{"id":5338,"date":"2022-06-02T18:17:09","date_gmt":"2022-06-02T11:17:09","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=5338"},"modified":"2022-07-07T08:37:41","modified_gmt":"2022-07-07T01:37:41","slug":"demam-berdarah-dengue-dbd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/demam-berdarah-dengue-dbd\/","title":{"rendered":"Mengenal DBD, Kondisi Parah dari DB yang Harus Ditangani dengan Cepat!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">DB (Demam berdarah\/Dengue fever) adalah salah satu penyakit yang kerap mengintai sekitar kita. Namun, mungkin tidak semua orang paham tentang perbedaan penyakit DB dan DBD (Demam berdarah dengue\/<\/span><em>Dengue<\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><em> Hemorrhagic Fever<\/em>).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan antara keduanya adalah kondisi atau gejala yang terjadi pada masing-masing pasien. Pada penderita DBD, biasanya terjadi kebocoran pembuluh <\/span>darah<span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.medicalnewstoday.com\/articles\/179471\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Medical News Today<\/em><\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, DB adalah adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang menyakitkan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh empat virus yang berbeda dan disebarkan oleh nyamuk Aedes.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejalanya berkisar dari ringan hingga berat. Pada kondisi yang parah, dengue shock syndrome (DSS) dan DBD dapat terjadi. Pada dua kondisi ini, pasien biasanya memerlukan rawat inap.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/dengue\/index.html\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> (CDC) Amerika Serikat memperkirakan bahwa 400 juta orang terinfeksi DB setiap tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini, SuperMom berhasil merangkum penyebab, gejala, cara mengatasi dan mencegah DBD.<\/span><\/p>\n<h2><b>Penyebab DBD<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_5364\" aria-describedby=\"caption-attachment-5364\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-5364\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/1.-Penyebab-DBD_pexels-pixabay-300x199.jpg\" alt=\"Penyebab DBD\" width=\"300\" height=\"199\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/1.-Penyebab-DBD_pexels-pixabay-300x199.jpg 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/1.-Penyebab-DBD_pexels-pixabay-1024x678.jpg 1024w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/1.-Penyebab-DBD_pexels-pixabay-768x509.jpg 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/1.-Penyebab-DBD_pexels-pixabay-1536x1017.jpg 1536w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/1.-Penyebab-DBD_pexels-pixabay-2048x1356.jpg 2048w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/1.-Penyebab-DBD_pexels-pixabay-scaled.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5364\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: pexels \/ pixabay<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat empat virus dengue (DENV) yang menyebabkan demam berdarah. Mereka semua disebarkan oleh spesies nyamuk yang dikenal sebagai Aedes aegypti. Beberapa lainnya disebabkan oleh nyamuk <em>Aedes albopictus.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut CDC, virus melompat dari monyet ke manusia antara 100 dan 800 tahun yang lalu, menurut CDC. Akan tetapi, sebenarnya DB tetap menjadi masalah kecil hingga pertengahan abad kedua puluh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aedes aegypti berasal dari Afrika, tetapi saat ini ditemukan di daerah tropis di seluruh dunia. Parahnya, nyamuk ini kini sudah biasa masuk di dalam dan di sekitar wilayah populasi manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Virus ini ditularkan dari nyamuk yang terinfeksi ke manusia. Nyamuk menggigit seseorang yang terinfeksi virus dengue dan virus tersebut ditularkan ketika nyamuk tersebut menggigit orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms harus tahu bahwa DBD dapat terjadi lebih dari satu kali. Selain itu pada infeksi kedua, DBD membawa risiko lebih tinggi untuk mengembangkan bentuk atau gejala yang lebih keras.<\/span><\/p>\n<h3><b>Daerah Berisiko Tinggi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit DB dan DBD paling sering terjadi di daerah subtropis dan tropis, seperti Amerika Tengah dan Selatan, sebagian Afrika, sebagian Asia, Karibia, dan Pasifik. Di Asia, penyakit ini terjadi pada negara tropis, termasuk Bangladesh, Indonesia dan sebagian Cina.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian besar kasus demam berdarah, membuat tempat virus ini berkembang menjadi endemik. Tidak seperti malaria, demam berdarah dapat terjadi di daerah perkotaan dan pedesaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, <\/span><a href=\"https:\/\/journals.plos.org\/plosmedicine\/article?id=10.1371\/journal.pmed.1001082\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">penelitian<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang diterbitkan pada tahun 2011 menunjukkan bahwa DB atau DBD lebih sering terjadi di daerah pedesaan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Gejala DB dan DBD<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_5365\" aria-describedby=\"caption-attachment-5365\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-5365\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/2.-Gejala-DBD_pexels-gustavo-fring-300x200.jpg\" alt=\"Gejala DBD\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/2.-Gejala-DBD_pexels-gustavo-fring-300x200.jpg 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/2.-Gejala-DBD_pexels-gustavo-fring-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/2.-Gejala-DBD_pexels-gustavo-fring-768x512.jpg 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/2.-Gejala-DBD_pexels-gustavo-fring-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/2.-Gejala-DBD_pexels-gustavo-fring-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/2.-Gejala-DBD_pexels-gustavo-fring-scaled.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5365\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: pexels \/ gustavo fring<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasien yang mengalami DB biasanya merasakan gejala mulai sekitar 4 hingga 10 hari setelah infeksi awal. Dalam banyak kasus, gejalanya akan ringan. Beberapa mungkin menyalah artikannya sebagai gejala flu atau infeksi lain.