{"id":6095,"date":"2022-06-19T15:16:55","date_gmt":"2022-06-19T08:16:55","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=6095"},"modified":"2024-05-16T09:10:45","modified_gmt":"2024-05-16T02:10:45","slug":"cara-memakai-gendongan-bayi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-memakai-gendongan-bayi\/","title":{"rendered":"Cara Memakai Gendongan Bayi Tradisional dan Instan yang Benar"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"6095\" class=\"elementor elementor-6095\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-7669f99 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"7669f99\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-792a5f6c\" data-id=\"792a5f6c\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-1c960579 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"1c960579\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Ada banyak sekalli jenis gendongan di pasaran. Moms mungkin bingung cara memakainya. Berikut cara memakai gendongan bayi yang benar.<\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Gendongan merupakan salah satu <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/compare\/campaign\/traveling-mudah-dan-nyaman\">peralatan bepergian bayi<\/a> yang penting untuk dimiliki. Menggendong bayi dengan bantuan gendongan memiliki banyak manfaat. Seperti apa cara memakai gendongan bayi yang aman dan nyaman?<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Dewasa ini Moms bisa memilih antara gendongan instan maupun tradisional dengan kain khas daerah misalnya. Ada banyak <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/macam-macam-gendongan-bayi\/\">macam gendongan bayi<\/a>. Moms mungkin bingung bagaimana cara memakai gendongan bayi dengan benar.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah sebelum\u00a0 mengetahui cara memakai gendongan bayi yang benar, yuk simak dulu sedikitnya 7 manfaat medis dari penggunaan gendongan, yang dirangkum dari para dokter anak di Rumah Sakit Anak St. Louis, Washington.\u00a0<\/span><\/p><h2><strong>Manfaat Gendongan Bayi<\/strong><\/h2><figure id=\"attachment_6111\" aria-describedby=\"caption-attachment-6111\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/young-woman-with-baby-daughter-carrier-sunset_1303-23326-300x200.webp\" alt=\"manfaat menggendong bayi\" width=\"300\" height=\"200\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6111\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: freepik.com\/senivpetro<\/em><\/figcaption><\/figure><p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah manfaat medis utama dari gendongan bayi, seperti dilansir <a href=\"https:\/\/childrensmd.org\/browse-by-age-group\/newborn-infants\/should-you-wear-a-baby-sling\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">The Childrens Mom Docs<\/a>:<\/span><\/p><h3><strong>1. Bayi Lebih Sedikit Menangis<\/strong><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan riset medis pediatrik di Kanada, yang jurnalnya terbit di Pediatrics, menggendong bayi dapat mengurangi tangisan bayi sebesar 43 persen pada siang hari, dan 54 persen pada malam hari. <\/span>Artinya aktivitas menggendong bayi dapat mengurangi dampak stres pada orang tua dan bayi.<\/p><h3><strong>2. Meningkatkan Perkembangan Fisik Bayi<\/strong><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara memakai gendongan bayi yang benar ternyata bisa meningkatkan perkembangan fisik bayi.\u00a0 <\/span>Posisi tegak bayi yang digendong meningkatkan kekuatan leher dan kontrol kepala. Jika lengan bayi diletakkan di dada orang tua, bayi akan menekan dada dan menguatkan lengannya.<\/p><p>Posisi datar kursi bayi dan boks bayi tidak mendorong perkembangan fisik seperti itu. Gerakan menggendong yang konstan tidak hanya menenangkan bayi, tetapi juga meningkatkan keseimbangan dan perkembangan telinga bagian dalam.<\/p><h3><strong>3. Meningkatkan Produksi ASI<\/strong><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Menggendong meningkatkan produksi ASI dan menyusui. <\/span>Kontak fisik dengan bayi menyebabkan Moms melepaskan hormon yang disebut oksitosin, yang <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-memperbanyak-asi\/\">memperbanyak produksi ASI<\/a>. Moms juga dapat menyusui bayi dalam gendongan, sehingga memudahkan menyusui tanpa membebani lengan. Ini sangat bermanfaat bagi ibu yang sibuk dengan beberapa anak kecil.<\/p><h3><strong>4. Meningkatkan Perkembangan Neurobehavioral dan Bicara<\/strong><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara memakai gendongan bayi yang benar juga bisa meningkatkan perkembangan neurobehavioral dan bicara. <\/span>Bayi yang digendong memiliki pandangan dunia yang terus berubah, berbeda dengan menatap satu layar ponsel atau televisi misalnya.<\/p><p>Mereka dihadapkan pada beragam suara, emosi, dan ekspresi wajah, yang semuanya penting untuk perkembangan neurobehavioral. Bayi yang digendong biasanya mendengar lebih banyak bahasa. Semakin banyak kata yang didengar bayi, semakin banyak kata yang akan dia ucapkan sebagai balita.<\/p><h3><strong>5.