{"id":6643,"date":"2022-07-01T15:50:04","date_gmt":"2022-07-01T08:50:04","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=6643"},"modified":"2022-07-25T15:58:55","modified_gmt":"2022-07-25T08:58:55","slug":"mitos-dan-fakta-bahaya-baby-walker","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/mitos-dan-fakta-bahaya-baby-walker\/","title":{"rendered":"4 Mitos dan Fakta Bahaya Baby Walker, Simak Penjelasannya!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah Moms mendengar tentang bahaya baby walker? Ini tentu menjadi pertimbangan Moms saat Si Kecil mulai berlajar berjalan. Tak cuma Moms, banyak orang tua ingin tahu kapan bayi mereka dapat segera berjalan, bagaimana cara melatihnya, dan dengan alat bantu apa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jangan terlalu terpaku pada angka. Perkembangan bayi normal dapat mulai berjalan pada usianya menginjak 9 bulan atau selambat-lambatnya 16 bulan. Ada banyak faktor menjawab kenapa Si Kecil belum dapat berjalan mandiri. Mulai dari fisik maupun psikisnya, yang mempengaruhi waktu kapan ia mulai berjalan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>Terkait dengan bahaya baby walker, yuk simak ulasannya di bawah ini.<\/p>\n<h2><b>Benarkah Ada Bahaya Baby Walker?<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_6646\" aria-describedby=\"caption-attachment-6646\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6646\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-photo-6624362-300x200.webp\" alt=\"Benarkah Ada Bahaya Baby Walker?\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-photo-6624362-300x200.webp 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-photo-6624362-1024x683.webp 1024w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-photo-6624362-768x512.webp 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-photo-6624362-1536x1024.webp 1536w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-photo-6624362-2048x1365.webp 2048w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/pexels-photo-6624362.webp 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6646\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Pexels.com\/Keira Burton<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan alat bantu belajar jalan berupa tempat duduk yang dikitari roda-roda, atau dikenal sebagai baby walker, masih jadi perdebatan. Padahal, <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-walker-bayi\/\">baby walker untuk belajar jalan<\/a> ini cukup banyak dijual di pasaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Indonesia, para ahli telah memperingatkan bahaya baby walker tetapi belum ada larangan resmi dari pemerintah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, <\/span><a href=\"https:\/\/www.idai.or.id\/artikel\/seputar-kesehatan-anak\/penggunaan-baby-walker\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> turut memperingatkan bahaya baby walker, dan menganjurkan pelarangan baby walker oleh pemerintah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain luka akibat jatuh, berikut risiko baby walker menurut IDAI:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">bayi dapat mencapai alat penghangat atau tempat api<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">bayi dapat mencapai lemari\/laci yang berisi produk pencucian<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">bayi dapat mencapai minuman panas, ceret mendidih, seterika<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">bayi dapat mencapai ember atau baskom air<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam catatan dokter Irwanto yang dilansir di situs IDAI tersebut, ditegaskan bahwa baby walker tidak membantu bayi lebih cepat berjalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKarena itu sebaiknya baby walker dilarang digunakan pada bayi-bayi yang baru belajar berjalan dan kalaupun terpaksa digunakan harus mendapat pengawasan yang ketat dari orang tua,\u201d <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">demikian salah satu baris tulisannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahaya baby walker juga diulas dalam studi yang dilansir <\/span><a href=\"https:\/\/health.clevelandclinic.org\/are-infant-walkers-safe\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cleveland Clinic<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Hasil riset itu menunjukkan bahwa\u00a0 cedera kepala dan leher-termasuk patah tulang tengkorak- marak diderita bayi pengguna baby walker.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desain melingkar, beroda, dengan kursi gantung di tengah untuk bayi duduki, menjadi sasaran kritik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAnak-anak bisa sangat cepat dengan baby walker, mampu bergerak beberapa meter dalam hitungan detik, bahkan lebih cepat daripada orang dewasa yang berlari,\u201d kata dokter anak Kimberly Giuliano, MD, di situs Cleveland Clinic.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia mengkhawatirkan, para bayi dengan posisi mereka yang juga tambah tinggi dengan baby walker, bisa menjangkau benda tajam atau panas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Moms mengandalkan baby walker untuk membuat bayi tetap di tempat aman selama Moms beraktivitas, pertimbangkan penggunaan playpen yang luas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, meski direkomendasikan, Moms harus memastikan bahwa bayi tetap terlihat di playpen-nya selama kita beraktivitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekhawatiran lainnya adalah kemungkinan bayi terguling dari alat itu, akibat tersandung atau dorongan dari Si Kecil sendiri. Silakan bertanya kepada dokter pribadi untuk penjelasan lebih lanjut dan simak sejumlah mitos dan fakta ini.<\/span><\/p>\n<p>Ketimbang baby walker, Moms mungkin bisa mempertimbangkan <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/alat-bantu-bayi-belajar-berjalan\/\">alat bantu bayi belajar berjalan<\/a> lainnya.<\/p>\n<h2><b>4 Mitos dan Fakta Bahaya Baby Walker<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_6650\" aria-describedby=\"caption-attachment-6650\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6650\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/photo-1624127506513-54ebbe438f6b-300x225.jpg\" alt=\"4 Mitos dan Fakta Bahaya Baby Walker\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/photo-1624127506513-54ebbe438f6b-300x225.jpg 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/photo-1624127506513-54ebbe438f6b-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/photo-1624127506513-54ebbe438f6b-768x576.jpg 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/photo-1624127506513-54ebbe438f6b.