{"id":8559,"date":"2022-08-05T09:37:52","date_gmt":"2022-08-05T02:37:52","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=8559"},"modified":"2022-08-10T15:26:23","modified_gmt":"2022-08-10T08:26:23","slug":"mengatasi-payudara-bengkak-dan-sakit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/mengatasi-payudara-bengkak-dan-sakit\/","title":{"rendered":"Cara Mengatasi Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bengkak payudara diikuti rasa nyeri umum terjadi saat Moms sedang menyusui. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Bagaimana cara mengatasi payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui? Dan cara pencegahannya? Baca ulasan berikut, ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembengkakan payudara disebabkan oleh peningkatan aliran darah dan suplai susu di payudara. Dikutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/nutrition\/infantandtoddlernutrition\/breastfeeding\/what-to-expect.html\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Centers for Disease Control and Prevention (CDC)<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, biasanya kondisi ini terjadi pada hari-hari pertama setelah melahirkan. Pembengkakkan juga bisa terjadi ketika Moms memutuskan untuk tidak menyusui. Secara alami, tubuh ibu yang baru melahirkan akan memproduksi susu, tetapi jika tidak memerahnya atau menyusui, produksi ASI pada akhirnya akan berhenti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembengkakan payudara adalah hasil dari peningkatan aliran darah di payudara pada hari-hari setelah melahirkan bayi. Peningkatan aliran darah membantu payudara Anda menghasilkan banyak susu, tetapi juga dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produksi susu mungkin tidak terjadi sampai tiga sampai lima hari pascapersalinan. Pembengkakan pada ibu menyusui dapat terjadi untuk pertama kalinya dalam satu atau dua minggu pertama setelah melahirkan. Ini juga dapat terjadi kembali kapan saja jika terus menyusui.<\/span><\/p>\n<p><strong>Kondisi atau kejadian tertentu dapat membuat Moms lebih mungkin mengalami pembengkakan pada payudara. Penyebab tersebut antara lain:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">melewatkan <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/jadwal-pumping-agar-asi-banyak\/\">jadwal pumping ASI<\/a><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">meningkatkan produksi ASI yang melimpah untuk nafsu makan bayi<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">memberikan susu formula yang dapat mengurangi sesi menyusui<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-menyapih-anak\/\">menyapih bayi<\/a> terlalu cepat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">menyusui bayi yang sakit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kesulitan dengan menempel dan mengisap<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">tidak memerah ASI karena tidak berencana untuk menyusui<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kondisi ini juga biasa diikuti dengan beberapa gejala. Namun, tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Beberapa gejala pembengkakkan payudara termasuk:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">keras atau ketat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">lembut atau hangat untuk disentuh<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">berat atau penuh<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kental<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembengkakan mungkin terdapat pada satu payudara, atau dapat terjadi pada keduanya. Pembengkakan juga dapat meluas ke payudara dan ke ketiak di dekatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembuluh darah yang mengalir di bawah kulit payudara mungkin menjadi lebih terlihat. Ini adalah hasil dari peningkatan aliran darah, serta kekencangan kulit di atas pembuluh darah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa Moms dengan pembengkakan payudara mungkin mengalami demam ringan dan kelelahan pada hari-hari pertama produksi ASI. Jika mengalami hal ini, Moms bisa tetap terus menyusui.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, berkonsultasi dengan dokter adalah langkah terbaik ketika Moms mengalami hal tersebut. Apalagi ketika suhu tubuh Moms mengalami peningkatan, karena beberapa infeksi pada payudara juga dapat menyebabkan demam, dan infeksi ini perlu diobati sebelum menjadi masalah yang lebih besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mastitis, misalnya, adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada jaringan payudara. Dikutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/mastitis\/symptoms-causes\/syc-20374829\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayo Clinic<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, ini paling sering disebabkan oleh susu yang terperangkap di payudara. Mastitis yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi seperti kumpulan nanah di saluran susu yang tersumbat.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/kanker-yang-menyerang-perempuan\/\">5 Jenis Kanker yang Menyerang Perempuan, Ketahui Gejalanya!<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><b>Cara Mengatasi Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_5488\" aria-describedby=\"caption-attachment-5488\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5488 size-medium\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Memompa-Sambil-Menyusui-300x169.png\" alt=\"Cara Mengatasi Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Memompa-Sambil-Menyusui-300x169.png 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Memompa-Sambil-Menyusui-1024x576.png 1024w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Memompa-Sambil-Menyusui-768x432.png 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Memompa-Sambil-Menyusui-1536x864.png 1536w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Memompa-Sambil-Menyusui.png 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5488\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Supermom<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski payudara bengkak dan sakit adalah hal yang umum terjadi pada ibu menyusui. Namun, tetap saja ini jadi masalah yang mengganggu. Moms mungkin akan mengalami ketidaknyamanan selama beberapa waktu akibat kondisi ini.