\u00a0 Meningkatkan Bonding<\/strong><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Menggendong bayi meningkatkan ikatan dan keterikatan ibu-bayi. <\/span>Oksitosin juga mendorong ikatan ibu dan bayi. Pelekatan yang kuat mendorong perawatan bayi yang lebih baik, dan mengurangi kejadian depresi pascapersalinan dan penyakit psikosomatik pada ibu.<\/p><h3><strong>6. Membantu Moms Berolahraga<\/strong><\/h3><p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Babywearing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membantu Moms berolahraga. Sulit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workout <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">belakangan ini? Membawa 7-20 pound ekstra sepanjang hari adalah latihan yang sangat baik untuk orang tua, dan cara yang bagus untuk menjadi bugar setelah kehamilan. <\/span><\/p><p>Dengan bayi yang melekat pada Moms, setiap langkah yang Anda ambil di sekitar rumah membantu Moms membangun kekuatan kaki, punggung, dan perut. Saat berat badan bayi perlahan bertambah, intensitas latihan Moms malah perlahan meningkat.<\/p><h3><strong>7. Mencegah Peyang<\/strong><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa sangka cara memakai gendongan bayi yang benar bisa mencegah kepala bayi peyang. Plagiocephaly adalah istilah medis untuk perataan bagian belakang kepala bayi yang dikenal dengan peyang. <\/span>Peyang merupakan hasil dari menghabiskan berjam-jam per hari hanya dengan berbaring.<\/p><p>Tidur terlentang sangat dianjurkan untuk mencegah SIDS (sindrom kematian bayi mendadak). Namun, jika bayi menghabiskan sepanjang malam di punggungnya dan sepanjang hari di kursi bayi, tekanan konstan di bagian belakang tengkorak dapat mengakibatkan pendataran bagian belakang tengkorak rata.<\/p><h2><b>Cara Memakai Gendongan Bayi Tradisional<\/b><\/h2><figure id=\"attachment_6110\" aria-describedby=\"caption-attachment-6110\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/tiny-newborn-child-close-eyes-having-good-sleep-baby-sling-feeling-protection-from-his-beautiful-young-mother-family-lifestyle-concept_176420-12238-300x200.webp\" alt=\"cara memakai gendongan bayi tradisional\" width=\"300\" height=\"200\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6110\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: freepik.com\/cookie_studio<\/em><\/figcaption><\/figure><p><span style=\"font-weight: 400;\">Kiat penggunaan <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-gendongan-bayi-kain\/\">gendongan kain<\/a> tradisional ini bisa diaplikasikan untuk menggendong bayi baru lahir (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">newborn<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) hingga <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mampu mengangkat kepalanya.<\/span><\/p><p>Banyak yang merasa cara memakai gendongan bayi dengan kain tradisional sulit dilakukan dan tidak praktis. Namun, ternyata tidak demikian Moms. Cara menggendong bayi dengan kain tradisional bisa praktis juga lho, Moms!<\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut cara memakai kain gendongan bayi ala tradisional, yang dilihat dari kanal YouTube <\/span><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/c\/AnisyaCahya\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anisya Cahya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalungkan kain di leher, dengan panjang berbeda. Ujung kain di sisi kiri lebih panjang dari ujung kain di sisi kanan.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tangan kiri pegang sisi pendek, tangan kanan pegang sisi panjang.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian k<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ain yang panjang diambil melingkari kain yang pendek, lalu keluarkan di bagian atas dua ujung kain yang telah tersilang<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa melepas pegangan sisi pendek, ujung kain panjang dibawa melewati bagian dalam ujung kain pendek dan raih dengan pergelangan tangan kiri.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Simpul telah benar saat Moms mampu menaik turunkan simpul sesuai ukuran bayi.\u00a0<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bawa bayi masuk dengan menyangga lehernya dengan tangan. Khusus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">newborn, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">simpan bayi dengan fokus pada kepala dan bahunya, agar melekat di bahu Moms.\u00a0<\/span><\/li><\/ul><p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah nyaman, ambil kain perlahan sampai menutup bagian pantat. Bagi anak yang lebih besar, gunakan satu tangan untuk memastikan ia selalu dalam pelukan, sementara satu tangan lain mengatur posisi kain.<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan semua proses peletakkan bayi dengan perlahan, hati-hati, dan tubuh Moms condong ke belakang.<\/span><\/i><\/li><\/ul><ul><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah bagian bokong masuk kain, turunkan seluruh badan bayi secara perlahan ke kain, sampai bagian kakinya melewati batas kain.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelan-pelan dan tetap pastikan kepalanya menempel di pangkal bahu Moms, atur ukuran lebar kain gendongan sampai menyangga semua bagian punggungnya.