{"id":8562,"date":"2022-08-04T15:00:11","date_gmt":"2022-08-04T08:00:11","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=8562"},"modified":"2024-05-23T11:47:56","modified_gmt":"2024-05-23T04:47:56","slug":"cara-menggunakan-kantong-asi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-menggunakan-kantong-asi\/","title":{"rendered":"Cara Menggunakan Kantong ASI dengan Benar, Catat!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms mengalami bengkak dan <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/mengatasi-payudara-bengkak-dan-sakit\/\">nyeri pada payudara<\/a> saat sedang menyusui? Memompa salah satu solusinya. Moms bisa menaruh ASI perah di kantong ASI dan menyimpannya <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-freezer-asi\/\">di lemari es khusus asi<\/a>. Tapi bagaimana cara menggunakan kantong ASI dengan benar? Berikut ulasannya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memompa dan menyimpan ASI adalah cara yang bagus untuk memastikan Si Kecil tetap menerima semua vitamin, mineral, dan nutrisi dari ASI. Untuk itu, Moms membutuhkan kantong penyimpanan ASI sebagai cara hemat tempat, hemat biaya, dan juga praktis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tidak dipungkiri jika masih banyak orang yang belum memahami cara penggunaan kantong ASI, hingga masih banyak orang yang menggunakan botol untuk menyimpan ASI pompa. Hal itu memang tidak salah, tetapi botol biasanya cukup menghabiskan banyak tempat saat disimpan di kulkas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, supaya tidak bingung dan bisa beralih pada kantong ASI. Berikut adalah cara-cara menggunakan kantong ASI.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Menggunakan Kantong ASI<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_8557\" aria-describedby=\"caption-attachment-8557\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8557\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/3-2-600x450.png\" alt=\"Cara Menggunakan Kantong ASI\u00a0\" width=\"600\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/3-2-600x450.png 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/3-2-768x576.png 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/3-2.png 900w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8557\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Ziptop.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana cara menggunakan kantong ASI yang benar? Kantong ASI cukup mudah digunakan. Secara umum pengunaannya sama dengan botol ASI. <\/span><\/p>\n<p><strong>Cara menggunakan kantong ASI yang benar:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Moms hanya perlu memindahkan ASI yang sudah dipompa ke dalam kantong ASI<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Tutup dan tulis tanggal dan waktu pada kantong<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menyimpannya di lemari es atau freezer<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, kantong ASI berkualitas dapat berdiri sendiri untuk pengisian, penanganan, dan penyimpanan yang mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cairkan ASI beku pada suhu kamar selama dua jam atau di lemari es selama 24 jam. ASI juga bisa dicairkan dalam wadah berisi air hangat (bukan &gt;36 derajat Celsius). Jika mencairkan ASI pada suhu kamar, pastikan untuk memantaunya dan mendinginkan susu yang telah dicairkan segera setelah hampir sepenuhnya cair. Saat tiba waktunya untuk memberi makan bayi, cukup pindahkan susu dari tas ke botol, dan Moms siap untuk pergi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Penyimpanan Aman Kantong ASI<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_8563\" aria-describedby=\"caption-attachment-8563\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8563\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Breast-Milk-Storage-Bag-600x600.jpeg\" alt=\"Cara Penyimpanan Aman Kantong ASI\" width=\"600\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Breast-Milk-Storage-Bag-600x600.jpeg 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Breast-Milk-Storage-Bag.jpeg 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Breast-Milk-Storage-Bag-150x150.jpeg 150w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Breast-Milk-Storage-Bag-768x768.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8563\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Onefinebaby.com.au<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah tahu cara menggunakan kantong ASI yang benar, kini Moms perlu tahu cara menyimpannya ddengan benar. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, Moms ingin memastikan bahwa <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-pompa-asi-elektrik\/\">ASI pompa elektrik<\/a> atau manual dapat disimpan dengan benar sehingga Si Kecil bisa mendapat manfaat dari semua vitamin dan nutrisi yang diberikan ASI. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> merekomendasikan pedoman penyimpanan ASI seperti berikut. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ASI yang baru diperah atau dipompa dapat disimpan pada:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suhu kamar (25 derajat Celsius) hingga empat jam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di lemari es (4 derajat Celsius) hingga empat hari.