{"id":23779,"date":"2023-12-04T09:06:46","date_gmt":"2023-12-04T02:06:46","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=23779"},"modified":"2023-12-04T09:08:56","modified_gmt":"2023-12-04T02:08:56","slug":"fakta-anak-kedua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/fakta-anak-kedua\/","title":{"rendered":"12 Fakta Anak Kedua, Lebih Mudah Bergaul Benar Gak Sih?"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"23779\" class=\"elementor elementor-23779\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-7e554b79 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"7e554b79\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-4a80aff elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"4a80aff\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400\">Benar gak sih anak kedua itu sangat sensitif? Simak fakta anak kedua yang jarang orang ketahui.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Anak yang dibesarkan di lingkungan dan oleh orang tua yang sama bisa mendapatkan perlakuan berbeda berdasarkan urutan kelahiran mereka. Oleh karenanya, sifat anak kedua biasanya cenderung berbeda dengan anak pertama Moms.<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-4b1d386 elementor-toc--minimized-on-tablet elementor-widget elementor-widget-table-of-contents\" data-id=\"4b1d386\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-settings=\"{&quot;headings_by_tags&quot;:[&quot;h2&quot;,&quot;h3&quot;],&quot;exclude_headings_by_selector&quot;:[],&quot;marker_view&quot;:&quot;bullets&quot;,&quot;icon&quot;:{&quot;value&quot;:&quot;fas fa-circle&quot;,&quot;library&quot;:&quot;fa-solid&quot;,&quot;rendered_tag&quot;:&quot;&lt;svg class=\\&quot;e-font-icon-svg e-fas-circle\\&quot; viewBox=\\&quot;0 0 512 512\\&quot; xmlns=\\&quot;http:\\\/\\\/www.w3.org\\\/2000\\\/svg\\&quot;&gt;&lt;path d=\\&quot;M256 8C119 8 8 119 8 256s111 248 248 248 248-111 248-248S393 8 256 8z\\&quot;&gt;&lt;\\\/path&gt;&lt;\\\/svg&gt;&quot;},&quot;minimize_box&quot;:&quot;yes&quot;,&quot;minimized_on&quot;:&quot;tablet&quot;,&quot;hierarchical_view&quot;:&quot;yes&quot;,&quot;min_height&quot;:{&quot;unit&quot;:&quot;px&quot;,&quot;size&quot;:&quot;&quot;,&quot;sizes&quot;:[]},&quot;min_height_tablet&quot;:{&quot;unit&quot;:&quot;px&quot;,&quot;size&quot;:&quot;&quot;,&quot;sizes&quot;:[]},&quot;min_height_mobile&quot;:{&quot;unit&quot;:&quot;px&quot;,&quot;size&quot;:&quot;&quot;,&quot;sizes&quot;:[]}}\" data-widget_type=\"table-of-contents.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-toc__header\">\n\t\t\t<h4 class=\"elementor-toc__header-title\">\n\t\t\t\tTable of Contents\t\t\t<\/h4>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-toc__toggle-button elementor-toc__toggle-button--expand\"><svg class=\"e-font-icon-svg e-fas-chevron-down\" viewBox=\"0 0 448 512\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\"><path d=\"M207.029 381.476L12.686 187.132c-9.373-9.373-9.373-24.569 0-33.941l22.667-22.667c9.357-9.357 24.522-9.375 33.901-.04L224 284.505l154.745-154.021c9.379-9.335 24.544-9.317 33.901.04l22.667 22.667c9.373 9.373 9.373 24.569 0 33.941L240.971 381.476c-9.373 9.372-24.569 9.372-33.942 0z\"><\/path><\/svg><\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-toc__toggle-button elementor-toc__toggle-button--collapse\"><svg class=\"e-font-icon-svg e-fas-chevron-up\" viewBox=\"0 0 448 512\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\"><path d=\"M240.971 130.524l194.343 194.343c9.373 9.373 9.373 24.569 0 33.941l-22.667 22.667c-9.357 9.357-24.522 9.375-33.901.04L224 227.495 69.255 381.516c-9.379 9.335-24.544 9.317-33.901-.04l-22.667-22.667c-9.373-9.373-9.373-24.569 0-33.941L207.03 130.525c9.372-9.373 24.568-9.373 33.941-.001z\"><\/path><\/svg><\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-toc__body\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-toc__spinner-container\">\n\t\t\t\t<svg class=\"elementor-toc__spinner eicon-animation-spin e-font-icon-svg e-eicon-loading\" aria-hidden=\"true\" viewBox=\"0 0 1000 1000\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\"><path d=\"M500 975V858C696 858 858 696 858 500S696 142 500 142 142 304 142 500H25C25 237 238 25 500 25S975 237 975 500 763 975 500 975Z\"><\/path><\/svg>\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-3d316191 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"3d316191\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<h2><span style=\"font-weight: 400\">12 Fakta Anak Kedua<\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum menerapkan pola asuh pada anak kedua, yuk pelajari dulu beberapa fakta anak kedua berikut ini Moms.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400\">1. Cenderung Merasa Kurang Percaya Diri<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Fakta anak kedua yang satu ini bisa terjadi karena banyak faktor, salah satunya karena orang tua tanpa sadar suka memintanya untuk mencontoh kelebihan dari kakaknya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Misalnya si kakak pandai dalam matematika, sedangkan adiknya lebih jago dalam bermain bola. Daripada mendukung anak kedua untuk mengasah kemampuan bermain bola, orang tuanya justru memintanya supaya tidak kalah pintar matematika seperti anak pertama.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Hal ini bisa membuat anak kedua jadi merasa kurang percaya diri atau bahkan rendah diri karena sering dibanding-bandingkan dengan kakaknya. Padahal, orang tua harus memahami bahwa setiap anak punya bakat dan potensinya masing-masing. Jadi, tidak perlu membandingkan satu sama lainnya.