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan bayi terjangkau kecupan dan penglihatan Moms, karena ini standar keamanan bayi dalam gendongan.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tarik ulur simpul hingga menemukan ukuran yang pas<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">newborn, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">gunakan ujung kain tersisa untuk digulung sebagai bantalan di belakang lehernya untuk mengamankan kepala<\/span><\/li><\/ul><p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara memakai gendongan bayi instan maupun konvensional, perhatikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">TICKS rules <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dirancang Konsorsium Selempang Inggris, seperti dilansir <a href=\"https:\/\/www.nct.org.uk\/baby-toddler\/slings-and-swaddling\/everything-you-need-know-about-slings-and-carriers\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">NCT<\/a>:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">T (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tight<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\/ketat). Gendongan instan harus cukup kencang untuk menyangga bayi erat-erat, dan memelukkan tubuhnya ke badan Moms.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">I untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">in view all the times<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Moms harus selalu dapat melihat wajah bayi di gendongan.\u00a0<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">C (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">close)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau cukup dekat untuk dicium.\u00a0<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">K (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">keep chin off the chest).<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Beri ruang 1-2 jari antara dagu bayi dan dadanya.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">S (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">support straight back).<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Gendongan mesti nyaman menyangga punggung ya Moms.<\/span><\/li><\/ul><h2><b>Cara Memakai Gendongan Instan<\/b><\/h2><figure id=\"attachment_6109\" aria-describedby=\"caption-attachment-6109\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/photo-1564149809912-731909a19d89_ixlibrb-1.2-300x200.jpg\" alt=\"Cara Menggunakan Gendongan Bayi Instan\" width=\"300\" height=\"200\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6109\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: unsplash.com\/kellysikkema<\/em><\/figcaption><\/figure><p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara memakai gendongan bayi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">baby carrier<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">baby sling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p><ol><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menggendongnya di belakang maupun depan, pastikan pinggul bayi menyebar sehingga kakinya mengangkangi tubuh Moms. posisi ini dikenal dengan posisi M shape.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">M shape juga berarti lutut bayi Anda harus direntangkan, pahanya harus ditopang, dan pinggulnya harus ditekuk.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan membuat selangkangan bayi seolah menggantung di gendongan dengan pinggul tertutup, karena dikhawatirkan menyebabkan displasia.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika cara memakai gendongan bayi samping, maka bayi harus bisa menggerakkan kepala, lengan, dan kakinya, saat Moms pakai baby sling.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan bayi juga dapat melihat keluar dari gendongan dan kainnya tidak menutupi wajahnya.<\/span><\/li><\/ol><h2><b>Cara Memakai Gendongan Bayi yang Aman<\/b><\/h2><figure id=\"attachment_6197\" aria-describedby=\"caption-attachment-6197\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Cover-Tas-Gendongan-Bayi_pexels-rodnae-productions-300x200.jpg\" alt=\"Praktis Digunakan, Ini 5 Rekomendasi Tas Gendong Bayi\" width=\"300\" height=\"200\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6197\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Pexels.com\/Rodnae Production<\/em><\/figcaption><\/figure><p><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan gendongan bisa menjadi cara yang bagus untuk menjaga Si Kecil sementara tangan Moms tetap bebas beraktivitas. Namun, tahukah Moms ada risiko keamanan yang tidak boleh Moms abaikan saat menggendong Si Kecil.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/raisingchildren.net.au\/newborns\/safety\/equipment-furniture\/baby-carrier-sling-safety\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Raising Children<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, bayi berisiko mati lemas jika gendongan tidak dipakai dengan benar. Ini karena bayi kecil tidak dapat bergerak jika mereka berada dalam posisi berbahaya yang menghalangi saluran udara mereka.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar Si Kecil tetap aman selama digendong, Moms perlu mengetahui cara memakai gendongan bayi yang aman. T.I.C.K.S. adalah aturan dapat membantu Moms mengingat bagaimana memposisikan bayi dengan aman di gendongan. Berikut ulasannya.