{"id":6714,"date":"2022-07-07T09:42:31","date_gmt":"2022-07-07T02:42:31","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=6714"},"modified":"2024-05-16T09:30:52","modified_gmt":"2024-05-16T02:30:52","slug":"penggunaan-masker-untuk-bayi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/penggunaan-masker-untuk-bayi\/","title":{"rendered":"Masker untuk Bayi, Perlukah? Ini Kata Para Ahli!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun Covid-19 sudah beralih menjadi endemik, masker masih menjadi alat kesehatan yang penting bagi keluarga. Terlepas dari itu, juga banyak yang masih bingung atau mempertanyakan apakah masker untuk bayi juga sama pentingnya seperti masker pada orang dewasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya tidak hanya untuk Covid-19, penggunaan masker juga untuk melindungi orang dari kuman di udara yang menular (menyebar dari orang ke orang) dan dapat menyebabkan penyakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masker juga membantu mencegah penyebaran kuman yang berasal dari cairan, seperti cairan tubuh, yang dapat membawa infeksi. Jika kuman ini masuk ke wajah seseorang, mereka dapat dengan mudah digosokkan ke mulut, hidung atau mata dan menyebarkan infeksi ke bagian lain dari tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi seberapa pentingkah masker untuk bayi Moms? Apa solusi lain untuk menjaga Si Kecil terserang dari ancaman virus, bakteri dan berbagai penyakit menular di luaran sana?<\/span><\/p>\n<h2><b>Larangan Penggunaan Masker untuk Bayi<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_6716\" aria-describedby=\"caption-attachment-6716\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6716\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Masker-untuk-bayi_Freepik_senivpetro-300x200.jpg\" alt=\"Larangan penggunaan masker untuk bayi\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Masker-untuk-bayi_Freepik_senivpetro-300x200.jpg 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Masker-untuk-bayi_Freepik_senivpetro-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Masker-untuk-bayi_Freepik_senivpetro-768x512.jpg 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Masker-untuk-bayi_Freepik_senivpetro.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6716\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Freepik.com\/senivpetro<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari manfaat masker wajah, <\/span><a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/coronavirus\/2019-ncov\/prevent-getting-sick\/masks.html?CDC_AA_refVal=https%3A%2F%2Fwww.cdc.gov%2Fcoronavirus%2F2019-ncov%2Fprevent-getting-sick%2Fdiy-cloth-face-coverings.html\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">CDC<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> mengatakan anak-anak di bawah 2 tahun tidak boleh memakainya. Itu artinya, pemakaian masker untuk bayi bukanlah sesuatu yang dianjurkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasannya, bayi memiliki saluran udara yang lebih kecil secara alami. Masker pada bayi membuat mereka menghirup dan menghembuskan napas menjadi lebih sulit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms mungkin tidak pernah tahu bahwa Si Kecil kesulitan bernapas karena dia tidak memiliki kemampuan untuk memberi tahu Moms dan Dads. Bayi juga tidak cukup kuat untuk menyesuaikan atau melepas masker sendiri. Parahnya, hal ini dapat menyebabkan mati lemas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rosemary Olivero, M.D., kepala divisi penyakit menular di Rumah Sakit Anak Helen DeVos, Amerika Serikat, mengatakan balita kecil tidak terbiasa mengenakan sesuatu di wajah. Penggunaan masker untuk bayi, justru akan membuat mereka mungkin lebih sering menyentuh masker tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKetika Moms memakaikan masker untuk bayi dan mereka menyentuh masker di mukanya tersebut, kuman justru dapat merembes melalui tepi dan masuk ke mata, hidung, atau mulutnya. Hal ini dipertimbangkan dengan mengesampingkan manfaat menggunakan masker,\u201d katanya seperti dikutip dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Parents.com.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyarankan hal yang serupa. Meskipun dengan tujuan menghindari potensi penularan penyakit menular melalui udara, penggunaan masker untuk bayi adalah sesuatu yang dilarang atau tidak disarankan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut tata cara penggunaan masker oleh <\/span><a href=\"https:\/\/www.idai.or.id\/tentang-idai\/pernyataan-idai\/faq-pemakaian-masker\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">IDAI<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, bayi tidak memungkinkan penggunaan masker. Solusinya, Moms harus memastikan orang disekitar anak Moms untuk menggunakan masker jika sedang sakit atau sebaliknya jika Si Kecil sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya itu, orang-orang dewasa di sekitar bayi juga harus memastikan etika batuk dan kebersihan tangan sesuai dengan yang dianjurkan. Pastikan untuk mengikuti panduan <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-merawat-bayi-baru-lahir\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">cara merawat bayi baru lahir<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tepat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Solusi Selain Penggunaan Masker untuk Bayi<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_5940\" aria-describedby=\"caption-attachment-5940\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-5940\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Imunisasi-2-300x200.jpg\" alt=\"vaksin solusi selain masker untuk bayi\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Imunisasi-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Imunisasi-2-768x512.jpg 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Imunisasi-2.