<\/span><\/p>\n<h3><b>Demam Berdarah Ringan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak kecil dan orang yang belum pernah mengalami infeksi mungkin memiliki gejala DB atau DBD yang lebih ringan daripada anak yang lebih besar dan orang dewasa. Gejala umumnya akan berlangsung selama 2 hingga 7 hari dan dapat mencakup:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiba-tiba, demam tinggi (sampai 106\u00b0F atau 41\u00b0C)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sakit kepala parah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembengkakan kelenjar getah bening<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nyeri sendi dan otot yang parah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ruam kulit (muncul antara 2 dan 5 hari setelah demam awal)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Muntah dan merasa mual.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>Demam Berdarah Dengue (DBD)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada awalnya, gejala DBD mungkin ringan. Akan tetapi, secara bertahap memburuk dalam beberapa hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain gejala demam berdarah ringan, mungkin ada tanda-tanda pendarahan internal bagi pasien DBD.Seseorang dengan demam berdarah dengue mungkin mengalami:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendarahan dari mulut, gusi, atau hidung<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit lembab<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerusakan pada getah bening dan pembuluh darah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendarahan internal, yang dapat menyebabkan muntah dan tinja berwarna hitam<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah trombosit yang lebih rendah dalam darah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perut sensitif<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bercak darah kecil di bawah kulit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nadi lemah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan gejala seperti itu, tanpa pengobatan yang cepat maka DBD bisa berakibat fatal.<\/span><\/p>\n<h3><b>Dengue Shock Syndrome<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><b>DSS<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DSS adalah bentuk demam berdarah yang parah. Sama seperti DBD, DSS bisa berakibat fatal. Selain gejala demam berdarah ringan, orang tersebut mungkin mengalami:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sakit perut yang hebat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Disorientasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hipotensi mendadak, atau penurunan tekanan darah yang cepat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendarahan hebat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Muntah teratur<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembuluh darah bocor cairan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa pengobatan, DSS juga sama seperti DBD yang dapat mengakibatkan kematian. Tanda dan gejala demam berdarah atau DBD mirip dengan beberapa penyakit lain, seperti demam tifoid dan malaria. Hal ini terkadang dapat menunda diagnosis yang akurat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dokter akan menilai gejala dan riwayat medis orang tersebut. Mereka juga mungkin memesan beberapa tes darah untuk memastikan diagnosis.<\/span><\/p>\n<h2><b>Penanganan DB dan DBD<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_5366\" aria-describedby=\"caption-attachment-5366\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-5366\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/3.-Penanganan-DBD_pexels-pavel-danilyuk-300x200.jpg\" alt=\"Penanganan DBD\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/3.-Penanganan-DBD_pexels-pavel-danilyuk-300x200.jpg 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/3.-Penanganan-DBD_pexels-pavel-danilyuk-1024x684.jpg 1024w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/3.-Penanganan-DBD_pexels-pavel-danilyuk-768x513.jpg 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/3.-Penanganan-DBD_pexels-pavel-danilyuk-1536x1025.jpg 1536w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/3.-Penanganan-DBD_pexels-pavel-danilyuk-2048x1367.jpg 2048w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/3.-Penanganan-DBD_pexels-pavel-danilyuk-scaled.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5366\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: pexels \/ pavel danilyuk<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demam berdarah adalah virus, jadi tidak ada pengobatan khusus yang harus diberikan. Namun, intervensi pengobatan dapat membantu tergantung pada seberapa parah penyakitnya. Untuk bentuk yang lebih ringan, perawatan DB dapat dilakukan dengan beberapa hal.<\/span><\/p>\n<h3><b>Mencegah Dehidrasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demam tinggi dan muntah dapat membuat tubuh dehidrasi. Orang tersebut harus minum air bersih, idealnya adalah air dalam kemasan daripada air ledeng. Garam rehidrasi juga dapat membantu menggantikan cairan dan mineral.<\/span><\/p>\n<h3><b>Obat Penghilang Rasa Sakit<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Obat penghilang rasa sakit seperti Tylenol atau parasetamol, juga dapat membantu menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit. Biasanya ini digunakan untuk meringankan gejala DB yang tergolong ringan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Obat Anti Inflamasi Nonsteroid (NSAID)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Obat anti inflamasi Non &#8211; steroid seperti aspirin atau ibuprofen, tidak disarankan untuk penderita DB atau DBD. Hal ini karena NSAID dapat meningkatkan risiko perdarahan internal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk demam berdarah yang lebih parah seperti DBD dan DSS, mungkin memerlukan suplementasi cairan intravena (IV) atau infus. Ini dibutuhkan terutama jika orang tersebut tidak dapat makan dan minum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dokter biasanya akan mendiagnosis jenis virus dengue dan kemudian mulai mencari tanda-tanda DBD. Dokter juga mungkin melakukan beberapa hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memeriksa tekanan darah\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memeriksa kulit, mata, dan kelenjar\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan tes darah dan studi koagulasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan rontgen dada<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain melakukan tes ini, dokter juga mungkin mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan pribadi dan keluarga. Mereka mungkin bertanya tentang gaya hidup dan perjalanan yang baru-baru ini dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transfusi darah juga terkadang dilakukan untuk pasien dengan dehidrasi berat. Rawat inap akan memungkinkan individu untuk dipantau dengan benar, jika gejala DBD atau DSS yang dialami memburuk.