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6650\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Unsplash.com\/smartdicson<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/www.shb.scot.nhs.uk\/departments\/physiotherapy\/Myths_About_BabyWalkers.pdf\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peneliti <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dewan NHS Shetland, Inggris<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, mengungkapkan masih terdapat mitos di balik penggunaan baby walker yang diyakini para orang tua. Sehingga, tak heran penggunaannya masih menjamur dewasa ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut yang mitos dan fakta seputar bahaya baby walker yang dapat kami rangkum dari jurnal yang mereka terbitkan:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>1. Mitos 1<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mitos: Baby walker adalah tempat aman untuk saya meletakkan Si Kecil selama beberapa menit<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktanya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menempatkan bayi di dalam baby walker seperti memberi seorang remaja sebuah Ferrari alias rentan kecelakaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baby walker yang memungkinkan bayi bergerak sangat cepat, bisa sangat memudahkan bayi menjangkau barang-barang berbahaya di rumah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>2. Mitos 2<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mitos: Menggunakan baby walker akan membantu bayi saya untuk belajar berjalan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktanya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian di British Medical menunjukkan bahwa penggunaan baby walker tidak terkait dengan pencapaian duduk atau berdiri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Justru baby walker terbukti menghambat perkembangan, karena bayi belajar cepat berjalan tanpa keterampilan keseimbangan yang tepat\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>3. Mitos 3<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mitos: Menggunakan baby walker akan membantu perkembangan bayi saya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fakta:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Studi juga menunjukkan bahwa bayi dengan baby walker, merangkak dan berjalan lebih lambat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baby walker bisa mencegah anak mengalami fase merangkak sebelum berdiri dan berjalan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akibat tidak seimbangnya kerja otak kanan dan kiri, yang biasanya berlangsung dalam proses belajar berjalan, mengurangi keterampilan anak<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merangkak adalah kegiatan penting dalam mendorong pola silang kinerja otak kanan dan otak kiri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan baby walker, bayi kehilangan kesempatan untuk belajar yang penting keterampilan motorik dan persepsi, seperti jarak dan kedalaman, dan konsep keluar-masuk, atau di atas dan di bawah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>4. Mitos 4<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mitos: Menggunakan baby walker akan memperkuat kaki bayi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fakta:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baby walker mengganggu posisi alami anak\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baby walker mengajari anak-anak untuk berlari di lantai menggunakan jari kaki\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keseimbangan, otot, dan perkembangan sendi, dari lutut sampai pergelangan kaki bisa jadi masalah jangka panjang<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Rekomendasi Ahli<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_6647\" aria-describedby=\"caption-attachment-6647\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6647\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/portrait-doctor-listening-little-baby-with-stethoscope_23-2148352116-300x200.webp\" alt=\"Rekomendasi Ahli\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/portrait-doctor-listening-little-baby-with-stethoscope_23-2148352116-300x200.webp 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/portrait-doctor-listening-little-baby-with-stethoscope_23-2148352116-1024x683.webp 1024w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/portrait-doctor-listening-little-baby-with-stethoscope_23-2148352116-768x512.webp 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/portrait-doctor-listening-little-baby-with-stethoscope_23-2148352116.webp 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6647\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Freepik.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui bahaya baby walker, Moms perlu mengetahui rekomendasi ahli terkait mengajarkan Si Kecil untuk berjalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam jurnal tersebut, direkomendasikan agar Moms melakukan kebiasaan-kebiasaan ini dalam melatih bayi berjalan, alih-alih menempatkan bayi di baby walker:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak perlu buru-buru ingin anak dapat segera berjalan. Biarlah anak memiliki waktu yang cukup untuk mengembangkan otot, kekuatan, dan keseimbangan, semua bayi akan berjalan ketika mereka siap (biasanya antara 9-18 bulan).\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tummy Time sebanyak mungkin. Sejak lahir, ahli menyarankan aktivitas dengan tengkurap sebanyak mungkin. Namun, perlu diingat bayi harus tidur dalam keadaan telentang. Tummy time adalah fondasi penting untuk semua keterampilan motorik, dan kekurangan tengkurap dapat memiliki dampak besar ke depannya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Latihlah bayi berjalan dengan meletakkan karpet besar atau tikar anti slip di lantai. Biarkan bayi lebih sering bertelanjang kaki untuk mengeksplorasi kemampuannya. Pastikan bayi juga memiliki pegangan saat mereka belajar merangkak dan berjalan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertimbangkan untuk membeli push walker, seperti kereta dorong yang cocok untuk bayi yang sudah berdiri, kendati belum cukup tegak<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga informasi mengenai bahaya baby walker ini bermanfaat Moms.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/manfaat-baby-walker\/\">Adakah Manfaat Baby Walker untuk Bayi? Simak Penjelasan Ahli!<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms bisa beli beragam<\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/compare\/campaign\/traveling-mudah-dan-nyaman\"><span style=\"font-weight: 400;\"> peralatan bepergian bayi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, alat untuk membantu Si Kecil belajar jalan, di Supermom. Selamat berbelanja!\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah Moms mendengar tentang bahaya baby walker? Ini tentu menjadi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":6649,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[154,1119,1120,1056],"class_list":["post-6643","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-baby-walker","tag-bahaya-baby-walker","tag-bayi-belajar-berjalan","tag-travel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6643","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6643"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6643\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8362,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6643\/revisions\/8362"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6649"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6643"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6643"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6643"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}