{"id":5458,"date":"2022-06-09T14:19:19","date_gmt":"2022-06-09T07:19:19","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=5458"},"modified":"2022-07-19T13:59:02","modified_gmt":"2022-07-19T06:59:02","slug":"janin-cegukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/janin-cegukan\/","title":{"rendered":"Janin Cegukan dalam Kandungan, Apa Artinya dan Normalkah?"},"content":{"rendered":"<p>Tahukah Moms kalau rupanya, bayi bisa cegukan\u00a0<em>lho\u00a0<\/em>di dalam kandungan dan bisa Moms rasakan. Moms akan merasakan perut &#8216;berdetak&#8217; dan agak kaget saat janin cegukan.<\/p>\n<p>Memperhatikan <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/perkembangan-janin-tiap-semester\/\">perkembangan janin<\/a> dalam kandungan memang menjadi hal yang menyenangkan. Apalagi saat Moms merasakan berbagai aktivitas bayi dalam kandungan, seperti menendang, bergerak, hingga cegukan.<\/p>\n<p>Lalu, apakah kondisi ini normal terjadi pada kehamilan? Serta pada usia kehamilan keberapa bayi cegukan bisa terasa? Berikut penjelasannya, Moms.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-menghitung-masa-subur\/\">Sedang Merencanakan Kehamilan? Cara Menghitung Masa Subur Ini Penting Banget Diketahui<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Apa Arti Janin Cegukan?<\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5460 size-full\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Arti-Janin-Cegukan.png\" alt=\"Arti Janin Cegukan\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Arti-Janin-Cegukan.png 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Arti-Janin-Cegukan-300x169.png 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Arti-Janin-Cegukan-1024x576.png 1024w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Arti-Janin-Cegukan-768x432.png 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Arti-Janin-Cegukan-1536x864.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p><em>Foto: canva.com<\/em><\/p>\n<p>Moms, tak perlu panik ya kalau Si Kecil cegukan di dalam kandungan, ini normal terjadi. Pada usia kehamilan 8-10 minggu, janin sudah bisa cegukan bersamaan dengan kemampuannya dalam menelan dan mengisap. Namun, Moms baru bisa merasakan bayi cegukan biasanya di usia kehamilan 6 bulan.<\/p>\n<p>Nah, untuk penyebabnya sendiri belum diketahui secara pasti, Moms. Tapi, hal ini diduga karena satu proses pematangan paru-paru. Cegukan sendiri pada umumnya merupakan tanda kalau perkembangan di dalam kandungan itu baik,\u00a0<em>lho<\/em>.<\/p>\n<p>Kalau menurut salah satu artikel <a href=\"https:\/\/bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com\/articles\/10.1186\/1471-2393-12-S1-A7\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">BMC Pregnancy and Childbirth<\/a>, penyebab bayi cegukan di dalam rahim mungkin disebabkan akibat tarikan pada tali pusat. Dalam artian, cegukan terjadi saat jarak janin menjauh dari tali pusat.<\/p>\n<p>Arti lainnya dari bayi yang cegukan adalah berkembangnya kemampuan janin dalam menghirup cairan ketuban ke dalam paru-paru dan melepaskannya lagi. Sama halnya seperti seseorang yang sedang menghirup dan menghembuskan udara. Tenang Moms, karena janin yang cegukan menunjukan diafragmanya berkembang.<\/p>\n<p>Bukan hanya itu, bayi yang cekugan dalam kandungan menjadi tanda kalau saraf tulang belakang dan otaknya saling terhubung dan telah bekerja. Ini mengartikan kalau saraf bayi berkembang dengan baik dan nantinya bisa hidup di luar rahim.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-menjaga-kehamilan-muda\/\">Cara Menjaga Kehamilan Muda Agar Tetap Sehat<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Tanda-Tanda Cegukan Tidak Normal<\/h2>\n<p>Biasanya janin cegukan akan mereda setelah mencapai usia 32 minggu. Namun, Moms perlu memeriksakan kehamilan ke dokter jika setelah mencapai usia ini bayi terus cegukan. Apalagi kalau cegukannya berlangsung beberapa kali sehari dan berlangsung setiap kalinya selama 15 menit.