{"id":4637,"date":"2022-05-15T14:22:52","date_gmt":"2022-05-15T07:22:52","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=4637"},"modified":"2022-06-14T11:57:39","modified_gmt":"2022-06-14T04:57:39","slug":"cara-membuat-susu-formula-yang-benar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-membuat-susu-formula-yang-benar\/","title":{"rendered":"Pengaruhi Tumbuh Kembang, Ini Dia Cara Membuat Susu Formula yang Benar!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menyusui adalah cara terbaik untuk menjamin nutrisi dan kekebalan anak Moms. Namun, jika Moms perlu menggunakan susu formula karena alasan tertentu, memperhatikan cara membuat susu formula yang benar adalah tugas yang harus dikuasai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengambil takaran dalam proporsi dengan tepat, membersihkan wadah, serta menyimpannya dengan baik,\u00a0 ini semua adalah bagian dari cara membuat susu formula yang benar. Tidak mempersiapkannya dengan benar bisa sangat berbahaya bagi bayi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara Moms sangat berhati-hati dalam memilih merek yang tepat untuk Si Kecil, tidak banyak dari kita yang meluangkan waktu untuk meneliti bagaimana langkah pembuatan yang tepat. Persiapan membuat susu formula yang benar, merupakan sesuatu yang sangat penting.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-susu-formula-usia-1-3\/\" rel=\"bookmark\">6 Rekomendasi Susu Formula untuk Usia 1-3, Kaya Vitamin dan Mineral!<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>Jenis-Jenis Susu Formula Bayi<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_4643\" aria-describedby=\"caption-attachment-4643\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-4643\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-towfiqu-barbhuiya-10994727-300x200.jpg\" alt=\"Jenis Susu formula\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-towfiqu-barbhuiya-10994727-300x200.jpg 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-towfiqu-barbhuiya-10994727-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-towfiqu-barbhuiya-10994727-768x512.jpg 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-towfiqu-barbhuiya-10994727-1536x1025.jpg 1536w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-towfiqu-barbhuiya-10994727-2048x1367.jpg 2048w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-towfiqu-barbhuiya-10994727-scaled.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4643\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: pexels \/ towfiqu barbhuiya<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum Moms masuk ke cara pembuatan yang benar, Moms harus tahu jenis dari susu formula secara singkat. Susu formula bayi tersedia dalam tiga jenis yaitu bentuk cair pekat, bubuk, dan juga siap pakai seperti dikutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.parents.com\/baby\/feeding\/formula\/the-difference-between-powder-concentrated-liquid-and-ready-to-use-formulas\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Parents<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><strong>1. Susu Formula Bubuk<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis susu formula yang paling sering Moms temui adalah susu formula bubuk yang tersedia dalam kaleng dengan sendok kecil. Biasanya susu formula bubuk ini juga tersedia dalam kemasan kecil untuk dibawa bepergian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Susu formula bubuk perlu dicampur dengan air sebelum Moms dapat memberikannya kepada Si Kecil. Ini adalah susu formula paling ekonomis di pasaran. Moms juga harus ingat bahwa susu formula dapat menyebabkan sembelit pada beberapa bayi.<\/span><\/p>\n<h3><strong>2. Susu Formula Cair Pekat<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa brand perusahaan susu formula berbentuk cair dan pekat. Susu formula cair pekat ini dituangkan dari wadah dan tentunya memiliki harga yang lebih mahal daripada susu formula bubuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, bagaimanapun susu formula dengan bentuk cair pekat ini memiliki persiapan yang minim atau tidak terlalu berantakan. Moms hanya perlu menambahkan air ke dalamnya sebelum memberikannya kepada Si Kecil. Jadi bawalah botol air jika Moms akan bepergian.<\/span><\/p>\n<h3><strong>3. Susu Formula Siap Pakai<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Susu formula siap pakai adalah jenis formula yang paling nyaman, kaya akan nutrisi dan bertekstur kental. Simpel dan praktis, Moms tidak perlu menambahkan air ke dalamnya sebelum memberi kepada Si Kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan susu formula siap pakai, kemungkinan Si Kecil mengalami sembelit sangatlah minim dibandingkan dengan menggunakan susu formula bubuk.