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400\">2. Lebih Mandiri<\/span><\/h3><p style=\"text-align: center\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-23780 size-full\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Fakta-Anak-Kedua-Lebih-Mandiri.webp\" alt=\"Fakta Anak Kedua Lebih Mandiri\" width=\"900\" height=\"626\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Fakta-Anak-Kedua-Lebih-Mandiri.webp 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Fakta-Anak-Kedua-Lebih-Mandiri-600x417.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Fakta-Anak-Kedua-Lebih-Mandiri-768x534.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Fakta anak kedua selanjutnya adalah lebih mandiri. Mengutip dari penelitian Journal of Adolescence menyatakan kalau anak kedua punya otonomi lebih besar dibandingkan anak pertama.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, kalau Moms memiliki dua anak atau lebih, maka pastinya Moms sudah menyadarinya. Dengan anak pertama, Moms merasa anak tersebut seperti kertas putih sehingga akan memantau apapun yang mereka lakukan.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Ketika anak kedua lahir, biasanya Moms akan lebih rileks dan santai. Untuk itulah, anak kedua akan jadi lebih tangguh dan mandiri.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400\">3. Lebih Aktif<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Dibandingkan dengan anak pertama, anak kedua biasanya akan lebih aktif Moms. Beberapa orang tua bahkan mengeluhkan anak kedua mereka yang selalu ingin masuk ke suatu tempat baru lalu berlarian.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Mereka juga mengatakan kalau anak kedua cenderung tidak pernah bisa diam sementara anak pertama cenderung lebih tenang. Bahkan mereka punya tekanan darah dan berat badan lebih rendah jika dibandingkan dengan anak pertama.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400\">4. Fleksibel<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Anak kedua cenderung lebih fleksibel karena kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan situasi yang berbeda. Seperti yang tadi disebutkan kalau anak kedua lebih mandiri sehingga cenderung berpikir lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">out of the box<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Mereka bahkan bisa jadi pemain tim dan mitra luar biasa.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400\">5. Agak Sensitif<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Karena kurangnya perhatian dari orang tua, membuat anak kedua cenderung memiliki sifat agak sensitif dan lebih mudah baper. Mengapa? Sebab, kadang orang tua yang memiliki 3 anak atau lebih akan lebih memperhatikan si bungsu.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Alhasil, anak kedua pun jadi lebih sensitif dengan apapun yang dilakukan oleh orang-orang di rumah karena merasa dirinya kurang mendapat kasih sayang.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Karena perasannya lebih sensitif, dirinya akan lebih mudah merasakan sesuatu yang sangat janggal. Misalnya saja kakak atau adiknya berperilaku tidak biasanya maka anak kedua akan mengetahuinya. Sifat ini bisa dikatakan bisa bermanfaat dan sebuah keluarga.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan kata lain, anak kedua bisa dikatakan sebagai orang yang bisa membuat keterbukaan dalam sebuah keluarga. Keterbukaan ini sangat penting untuk sebuah keluarga karena bisa membuat hubungan orang tua dan anak jadi harmonis.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, jangan pernah memandang anak kedua sebelah mata karena di kemudian hari mereka bisa saja melindungi keluarganya dari kehancuran.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400\">6. Lebih Mudah Bergaul<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Anak kedua cenderung lebih mudah bergaul dibandingkan anak pertama. Alasannya karena sejak kecil dirinya sudah belajar untuk berinteraksi dengan kakak mereka dan ini bisa membantu mengembangkan keterampilan sosialnya. Apalagi kalau anak kedua mulai memiliki adik, maka kemampuan beradaptasinya pun akan semakin baik.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sehingga, tidak jarang kalau anak kedua dikenal sebagai anak yang lebih mudah untuk mendapat teman dibandingkan dengan anak pertama.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400\">7. Punya Standar Pendidikan Lebih Tinggi<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Mengutip dari sebuah studi yang dimuat dalam <\/span><a href=\"https:\/\/link.springer.com\/article\/10.1007\/s00148-015-0542-3\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><i><span style=\"font-weight: 400\">The Journal of Population Economics<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400\">, anak kedua memiliki standar pendidikan lebih tinggi dibandingkan dengan kakaknya. Hal ini disebabkan karena performa akademis anak pertama tidak terlalu baik sehingga orang tua ingin anak keduanya lebih berprestasi dalam segi akademis.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Alhasil, orang tua pun akan membebankan standar pendidikan yang lebih tinggi pada anak kedua.