{"id":25203,"date":"2023-12-28T23:47:35","date_gmt":"2023-12-28T16:47:35","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=25203"},"modified":"2023-12-30T13:23:21","modified_gmt":"2023-12-30T06:23:21","slug":"penyebab-rambut-bayi-rontok-dan-tipsnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/penyebab-rambut-bayi-rontok-dan-tipsnya\/","title":{"rendered":"5 Penyebab Rambut Bayi Rontok, Normal atau Berbahaya ya?"},"content":{"rendered":"\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Moms pernahkah bertanya-tanya, kok bisa rambut bayi rontok? Apa sih penyebab rambut bayi rontok? Apakah hal ini normal atau sebuah gejala yang serius? Walaupun mungkin hal ini tidak terjadi pada bayi Moms.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ternyata memang rambut rontok bisa terjadi pada berapa pun usia seseorang, termasuk juga bayi. Bahkan menurut American Academy of Pediatrics (AAP), umumnya bayi dalam beberapa bulan pertama kehidupannya akan kehilangan sebagian hingga seluruh rambutnya!<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hal ini pun dianggap normal oleh AAP dan disebabkan oleh banyak faktor. Lalu apa saja sih penyebab rambut bayi rontok? Baca selengkapnya di artikel ini ya, Moms.<\/span><\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Apa Saja Penyebab Rambut Bayi Rontok?<\/b><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignnone size-medium wp-image-25206\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"314\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/5-penyebab-rambut-bayi-rontok-658da462e4e12-600x314.webp\" alt=\"5 penyebab rambut bayi rontok\" class=\"wp-image-25206\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/5-penyebab-rambut-bayi-rontok-658da462e4e12-600x314.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/5-penyebab-rambut-bayi-rontok-658da462e4e12-768x402.webp 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/5-penyebab-rambut-bayi-rontok-658da462e4e12.webp 900w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Canva<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Faktanya, sangat jarang kerontokan rambut pada bayi dikaitkan dengan masalah medis. Beberapa di antaranya terkait dengan posisi tidur bayi dan juga gesekan. Berikut beberapa penyebab rambut bayi rontok:<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>1. Gesekan pada kulit kepala<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Gesekan keras kasur, tempat tidur anak, <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/stroller-cabin-size-untuk-travelling\/\"><i><span style=\"font-weight: 400\">stroller<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400\">, atau pun tempat bermain bisa menyebabkan bayi kehilangan rambut bagian belakang. Hal ini karena bayi seringkali masih direkomendasikan untuk tidur terlentang untuk menghindari risiko sindrom kematian mendadak (SIDS).<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penyebab rambut bayi rontok akibat gesekan biasanya akan berkurang ketika bayi sudah bisa berguling pada usia bulan ke-6 atau ke-7. Namun ada sebuah penelitian (<\/span><a href=\"https:\/\/www.healthline.com\/health\/baby\/baby-hair-loss#hair-tips\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400\">yang dilansir dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Healthline<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400\">) kerontokan rambut bayi ini sebenarnya bukan terjadi ketika bayi sudah lahir.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Para peneliti menyimpulkan bahwa bayi juga mengalami gesekan ketika menghabiskan waktu dengan kepala menempel pada permukaan di dalam rahim sehingga menyebabkan rambut bayi rontok.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>2. Kerak di kepala (<\/b><b><i>cradle cap<\/i><\/b><b>)<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kerak atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cradle cap <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah kondisi normal yang dialami bayi baru lahir di mana kulit kepala seperti memperlihatkan sisik tebal berwarna kuning seperti ketombe. Kadang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cradle cap <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">juga terlihat ada di bagian wajah seperti lipatan leher atau di belakang telinga.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut AAP, faktanya 70% bayi berusia 3 bulan mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cradle cap <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">atau biasanya muncul di antara 3 minggu hingga 2 bulan setelah melahirkan. Sisik ini juga berminyak, namun tidak menyakitkan, gatal, ataupun menular. Penyebabnya pun belum dapat dipastikan, tapi sebagian besar dicurigai akibat hormon yang menyebabkan kulit kepala memproduksi banyak minyak.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebetulnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cradle cap <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ini bukan penyebab rambut bayi rontok. Tapi ketika Moms ingin berusaha membersihkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cradle cap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, ada beberapa ketidak sengajaan rambut juga ikut tercabut sehingga merasa seperti rontok.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pada kasus besar, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cradle cap <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">ringan bisa sembuh sendirinya dalam beberapa minggu kok, Moms, walaupun ada juga yang baru hilang ketika sudah satu bulan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>3. Kurap<\/b><b><\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kurap pada kulit kepala disebabkan oleh berbagai macam jamur, dan hal ini dapat menjadi penyebab rambut bayi rontok. Tanda-tanda kulit kepala terkena ruam adalah munculnya ruam merah, bersisik, seperti cincin di kulit kepala.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Biasanya, kurap tidak menular pada anak-anak di bawah usia 2 tahun, Tapi penyakit ini bisa sangat menular ketika mereka tertular dari orang dewasa melalui topi ataupun sisir yang digunakan bersama-sama. Jadi, Moms harus tetap menjaga kebersihan alat dan pakaian yang dipakai oleh anak, ya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b><i>4. Telogen effluvium&nbsp;<\/i><\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Secara umum, t<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">elogen effluvium<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah kondisi umum di mana rambut rontok yang menyerang orang-orang setelah mereka mengalami stres berat atau perubahan pada tubuh mereka. Hal ini juga bisa jadi salah satu penyebab rambut bayi rontok, Moms.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat bayi lahir, beberapa folikel rambutnya biasanya berada dalam fase istirahat (telogen) dan lainnya berada dalam fase pertumbuhan (anagen). Namun faktor tertentu seperti hormon dapat mempercepat fase telogen yang menyebabkan rambut rontok.