<\/span><\/p><h3><b>1. Tight<\/b><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Gendongan harus kencang, dengan posisi bayi tinggi dan tegak dengan penyangga kepala. Demi kenyamanan dan keamanan, gendongan yang Moms gunakan harus memeluk bayi dekat dengan tubuh Moms.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Kain longgar apa pun dapat menyebabkan Si Kecil merosot. Ini dapat membatasi pernapasan. Selain itu, Si Kecil lebih mungkin tergelincir dari posisi jika tidak pas, bahkan berpotensi jatuh.\u00a0<\/span><\/p><h3><b>2. In View at All Times<\/b><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms harus selalu dapat melihat wajah Si Kecil hanya dengan melihat ke bawah. Pastikan wajah, hidung, dan mulut bayi tetap terbuka saat digendong. Moms dapat memeriksa secara teratur untuk memastikan kepala mereka dalam posisi aman dan mereka bernapas<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak gendongan dapat digunakan di dada atau punggung orang dewasa. Hanya bayi yang bisa duduk tegak tanpa penyangga yang boleh digendong di punggung.<\/span><\/p><h3><b>3. Close Enough to Kiss<\/b><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara memakai gendongan bayi yang aman selanjutnya adalah <em>close enough to kiss<\/em> atau jaraknya cukup dekat untuk bisa dicium. Si Kecil harus cukup dekat dengan dagu Moms sehingga dengan memiringkan kepalanya ke depan, Moms dapat dengan mudah mencium kepalanya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu berarti gendongan Moms harus mengangkat bayi tinggi-tinggi. Mengenakan bayi terlalu rendah meningkatkan kemungkinan mereka akan merosot di gendongan. Ini dapat menyebabkan kepala mereka jatuh ke dada.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, semakin rendah posisi Si Kecil, semakin sulit untuk melihat posisi wajah dan kepala mereka dan memastikan mereka aman.<\/span><\/p><h3><b>4. Keep Chin Off the Chest\u00a0<\/b><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan dagu Si Kecil terangkat dan menjauh dari tubuhnya. Bayi tidak boleh meringkuk sehingga dagunya berada dekat dada. Ini dapat membatasi pernapasan. Periksa bayi secara teratur. Bayi bisa berada dalam kesulitan tanpa membuat suara atau gerakan apa pun.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat digendong, bayi harus dalam posisi vertikal tegak. Posisi bayi dalam posisi tegak memungkinkan jalan napas bayi tetap lurus sehingga mereka dapat bernapas dengan bebas. Posisi ini juga memiliki manfaat membiarkan Si Kecil melihat dunia di sekitar mereka.<\/span><\/p><p><a href=\"https:\/\/www.healthychildren.org\/English\/safety-prevention\/on-the-go\/Pages\/Baby-Carriers.aspx\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">American Academy of Pediatrics (AAP)<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> memperingatkan bahwa bayi yang lahir prematur atau memiliki masalah pernapasan tidak boleh digendong dengan gendongan karena berisiko menyebabkan masalah pernapasan lebih lanjut.<\/span><\/p><h3><b>5. Supported Back<\/b><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara memakai gendongan bayi yang benar selanjutnya adalah <em>supported back<\/em> alias topang bagian belakangnya. Punggung bayi harus ditopang dalam posisi alami dengan perut dan dadanya menempel pada Moms. Saat membungkuk, dukung bayi dengan satu tangan di belakang punggungnya. Tekuk di lutut, bukan di pinggang.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat bayi digendong, pastikan punggungnya dalam posisi lurus alami. Bayi tidak boleh meringkuk membentuk huruf C dengan jarak antara tubuh orang dewasa dan perut serta dada bayi, karena posisi ini dapat menyebabkan bayi kesulitan bernapas.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Sendi pinggul bayi kendur saat lahir dan dibutuhkan sekitar enam bulan untuk mengencangkan dan menjadi stabil. Tulang lunak dan ligamen yang longgar membuat bayi baru lahir lebih rentan terhadap kondisi yang disebut displasia pinggul. Ini terjadi ketika sendi pinggul bola dan soket tidak berbentuk atau tidak sejajar<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian informasi dan cara memakai gendongan bayi tradisional dan instan, selamat mencoba!<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada banyak sekalli jenis gendongan di pasaran. Moms mungkin bingung&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":6107,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[739,1060,1053,1061,1062,1056],"class_list":["post-6095","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-bayi","tag-cara-menggendong-bayi","tag-gendongan-bayi","tag-gendongan-instan","tag-gendongan-tradisional","tag-travel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6095","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6095"}],"version-history":[{"count":18,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6095\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26265,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6095\/revisions\/26265"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6107"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}