<\/span><\/p>\n<p><strong>Namun jangan khawatir, Moms ada beberapa cara mengatasi payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui, yang bisa Moms lakukan sendiri di rumah. Apa saja? Berikut adalah cara-caranya.<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">menggunakan kompres hangat, atau mandi air hangat untuk mendorong susu turun<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">memberi makan lebih teratur, atau setidaknya setiap satu hingga tiga jam<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">menyusui selama bayi lapar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">memijat payudara Anda saat menyusui<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">menerapkan kompres dingin atau kompres es untuk menghilangkan rasa sakit dan bengkak<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">posisi menyusui bergantian untuk mengalirkan ASI dari semua area payudara<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">payudara bergantian saat menyusui sehingga bayi Anda mengosongkan persediaan Anda<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">memerah dengan tangan atau menggunakan <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-pompa-asi-elektrik\/\">pompa ASI elektrik<\/a> atau manual ketika Anda tidak bisa menyusui<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">minum obat pereda nyeri yang disetujui dokter<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi mereka yang tidak menyusui, pembengkakan yang menyakitkan biasanya berlangsung sekitar satu hari. Setelah periode itu, payudara mungkin masih terasa penuh dan berat, tetapi ketidaknyamanan dan rasa sakitnya akan mereda. Moms dapat menunggu periode ini, atau dapat menggunakan salah satu perawatan berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">menggunakan kompres dingin atau kompres es untuk meredakan pembengkakan dan peradangan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">minum obat pereda nyeri yang disetujui oleh dokter Anda<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">mengenakan bra yang mendukung yang mencegah payudara Anda bergerak secara signifikan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Cara Mencegah Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_3761\" aria-describedby=\"caption-attachment-3761\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-3761 size-medium\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Foto-Utama-Makanan-Ibu-Menyusui-Pexels.com_martproduction-300x200.jpg\" alt=\"Cara mengatasi payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Foto-Utama-Makanan-Ibu-Menyusui-Pexels.com_martproduction-300x200.jpg 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Foto-Utama-Makanan-Ibu-Menyusui-Pexels.com_martproduction-768x512.jpg 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Foto-Utama-Makanan-Ibu-Menyusui-Pexels.com_martproduction.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3761\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Pexels.com\/martproduction<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, Moms tidak dapat mencegah pembengkakan payudara di hari-hari pertama setelah melahirkan. Sampai tubuh Moms tahu bagaimana mengatur produksi ASI, karena bisa saja tubuh ibu menyusui mungkin akan memproduksi secara berlebihan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Namun, Moms dapat mencegah pembengkakan payudara selanjutnya dengan tips dan teknik berikut seperti dirangkum dari <a href=\"https:\/\/www.healthline.com\/health\/breast-engorgement#takeaway\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Healthline<\/a>:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyusui secara teratur atau pompa secara teratur. Tubuh Moms membuat susu secara teratur, terlepas dari jadwal menyusui. Susui bayi\u00a0 setidaknya setiap satu hingga tiga jam. Pompa jika Si Kecil tidak lapar atau saat Moms sedang pergi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan paket es untuk mengurangi pasokan. Selain mendinginkan dan menenangkan jaringan payudara yang meradang, kompres es dan kompres dingin dapat membantu mengurangi suplai ASI. Itu karena kompres dingin mematikan sinyal &#8220;kekecewaan&#8221; di payudara yang memberi tahu tubuh untuk membuat lebih banyak susu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarkan sedikit ASI. Jika perlu meredakan tekanan, Moms dapat memerah sedikit ASI atau memompanya dengan tangan. Namun, jangan memompa atau mengekspresikan terlalu banyak. Itu bisa menjadi bumerang, dan pada akhirnya, tubuh Moms mungkin akan mencoba menghasilkan lebih banyak susu untuk menebus apa yang baru saja dikeluarkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyapih perlahan. Jika terlalu cepat untuk berhenti menyusui, rencana penyapihan bisa menjadi bumerang. Moms bisa berakhir dengan kelebihan produksi susu. Sapih Si Kecil secara perlahan agar tubuh dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan yang berkurang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan tergoda untuk memerah atau memompa ASI. Anda akan memberi sinyal ke tubuh Anda bahwa ia perlu memproduksi susu, dan Anda dapat memperpanjang ketidaknyamanan. Ini jadi salah satu trik saat Moms sudah berhasil menyapih Si Kecil.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah itu dia beberapa informasi yang bisa Moms ketahui tentang cara mengatasi payudara bengkak dan sakit pada ibu menyusui. Sebelum terjadi, Moms bisa melakukan pencegahan dengan melakukan beberapa cara lain yang sudah disebutkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga membantu!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bengkak payudara diikuti rasa nyeri umum terjadi saat Moms sedang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":8552,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[739,877,1322,1323,1324],"class_list":["post-8559","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-bayi","tag-ibu-menyusui","tag-menyusui","tag-payudara-bengkak","tag-payudara-sakit"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8559","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8559"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8559\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9288,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8559\/revisions\/9288"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8552"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}