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5940\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Unsplash.com\/cdc<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat banyak cara atau solusi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh Si Kecil, selain menggunakan masker untuk bayi. Beberapa cara sederhana lainnya yaitu:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Meminimalisir Paparan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membatasi paparan dan menghindari kontak dengan publik yang tidak perlu. Jangan biarkan Si Kecil berinteraksi dengan intens bersama seseorang yang sakit atau dapat menularkan virus dan bakteri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ajari anak Moms yang lebih besar untuk menghindari menyentuh wajah mereka.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Jaga kebersihan tangan.<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik adalah langkah yang optimal. Tidak hanya itu, pembersih tangan dengan setidaknya 60% alkohol adalah pengganti terbaik berikutnya.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Jaga Kebersihan Alat-alat yang Digunakan Si Kecil<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tutupi gendongan bayi atau stroller dengan selimut atau cover. Ini dapat membantu melindungi Si Kecil, tetapi tetap memberi mereka kemampuan untuk bernapas dengan nyaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan letakan selimut atau gendongan sembarangan. Begitu pula dengan peralatan bayi lainnya yang mungkin saja bisa disentuh oleh kerabat yang sedang sakit dan lupa mencuci tangan.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Beri ASI<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain penggunaan masker untuk bayi, pemberian ASI adalah yang lebih utama. ASI mengandung banyak elemen yang mendukung sistem kekebalan bayi Moms. Ini termasuk protein, lemak, gula, antibodi serta probiotik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika seorang ibu bersentuhan dengan kuman, dia mengembangkan antibodi untuk membantunya melawan infeksi. Ini diteruskan ke bayi dalam ASI. Karena ibu dan bayi biasanya terpapar kuman yang sama, ini berarti bayinya terlindungi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi yang diberi ASI memiliki lebih sedikit infeksi dan sembuh lebih cepat daripada bayi yang diberi susu formula. Namun, menyusui tidak dapat melindungi bayi Moms dari infeksi serius yang mengancam jiwa seperti polio, difteri, atau campak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Juga, bagi ibu yang tidak dapat menyusui atau memilih untuk tidak menyusui, susu formula merupakan alternatif yang sehat. Terdapat banyak <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-susu-formula-usia-1-3\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">rekomendasi susu formula untuk usia 1-3<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> tahun dan pastinya, pastikan Moms mengikuti <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-membuat-susu-formula-yang-benar\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">cara membuat susu formula yang benar.\u00a0<\/span><\/a><\/p>\n<h3><b>5. Vaksinasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memvaksinasi anak-anak adalah cara paling aman dan paling efektif untuk melindungi mereka dari penyakit serius. Vaksinasi menyebabkan respons imun dengan cara yang sama seperti virus atau bakteri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, jika anak Moms terkena penyakit yang sebenarnya di masa depan, sistem kekebalannya akan mengenali kuman dan merespons dengan cukup cepat untuk melawan penyakit atau mencegah komplikasi serius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini Moms dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/jadwal-imunisasi-anak\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">jadwal munisasi anak 1-5 tahun yang wajib diberikan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Bagaimanapun, memberikan vaksin kepada Si Kecil adalah salah satu solusi terbaik, terlebih merawat bayi tanpa imunisasi memiliki berbagai risiko berbahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa hal terkait dengan penggunaan masker untuk bayi. Bukan sesuatu yang dianjurkan, masker untuk bayi untuk justru bisa sangat berbahaya bagi Si Kecil karena dapat menyebabkan kesulitan bernafas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/balsem-bayi\/\">5 Rekomendasi Balsem Bayi Untuk Meredakan Flu Dan Batuk Yang Wajib Dicoba\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meskipun Covid-19 sudah beralih menjadi endemik, masker masih menjadi alat&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":6715,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[1133,1132,1131],"class_list":["post-6714","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-bahaya-masker-untuk-bayi","tag-masker","tag-masker-untuk-bayi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6714","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6714"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6714\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26720,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6714\/revisions\/26720"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6715"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6714"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6714"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6714"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}