{"id":4614,"date":"2022-05-08T18:01:39","date_gmt":"2022-05-08T11:01:39","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=4614"},"modified":"2024-06-24T10:35:18","modified_gmt":"2024-06-24T03:35:18","slug":"tips-hamil-anak-kembar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/tips-hamil-anak-kembar\/","title":{"rendered":"Ingin Memiliki Anak Kembar, Moms? Begini Tips Hamil Anak Kembar"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms, ada banyak tips hamil anak kembar yang bisa meningkatkan kesempatan memiliki anak kembar. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kembar sendiri bisa terjadi saat dua telur yang terpisah dibuahi di dalam rahim atau ketika satu telur yang dibuahi membelah menjadi dua embrio.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dua jenis kembar yakni identik dan non identik. Kembar identik atau monozigot terbentuk ketika satu sel telur dibuahi oleh satu sperma yang kemudian membelah menjadi dua embrio terpisah. Masing-masing memiliki komponen genetik yang persis sama dan struktur genetik yang identik. Kembar identik juga berbagi plasenta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembar non-identik atau dizigot terbentuk dari dua telur terpisah yang dibuahi oleh dua sperma terpisah. Jenis kembar ini memiliki keunikannya masing-masing dimana setiap bayi dalam pasangan kembar non-identik ini memiliki plasenta sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor Hamil Anak Kembar<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski tidak ada cara yang benar-benar terbukti mendapat kehamilan anak kembar, ada beberapa faktor tertentu yang membuat kehamilan ini lebih mungkin terjadi. Sebelum mengetahui tips hamil anak kembar, simak beberapa faktor hamil anak kembar berikut ini.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Faktor Usia<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wanita yang berusia di atas 30 tahun memiliki kesempatan lebih besar mendapat anak kembar. Hal ini disebabkan karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">follicle-stimulating hormone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (FSH) meningkat seiring bertambahnya usia. FSH sendiri bertanggung jawab atas perkembangan sel telur di ovarium sebelum dilepaskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring bertambahnya usia. Moms butuh tingkat FSH lebih tinggi karena sel telur butuh lebih banyak stimulasi untuk tumbuh. Hal ini memicu produksi kadar FSH\u00a0 lebih tinggi, sehingga menghasilkan dua atau lebih sel telur dilepaskan, memperbesar kemungkinan hamil anak kembar.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Memiliki Riwayat Keluarga Kembar<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang wanita memiliki kesempatan lebih besar untuk memiliki anak kembar jika dirinya memiliki riwayat keluarga kembar. Riwayat keluarga kembar di pihak ibu meningkatkan kemungkinan ini lebih dari riwayat keluarga di pihak ayah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ASRM<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, wanita yang merupakan kembar nonidentik menghasilkan anak kembar dengan kemungkinan 1 dari setiap 60 kelahiran. Untuk pria yang kembar nonidentik, peluang untuk memiliki anak kembar hanya 1 dari setiap 125 kelahiran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa orang percaya bahwa anak kembar dapat melewati satu generasi, artinya seseorang berpotensi memiliki anak kembar jika salah satu kakek nenek mereka melakukannya. Namun, ada sedikit bukti untuk mendukung teori ini.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Berat dan Tinggi Badan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang dengan bobot lebih berat memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk memiliki anak kembar. Hal ini disebabkan oleh lemak tubuh ekstra yang menyebabkan peningkatan kadar estrogen. Kadar estrogen lebih tinggi bisa menyebabkan stimulasi ovarium yang berlebihan, sehingga ovarium dapat melepaskan dua atau lebih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip <\/span><a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/17039697\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Journal of Reproductive Medicine<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menemukan bahwa orang dengan tinggi rata-rata 164,8 cm memiliki kemungkinan lebih tinggi mengandung anak kembar. Ini disebabkan karena nutrisi yang lebih baik di dalam tubuh.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">3 Tips Hamil Anak Kembar<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mendukung upaya Moms untuk <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/tanda-tanda-hamil\/\">mendapatkan kehamilan<\/a> kembar, ada beberapa tips hamil anak kembar yang bisa dilakukan. Berikut adalah beberapa tipsnya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Hamil Saat Masa Menyusui<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat wanita sedang menyusui, hormon prolaktin akan meningkat. Hal inilah yang memperbesar kemungkinan untuk hamil anak kembar. Menyusui memang diketahui bisa menekan kesuburan dan mencegah kehamilan, khususnya selama 6 bulan pertama kehidupan Si Kecil saat diberi <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/supermom-family-fest-tips-rahasia-mengasihi-ekslusif-untuk-si-kecil-bagi-ibu-yang-aktif\/\">air susu ibu (ASI)<\/a>. Meski begitu, masih sangat mungkin untuk hamil saat menyusui.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Minta Pasangan Mengonsumsi Tiram<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiram kaya akan seng dan bisa membantu produksi sperma. Semakin sehat dan bergerak spermanya, semakin besar kemungkinan untuk bisa membuahi lebih dari satu sel telur. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaiknya konsumsi tiram di masa subur adalah 14 mg\/hari. Selain itu, sayuran berdaun hijau, sereal, roti, biji-bijian dan bibit gandum adalah sumber seng yang juga baik.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Menggunakan Treatment Khusus<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua perawatan infertilitas meningkatkan peluang Moms untuk hamil anak kembar, tetapi beberapa bisa melakukannya. Berikut adalah beberapa perawatan yang bisa meningkatkan kehamilan anak kembar:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Klomid (klomifen)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Femera (letrozol)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gonadotropin (juga dikenal sebagai suntikan) seperti Gonal-F dan Follistim<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perawatan IUI, bila digunakan bersama dengan obat kesuburan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perawatan IVF<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms perlu diingat jika peluang memiliki anak kembar bukan hanya bergantung pada satu faktor saja. Namun, juga bergantung pada banyak faktor. Untuk itu Moms, selain bisa mencoba beberapa tips hamil anak kembar tadi, konsultasikan juga ya dengan tenaga medis untuk bisa mendapat kehamilan yang sehat<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Moms, ada banyak tips hamil anak kembar yang bisa meningkatkan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":4616,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[767,768],"class_list":["post-4614","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pregnancy","tag-hamil-anak-kembar","tag-tps-hamil-anak-kembar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4614"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4614\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26961,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4614\/revisions\/26961"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4616"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}