<\/p>\n<p>Moms juga perlu berkonsultasi jika setelah kehamilan mencapai 28 minggu, namun cegukan bayi terasa lebih keras atau lebih lama. Soalnya, cegukan yang terjadi pada masa akhir kehamilan juga bisa menjadi tanda adanya gangguan tali pusar. Kondisi ini terjadi saat suplai darah dan oksigen terputus atau melambat dari janin sehingga Si Kecil terus-menerus cegukan. Kalau dibiarkan, gangguan ini bisa menyebabkan:<\/p>\n<ul>\n<li>Perubahan tekanan darah bayi<\/li>\n<li>Perubahan detak jantung pada bayi<\/li>\n<li>Penumpukan karbondioksida pada darah bayi<\/li>\n<li>Kerusakan otak bayi<\/li>\n<li>Keguguran<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Perbedaan Cegukan dengan Tendangan Janin<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-5461 size-full\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Perbedaan-Cegukan-dengan-Tendangan-Janin.png\" alt=\"Perbedaan Cegukan dengan Tendangan Janin\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Perbedaan-Cegukan-dengan-Tendangan-Janin.png 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Perbedaan-Cegukan-dengan-Tendangan-Janin-300x169.png 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Perbedaan-Cegukan-dengan-Tendangan-Janin-1024x576.png 1024w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Perbedaan-Cegukan-dengan-Tendangan-Janin-768x432.png 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Perbedaan-Cegukan-dengan-Tendangan-Janin-1536x864.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p><em>Foto: canva.com<\/em><\/p>\n<p>Meski keduanya memiliki kesamaan dalam menimbulkan pergerakan di dalam perut,tetapi kalau dirasakan seksama, ada perbedaan antara keduanya. Ketika bayi cegukan, Moms akan merasa gerakan janin seperti detak jantung yang lebih cepat terjadi selama berkali-kali. Ritmenya itu menyerupai seperti keduatan berulang di dalam perut.<\/p>\n<p>Lalu, cegukan juga akan timbul hanya pada satu area perut saja, kalau tendangan bisa dirasakan pada area perut lainnya. Tenang Moms, lama kelamaan Moms pasti bisa\u00a0mengenali perbedaan cegukan dan tendangan janin.<\/p>\n<h2>Hal-hal yang Perlu Dilakukan Saat Janin Cegukan<\/h2>\n<p>Meski Moms sudah mengetahui apa saja perbedaan cegukan dengan tendangan janin, tetapi Moms mungkin masih merasa terganggu dan khawatir. Nah, berikut beberapa tips yang bisa dicoba untuk menghentikan cegukan pada janin:<\/p>\n<ul>\n<li>Berbaring pada sisi kiri tubuh dengan menggunakan bantal kehamilan<\/li>\n<li>Minum air untuk mencegah dehidrasi<\/li>\n<li>Konsumsi <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/makanan-sehat-untuk-diet\/\">makanan sehat<\/a> dan bervariasi<\/li>\n<li>Tidur secara teratur<\/li>\n<li>Olahraga secara teratur dan ringan seperti <em>jogging<\/em>, yoga, aerobik, dan berenang<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bayi yang cegukan di dalam kandungan adalah hal normal terjadi dan tidak memerlukan penanganan khusus. Moms justru merasa senang karena ini pertanda dia berkembang dan tumbuh dengan sehat. Namun, jika cegukan yang terjadi berlangsung lama dan lebih kuat dari biasanya, ada baiknya Moms segera memeriksakannya ke dokter.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah Moms kalau rupanya, bayi bisa cegukan\u00a0lho\u00a0di dalam kandungan dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":5459,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[974,973],"class_list":["post-5458","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pregnancy","tag-arti-janin-cegukan","tag-janin-cegukan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5458","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5458"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5458\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6016,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5458\/revisions\/6016"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5459"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5458"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5458"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5458"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}