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pencegahan DB dan DBD<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_5367\" aria-describedby=\"caption-attachment-5367\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-5367\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/4.-Mencegah-DBD_pexels-doterra-international-llc-300x200.jpg\" alt=\"Mencegah DB\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/4.-Mencegah-DBD_pexels-doterra-international-llc-300x200.jpg 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/4.-Mencegah-DBD_pexels-doterra-international-llc-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/4.-Mencegah-DBD_pexels-doterra-international-llc-768x512.jpg 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/4.-Mencegah-DBD_pexels-doterra-international-llc-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/4.-Mencegah-DBD_pexels-doterra-international-llc-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/4.-Mencegah-DBD_pexels-doterra-international-llc.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5367\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: pexels \/ doterra international llc<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada vaksin yang dapat melindungi seseorang dari DB dan DBD. Satu-satunya cara adalah, menghindari gigitan nyamuk penyebab penyakit tersebut dan juga senantiasa <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-meningkatkan-imun-tubuh-anak\/\">menjaga kekebalan tubuh<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa pun yang tinggal di atau bepergian ke daerah berisiko dapat menggunakan beberapa cara untuk menghindari gigitan.<\/span><\/p>\n<h3><b>Pakaian yang Sesuai<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kjumlah kulit yang terpapar dengan mengenakan celana panjang, kemeja lengan panjang, dan kaus kaki. Memasukkan bagian kaki di celana ke dalam sepatu atau kaus kaki dan mengenakan topi, adalah cara terbaik.<\/span><\/p>\n<h3><b>Anti Nyamuk<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan pengusir nyamuk dengan setidaknya memiliki 10% konsentrasi <em>dietiltoluamida<\/em> (DEET). Untuk konsentrasi yang lebih tinggi, maka Moms bisa memanfaatkannya untuk jangka waktu paparan yang lebih lama. Hindari penggunaan DEET pada anak kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sabun dan parfum yang beraroma kuat juga dapat menarik nyamuk. Jadi, hindari penggunaan wewangian.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Perangkap dan Kelambu Nyamuk<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelambu yang diberi insektisida, akan bekerja lebih efektif. Jika tidak nyamuk dapat menggigit melalui kelambu jika orang tersebut berdiri di sebelahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahan kimia ini juga akan membunuh nyamuk dan serangga lainnya, serta mengusir serangga memasuki ruangan. Tidak hanya itu, penghalang struktural seperti tirai atau kelambu apat mencegah masuknya nyamuk.<\/span><\/p>\n<h3><b>Air yang Tergenang<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nyamuk Aedes berkembang biak di air yang bersih dan tergenang. Memeriksa dan membuang air yang tergenang dapat membantu mengurangi risiko.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat beberapa cara mengurangi risiko nyamuk berkembang biak di genangan air, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Balikkan ember dan kaleng penyiram,\u00a0 agar air tidak menumpuk<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghilangkan kelebihan air dari piring pot tanaman<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gosok wadah untuk menghilangkan telur nyamuk<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melonggarkan tanah dari tanaman pot, untuk mencegah genangan air terbentuk di permukaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan saluran pembuangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scupper<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak tersumbat dan jangan letakkan tanaman pot dan benda lain di atasnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan perangkap selokan yang tidak berlubang, pasang katup anti nyamuk, dan tutup perangkap yang jarang digunakan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan letakkan wadah di bawah unit AC<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ganti air dalam vas bunga setiap hari kedua dan gosok serta bilas bagian dalam vas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mencegah daun menghalangi apa pun yang dapat mengakibatkan akumulasi genangan air atau genangan air<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat berkemah atau piknik, pilih area yang jauh dari air yang tenang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prospek DBD tergantung pada seberapa dini kondisi tersebut terdeteksi. Orang yang mendapat perawatan pada tahap awal infeksi DB atau DBD akan berpotensi lebih besar untuk sembuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/hindari-moms-ini-10-makanan-penyebab-kolesterol-tinggi\/\">Hindari 10 Makanan Penyebab Kolestrol Tinggi, Berikut Penjelasannya!<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DB (Demam berdarah\/Dengue fever) adalah salah satu penyakit yang kerap&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":5368,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[939,938,941,940],"class_list":["post-5338","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-beauty-wellness","tag-db","tag-dbd","tag-dengue","tag-penyakit-dbd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5338","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5338"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5338\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7161,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5338\/revisions\/7161"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5368"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}