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi jika anggaran Moms terbatas, Moms mungkin ingin menempuh rute yang berbeda.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dari tiga jenis persiapan formula, siap pakai adalah yang jenis susu yang paling mahal.<\/span><\/p>\n<p class=\"entry-title\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-alat-sterilisasi-uv\/\" rel=\"bookmark\">8 Rekomendasi Alat Sterilisasi UV, Bunuh Kuman hingga 99,9%!<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>Cara Membuat Susu Formula yang Benar<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_4642\" aria-describedby=\"caption-attachment-4642\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-4642\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-sarah-chai-7282334-300x200.jpg\" alt=\"Cara membuat susu formula yang benar\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-sarah-chai-7282334-300x200.jpg 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-sarah-chai-7282334-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-sarah-chai-7282334-768x512.jpg 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-sarah-chai-7282334-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-sarah-chai-7282334-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-sarah-chai-7282334-scaled.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4642\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: pexels \/ sarah chai<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms mungkin telah memilih susu formula Si Kecil dengan hati-hati. Akan tetapi apakah Moms telah mempersiapkannya dengan benar? Ikuti beberapa cara membuat susu formula yang benar berdasarkan <\/span><a href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/healthy-lifestyle\/infant-and-toddler-health\/in-depth\/infant-formula\/art-20045791\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayo Clinic<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, untuk memastikan nutrisi yang tepat dan menghindari penyakit terkait makanan.<\/span><\/p>\n<h3><strong>1. Periksa Tanggal Kedaluwarsa<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cari\u00a0 kata <em>\u201cexpired date<\/em>\u201d atau &#8220;gunakan sebelum&#8221; pada kaleng susu formula. Cara membuat susu formula yang benar adalah memastikan kadaluwarsa produk tersebut belum berlalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini karena Moms tidak dapat memastikan kualitas susu formula tersebut. Jadi, jangan membeli atau menggunakan susu formula bayi yang sudah kedaluwarsa.<\/span><\/p>\n<h3><strong>2. Cara Membuat Susu Formula yang Benar dengan <\/strong>Cuci Tangan<\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara yang paling penting selanjutnya adalah menjaga kebersihan diri Moms sendiri. Sebelum mempersiapkan susu formula, cuci tangan Moms dengan sabun dan air mengalir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keringkan tangan Moms dengan baik dan pastikan area tempat Moms akan menyiapkan susu formula dan peralatannya benar-benar bersih.<\/span><\/p>\n<h3><strong>3. Siapkan Botol\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sterilkan botol, dot, tutup dan cincin sebelum digunakan adalah cara membuat susu formula yang benar selanjutnya. Moms dapat merebus botol dan perlengkapan lainnya dalam air selama lima menit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu Moms bisa menggunakan kantong sterilisasi uap microwave atau menggunakan alat sterilisasi uap listrik yang instan. Setelah penggunaan pertama, biasanya Moms tidak perlu mensterilkan botol dan aksesori susu formula lagi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cuci barang-barang ini dengan sabun dan air panas. Sikat botol dan dot dapat membantu membersihkan sudut dan celah yang tidak terjangkau. Setelah itu, Moms bisa terus mensterilkannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><strong>4. Tambahkan Air ke Susu Formula<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Moms menggunakan konsentrat susu formula cair atau formula bubuk, Moms perlu menambahkan air. Moms bisa mengikuti cara membuat susu formula yang benar atau sesuai dari pabriknya, dengan memperhatikan berapa banyak air harus digunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms dapat menggunakan semua jenis air bersih baik air keran yang sudah tersterilisasi atau botol, untuk menyiapkan susu formula dengan konsentrat cair atau formula bubuk. Jika Moms khawatir tentang kemurnian pasokan air yang digunakan, bicarakan dengan dokter atau perusahaan penyedia air di rumah Moms.