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400\">8. Cenderung Lebih Nakal<\/span><\/h3><p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-23782 size-full\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Fakta-Anak-Kedua-Cenderung-Lebih-Nakal.webp\" alt=\"Fakta Anak Kedua Cenderung Lebih Nakal\" width=\"900\" height=\"626\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Fakta-Anak-Kedua-Cenderung-Lebih-Nakal.webp 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Fakta-Anak-Kedua-Cenderung-Lebih-Nakal-600x417.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Fakta-Anak-Kedua-Cenderung-Lebih-Nakal-768x534.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sebuah penelitian yang dimuat di dalam jurnal <\/span><a href=\"https:\/\/www.nber.org\/papers\/w23038\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Birth Order and Delinquency<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> pada tahun 2017 mengatakan kalau anak kedua laki-laki akan cenderung lebih nak dibandingkan kakaknya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sifat anak kedua laki-laki ini disebabkan karena mereka ingin dapat perhatian. Untuk mendapat gambaran lebih jelas, maka kenakalan kerap ditunjukkan dengan melakukan hal-hal negatif agar mendapat kepedulian dari orang tuanya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-mendidik-anak-yang-bandel\/\">cara mendidik anak yang bandel<\/a>, Moms perlu banyak memberikan kasih sayang dan perhatian serta rutin menjalin komunikasi supaya anak merasa dipedulikan.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400\">9. Lebih Pandai Memahami Orang Lain<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Fakta anak kedua yang lainnya adalah bisa menempatkan diri di antara saudaranya yang lebih tua atau lebih muda. Mereka bisa memahami perasaan orang lain lebih mendalam.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sisi baiknya adalah mereka bisa bermanfaat ketika di tempatkan untuk <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/contoh-permainan-sosial-emosional-anak-usia-dini\/\">lingkungan sosial<\/a> karena bisa menjadi mediator.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400\">10. Lebih Kompetitif\u00a0<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Sifat kompetitif yang dimiliki anak kedua berasal dari kekecewaan dirinya karena tidak mendapat perhatian dan kasih sayang yang tidak adil. Anak kedua selalu merasa kalau kasih sayang yang diberikan orang tua hanya untuk kakak dan adiknya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Nah, fakta anak kedua membentuk sifat kompetitif untuk mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tua, kakak, dan adiknya. Jika dibiarkan hal ini bisa mengganggu keharmonisan keluarga.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, di sisi lain sifat kompetitif jika diarahkan ke arah baik maka bisa menghasilkan hal-hal baik juga. Misalnya saja untuk dapat nilai bagus di kelas maka anak kedua harus siap bersaing dengan murid-muridainnya.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400\">11. Senang Berbagi<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Fakta anak kedua selanjutnya adalah dirinya dikenal dengan pribadi suka berbagi. Dalam hal ini, berbagi yang dilakukan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan termasuk orang tua, kakak, dan adiknya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sifat berbagi yang dimiliki anak kedua ini sangat bermanfaat untuk dirinya terutama dalam pertemanan. Fakta anak kedua biasanya memiliki lebih banyak teman dibandingkan dengan anak pertama atau anak bungsu.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400\">12. Berani Mengambil Risiko<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Dibandingkan dengan anak pertama, fakta anak kedua lebih berani dalam mengambil risiko dalam melakukan berbagai hal baru. Keberanian anak kedua ini meningkat ketika ia mencoba hal baru yang sangat disukainya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan kata lainnya, anak kedua sangat suka diberikan tantangan-tantangan baru tanpa harus berpikir panjang.<\/span><\/p><h2><span style=\"font-weight: 400\">Kesimpulan<\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Nah, Moms itulah tadi beberapa fakta tentang anak kedua yang mungkin belum diketahui Moms. Selalu ingat, bahwa ketika anak kedua lahir, sang kakak tetap butuh penyesuaian akan kehadiran adiknya.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, ingatlah bahwa setiap anak itu unik dan tidak ada dua anak yang akan sama persis. Jadi, jangan biarkan stereotip ini memengaruhi cara Moms dalam melihat atau memperlakukan mereka.<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Benar gak sih anak kedua itu sangat sensitif? Simak fakta&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":45,"featured_media":23781,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[2055],"class_list":["post-23779","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-fakta-anak-kedua"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23779","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/45"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23779"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23779\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23787,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23779\/revisions\/23787"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23781"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}