menit Q&A bareng kedua pembicara, Indah dan Muhammad, di mana Moms bisa langsung bertanya tentang pengasuhan maupun proteksi keluarga.

Supermom 3.0: Wajah Baru, Misi yang Sama
Setelah rehat singkat, panggung berpindah ke Fanny Murhayati, Sales Director Supermom Indonesia, yang resmi memperkenalkan Supermom 3.0 kepada para KOM.
Banyak yang bertanya: kenapa rebranding sekarang? Jawabannya bukan soal estetika. Selama beberapa tahun terakhir, Supermom berkembang dari sekadar platform konten parenting menjadi ekosistem yang lebih luas — menghubungkan Moms dengan komunitas, brand partner yang relevan, layanan kesehatan, edukasi anak, hingga produk yang benar-benar mereka butuhkan. Logo dan identitas lama mulai terasa sempit untuk menampung semua peran itu.
Logo baru Supermom dirancang lebih bersih, lebih ramah dijadikan ikon di berbagai layar, dan lebih fleksibel untuk diaplikasikan di banyak titik sentuh — mulai dari aplikasi, EDM, hingga kemasan kerja sama brand. Tapi yang lebih penting dari logo adalah pesan di baliknya: Supermom ingin tetap jadi “village” yang bertumbuh bersama Moms, bukan platform yang berjarak.
Bagian paling seru dari sesi ini adalah pengenalan AIMA, chatbot AI Supermom yang sebelumnya dikenal dengan nama MomGenie. Bukan sekadar ganti nama. AIMA hadir dengan kemampuan yang lebih hangat dan kontekstual untuk menemani Moms — mulai dari tanya jawab parenting, rekomendasi produk, sampai sekadar tempat curhat di jam-jam ganjil saat suami sudah tidur dan anak baru saja terlelap.

Mastering Social Media: Tips dari Bani Arya, Growth Director Supermom
Sesi terakhir sebelum makan siang adalah yang paling ditunggu para KOM kreator: tips konten dari Bani Arya, Growth Director Supermom.
Bani membuka dengan satu insight yang langsung mengubah cara banyak Moms melihat algoritma:
“Explore is your new best friend.”
Kenapa? Karena kebiasaan kita sebagai pengguna sudah berubah. Kita lebih sering scroll di halaman Explore atau FYP dibanding melihat timeline teman sendiri. Artinya, konten Moms punya peluang ditemukan oleh audiens yang jauh lebih luas — asalkan kontennya menarik perhatian algoritma.
Beberapa poin penting yang Bani bagikan:
- Hashtag sudahtidak sepenting dulu. Algoritma sekarang lebih pintar dalam mengkurasi feed berdasarkan perilaku pengguna — apa yang mereka tonton sampai habis, apa yang mereka simpan, apa yang mereka komentari. Hashtag masih boleh dipakai, tapi bukan lagi tiket utama untuk masuk ke FYP seseorang.
- Mulai denganHook yang kuat. Tiga detik pertama menentukan apakah konten Moms akan diskip atau ditonton. Hook bisa berupa pertanyaan, pernyataan kontroversial yang relate, atau visual yang langsung bikin orang penasaran.
- Selalu ada Call-to-Action. Setiap konten harus jelas: apa yang Moms ingin penonton lakukan setelah menonton? Save? Komentar? Share ke pasangan? Kunjungi link? CTA yang spesifik jauh lebih efektif daripada penutup yang menggantung.
- Stay on brand.Audiensbertahan karena konsistensi. Kalau Moms dikenal sebagai content creator soal MPASI, tetap pegang topik itu sebagai pondasi sebelum bereksperimen dengan topik lain.

Awarding Ceremony: Apresiasi untuk Moms yang Konsisten
Setelah sesi materi, momen yang juga sangat dinanti tiba: Awarding Ceremony.
Dua penghargaan diumumkan oleh MC bersama Bani:
- Creator of The Month: Sunarti Laksono — diberikan kepada KOM yang paling konsisten menghasilkan konten berkualitas dan berdampak sepanjang bulan terakhir.
- Good Vibes Mom: Shabila Gadis — diberikan kepada KOM yang aktif menebar energi positif di komunitas. Sayangnya, Shabila berhalangan hadir di hari acara, tapi penghargaan tetap akan disampaikan langsung kepada beliau.
Selamat untuk Sunarti dan Shabila. Kontribusi Moms berdua jadi pengingat bahwa komunitas yang sehat dibangun dari konsistensi dan kebaikan kecil yang dilakukan terus-menerus.

Lunch, Photo Session, dan Sesi Kulit Sehat Bareng dr Timotius Hansen
Acara dilanjutkan dengan photo session untuk dokumentasi bersama, lalu istirahat makan siang yang dirancang santai dan ngobrol-ngobrol bebas antar Moms.
Sambil menikmati hidangan, Moms juga mendapat sesi edukasi singkat dari dr Timotius Hansen Arista, Bmedsc, M.Ked.Klin, Sp.B.P.R.E, dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik. Beliau berbagi seputar Trend kecantikan yang sedang marak dan tentunya sambil menjawab berbagai pertanyaan dari Moms.

Doorprize, Momreoke, dan Pulang dengan Goodie Bag yang Penuh
Setelah lunch, suasana makin cair. Pengumuman doorprize memunculkan teriakan dan tawa dari beberapa Moms yang beruntung. Lalu sesi Momreoke dimulai — sesi karaoke dan mingle yang jadi cara Supermom buat memastikan Moms pulang bukan cuma dengan ilmu, tapi juga dengan teman baru.
Sebelum pulang, setiap Moms menerima goodie bag berisi produk-produk dari para brand pendukung: Simba, Madurasa, Air Mancur, Lala Bundle, Cool-Vita, dan Shiseido. Bentuk apresiasi kecil dari Supermom dan partner untuk waktu dan energi yang Moms berikan sepanjang hari.

Yang Kami Bawa Pulang
Hari itu kami belajar banyak hal teknis — soal STIFIn, soal Allisya, soal algoritma sosmed. Tapi yang paling tinggal bukan materinya. Yang tinggal adalah perasaan bahwa 50 Moms yang berbeda latar belakang, berbeda fase parenting, dan berbeda kota, bisa duduk di satu ruangan dan saling mengangguk pada cerita yang sama.
Itulah Supermom Circle. Bukan sekadar event. Tapi bukti kecil bahwa “village” yang kita sering dengar dalam kalimat “it takes a village to raise a child” — itu bisa benar-benar dibangun. Satu pertemuan, satu sesi, satu Moms pada satu waktu.
Sampai jumpa di Supermom Circle berikutnya, Moms.