<\/span><\/p>\n<h4>5. Pemilihan Air untuk Pembuatan Susu Formula<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak sistem air publik akan menguji air minum berdasarkan permintaan. Jika Moms menggunakan air sumur, rebus selama sekitar satu menit dan dinginkan hingga mencapai suhu tubuh 37 C. Ukur air setelah direbus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting juga untuk mempertimbangkan jumlah fluoride dalam air yang Moms gunakan untuk menyiapkan susu formula bubuk atau konsentrat cair. Paparan fluoride selama masa bayi membantu mencegah kerusakan gigi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, mencampurkan susu formula bubuk atau konsentrat cair secara teratur dengan air berfluoride juga bukan cara yang benar atau tepat. Moms dapat meningkatkan risiko anak mengembangkan garis putih samar atau goresan pada gigi (fluorosis), jika jenis susu formula ini adalah sumber makanan utama Si Kecil.<\/span><\/p>\n<h3><strong>6. Cara Membuat Susu Formula yang Benar dengan Mengu<\/strong><strong>kur Rumusnya<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ingin fokus pada pembuatan yang tepat, hati-hati mengukur jumlah air dan susu formula yang Moms tambahkan. Terlalu banyak air dapat menyebabkan susu formula gagal memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil. Terlalu sedikit air juga dapat menyebabkan bayi mengalami dehidrasi.<\/span><\/p>\n<h3><strong>7. Hangatkan Formulanya, Jika Perlu!<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak apa-apa memberi bayi Moms susu formula dengan suhu kamar atau dingin. Jika Si Kecil lebih menyukai susu formula hangat, masukkan botol susu Si Kecil ke dalam mangkuk berisi air panas dan diamkan selama beberapa menit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms juga bisa menghangatkan botol di bawah air panas yang mengalir. Uji suhu dengan meletakkan beberapa tetes di punggung tangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buang susu formula yang tersisa di akhir setiap menyusui jika sudah lebih dari satu jam dari awal menyusui. Menyimpan sisanya untuk dihangatkan kembali bukanlah bagian dari cara pembuatan yang tepat. Bakteri dari mulut Si Kecil masih dapat berkembang biak di dalam lemari es.<\/span><\/p>\n<h3><strong>8. Cara Membuat Susu Formula yang Benar dengan Meny<\/strong><strong>impan Secara Aman<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara yang terakhir adalah simpan wadah susu formula yang belum dibuka di tempat kering yang sejuk. Cobalah untuk membeli susu formula yang memiliki masa simpan yang lebih baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms juga dapat berkonsultasi dengan dokter untuk rekomendasi susu formula yang baik. Untuk susu formula yang telah dibuat, tetapi belum diminum, sebaiknya disimpan di lemari es atau bukan di freezer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat penandaan tanggal pembuatan yang jelas. Buang semua susu formula yang telah disimpan di lemari es selama lebih dari 48 jam.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-susu-wyeth-s-26\/\" rel=\"bookmark\"><strong>5+ Rekomendasi Susu Wyeth S-26 untuk Si Kecil, Pilih yang Paling Sesuai!<\/strong><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 7 cara membuat susu formula yang benar, dari mulai persiapan hingga penyimpanan. Ingatlah apapun susu formula yang Moms buat, siapkan secara akurat agar aman dan efektif untuk perkembangan bayi.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menyusui adalah cara terbaik untuk menjamin nutrisi dan kekebalan anak&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":4641,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[778,776,777],"class_list":["post-4637","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-cara-membuat-susu-formula","tag-cara-membuat-susu-formula-yang-benar","tag-susu-formula"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4637","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4637"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4637\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4836,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4637\/revisions\/4836"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4641"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4637"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4637"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4637"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}