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam freezer (0 derajat Celsius) paling baik digunakan dalam waktu enam bulan, tetapi hingga 12 bulan dapat diterima.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dicairkan, sebelumnya dibekukan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat ditinggalkan pada suhu kamar (77 derajat Fahrenheit) selama satu hingga dua jam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Disimpan di lemari es (40 derajat Fahrenheit) hingga 24 jam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan pernah membekukan kembali ASI setelah dicairkan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu bagaimana dengan sisa ASI dalam botol? Karena tak jarang Si Kecil menyisakan susunya yang berada di dalam botol. Yang perlu dicatat, sisa susu dalam botol harus digunakan atau dihabiskan dalam waktu dua jam.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kantong ASI vs Botol ASI<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_8564\" aria-describedby=\"caption-attachment-8564\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8564\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Breast-milk-storage-containers-and-bags-min-1-scaled-1-600x450.jpeg\" alt=\"Kantong ASI vs Botol ASI\" width=\"600\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Breast-milk-storage-containers-and-bags-min-1-scaled-1-600x450.jpeg 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Breast-milk-storage-containers-and-bags-min-1-scaled-1-768x576.jpeg 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Breast-milk-storage-containers-and-bags-min-1-scaled-1.jpeg 900w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8564\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Milkbank.org<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski botol ASI menghabiskan banyak ruang penyimpanan, namun botol masih tetap digunakan setelah dibersihkan dan disterilisasi. Dengan begitu, Moms bisa mengendalikan sampah sekali pakai lewat penggunaan botol ASI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-kantong-asi-terbaik\/\">kantong ASI<\/a>, kebanyakan dirancang untuk digunakan sekali pakai. Artinya setelah digunakan sekali, Moms harus membuangnya. Ini juga didukung oleh beberapa pakar kesehatan yang menyarankan untuk menggunakan kantong ASI sekali dan kemudian membuangnya. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari risiko ASI basi mencemari ASI selanjutnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, beberapa kantong ASI kini dirancang supaya bisa digunakan berkali-kali. Biasanya, kantong ASI jenis ini terbuat dari silikon yang dapat disteril dan tentunya sudah BPA Free, hingga Moms tak perlu khawatir tentang kondisi ASI yang akan digunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada cukup banyak kantong ASI terbaik yang mungkin bisa Moms pilih, jika memang ingin beralih dari botol ke kantong ASI. Selain itu, kantong ASI juga bisa menjadi hadiah terbaik untuk rekan dan kerabat Moms yang baru saja melahirkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para ahli kesehatan telah lama sepakat bahwa ASI memiliki sejumlah vitamin, mineral, dan nutrisi penting yang dapat memenuhi semua kebutuhan Si Kecil untuk memulai hidup yang sehat. Menggunakan kantong ASI juga bisa membantu Si Kecil mendapatkan makanan terbaik dari apa yang Moms berikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kantong dan botol ASI yang Moms sediakan bisa menjadi alat bantu aman, nyaman, higienis, dan simple, selama digunakan dengan bijaksana dan tepat. Moms juga bisa memberikan ASI ekslusif meski ketika Moms sedang tak berada di dekat SI Kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada salahnya menggunakan kantong ASI maupun botol ASI. Selama Moms nyaman menggunakan salah satunya. Yang perlu Moms ingat, baik kantong ASI maupun botol, sama-sama digunakan untuk menyimpan ASI kebutuhan Si Kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan keduanya, Moms bisa tetap menyuplai ASI sekaligus menghindari bengkak dan nyeri payudara selama menyusui. Tentunya, semua merupakan solusi paling aman dan nyaman untuk Moms dan juga Si Kecil. Apalagi kantong ASI dan botol ASI juga kini banyak tersedia di pasaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah itulah beberapa informasi yang bisa Moms ketahui tentang kantong ASI, cara menggunakannya, dan juga perbedaannya dengan botol. Semua pilihan ada di tangan Moms.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga bermanfaat!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Moms mengalami bengkak dan nyeri pada payudara saat sedang menyusui?&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":8556,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[737,1325,1322],"class_list":["post-8562","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-asi","tag-kantong-asi","tag-menyusui"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8562"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8562\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26888,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8562\/revisions\/26888"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8556"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}