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hormon yang sama yang juga mengalir ke seluruh tubuh Moms selama kehamilan dan mengalir kepada bayi. Namun setelah lahir, hormon-hormon tersebut menurun, memicu kerontokan rambut pada Moms dan juga Si Kecil.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>5. Kebotakan rambut (<\/b><b><i>alopecia areata<\/i><\/b><b>)<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Alopecia areata <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah kondisi di mana kulit menyebabkan kebotakan seperti bintik di kepala. Penyakit ini disebabkan oleh cacat pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkannya menyerang dan menghancurkan sel rambut yang sehat.&nbsp; Penyakit ini sebetulnya sangat jarang terjadi pada anak di bawah 6 bulan, dan tidak berbahaya maupun menular.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Bagaimana Cara Mengatasi Rambut Bayi Rontok?<\/b><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignnone size-medium wp-image-25207\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"314\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/tips-mengatasi-penyebab-rambut-bayi-rontok-658da45eddf82-600x314.webp\" alt=\"tips mengatasi penyebab rambut bayi rontok\" class=\"wp-image-25207\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/tips-mengatasi-penyebab-rambut-bayi-rontok-658da45eddf82-600x314.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/tips-mengatasi-penyebab-rambut-bayi-rontok-658da45eddf82-768x402.webp 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/tips-mengatasi-penyebab-rambut-bayi-rontok-658da45eddf82.webp 900w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Canva<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Secara umum, tak ada yang banyak bisa dilakukan saat mengatasi penyebab rambut bayi rontok selain merangsang pertumbuhan rambutnya kembali. Penyebab rambut bayi rontok karena hal yang umum seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cradle cap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau gesekan tidak memerlukan banyak perawatan. Pada bulan ke 6 hingga 12, rambut mereka akan kembali tumbuh.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun jika Moms mencurigai adanya kondisi medis yang mengkhawatirkan di kepala bayi seperti kurap, kebotakan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">alopecia areata<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">)<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">tak ada salahnya temui dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut. Jika memang ada keluhan serius (walau jarang terjadi) Moms mungkin akan dirujuk ke dokter spesialis kulit, atau diresepkan salep maupun obat.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika Moms merasa tak ada yang dikhawatirkan selain pertumbuhan rambutnya. Berikut ada beberapa tips yang bisa Moms lakukan di rumah untuk <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rambut-bayi-cepat-tumbuh-dalam-seminggu\/\">merangsang pertumbuhan rambut bay<\/a>i:<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Berikan waktu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tummy time <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(tengkurap) yang lebih banyak ketika beraktivitas. Namun jika waktu tidur tetap disarankan untuk posisi terlentang sampai usia di mana anak bisa berguling dengan sendirinya.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Gunakan sampo bayi yang ringan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">mild<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) agar tidak mengiritasi kulit kepala bayi.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Jangan berikan sampo secara berlebihan, anjuran AAP bayi hanya perlu keramas maksimal 3 kali dalam satu minggu. Lebih dari itu, kulit kepala bayi berisiko kering.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Jangan menggosok kulit kepala bayi dengan kencang. Gunakan waslap yang dibasahi sampo dan pijat lembut kepala bayi.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400\">Jika Moms ingin membersihkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cradle cap, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">gunakan sikat berbulu lembut untuk membersihkannya. Jangan gosok terlalu kencang, ya!<\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Kesimpulan<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagian besar penyebab rambut bayi rontok adalah gejala normal dan umum dialami bayi. Namun jika Moms mencurigai ada hal-hal seperti kondisi medis yang mengkhawatirkan (seperti kurap, dan kebotakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">alopecia areata<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) segeralah berkonsultasi kepada dokter dan meminta saran untuk penanganannya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tak banyak yang bisa dilakukan ketika gejala umum seperti gesekan atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">cradle cap <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">yang menyebabkan rambut bayi rontok. Moms bisa lebih memerhatikan cara menggosok kulit kepala bayi, atau mungkin mencoba produk <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/sampo-bayi-penumbuh-rambut\/\">sampo penumbuh rambut bayi<\/a>? Pastikan produknya cocok untuk kulit anak ya, Moms.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Faktanya, ketika rambut bayi akan tumbuh kembali, tak jarang rambut mereka akan berbeda dari sebelumnya. Dari yang awalnya anak memiliki rambut lurus bisa berubah menjadi keriting, yang terlihat rambutnya tebal menjadi tipis. Cukup unik ya Moms? Hal ini karena dipengaruhi juga oleh genetika dan hormon Si Kecil. Jadi, semoga artikel ini membantu ya, Moms!<\/span><\/p>\n\n\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Referensi<\/summary>\n<p>Healthline. 2019. What it Means if Your Baby is Losing Hair (diakses 28 Desember 2023) |&nbsp;https:\/\/www.healthline.com\/health\/baby\/baby-hair-loss#takeaway<\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">American Academy of Pediatrics. 2015. Hair Loss (Alopecia) (diakses 28 Desember 2023) |&nbsp;<\/span>https:\/\/www.healthychildren.org\/English\/health-issues\/conditions\/skin\/Pages\/Hair-Loss-Alopecia.aspx<\/p>\n\n\n\n<p>Cleveland Clinic. 2022. Telogen Effluvium (diakses 28 Desember 2023) |&nbsp;https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/24486-telogen-effluvium<\/p>\n<\/details>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Moms pernahkah bertanya-tanya, kok bisa rambut bayi rontok? Apa sih&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":37,"featured_media":25205,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-25203","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25203"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25203\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25219,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25203\/revisions\/25219"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25205"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}