{"id":23472,"date":"2023-11-30T15:36:18","date_gmt":"2023-11-30T08:36:18","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=23472"},"modified":"2023-11-30T15:36:21","modified_gmt":"2023-11-30T08:36:21","slug":"apa-akibatnya-kalau-lupa-waktu-dalam-bermain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/apa-akibatnya-kalau-lupa-waktu-dalam-bermain\/","title":{"rendered":"Apa Akibatnya Kalau Lupa Waktu dalam Bermain? Ini 5 Efeknya"},"content":{"rendered":"\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bermain jadi salah satu aktivitas yang bermanfaat untuk orang dewasa dan anak-anak, tapi hati-hati Moms, sudah tahu apa akibatnya kalau lupa waktu dalam bermain? Tak hanya berisiko untuk anak-anak tapi orangtua juga perlu tahu batas waktu yang cukup untuk bermain.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lalu apakah aktivitas seperti bermain bersama anak yang di luar <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/screen-time-dan-waktu-main-anak\/\"><i><span style=\"font-weight: 400\">screen time<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> juga perlu dibatasi waktunya? Mungkin hal ini yang jadi pertanyaan Moms selanjutnya. Ketahui jawaban selengkapnya di sini, ya Moms!<\/span><\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Berapa Lama Durasi yang Tepat untuk Bermain?<\/b><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image wp-image-23481\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"314\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/seorang-ayah-sedang-bermain-game-dengan-anak-perempuannya-600x314.webp\" alt=\"seorang ayah sedang bermain game dengan anak perempuannya\" class=\"wp-image-23481\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/seorang-ayah-sedang-bermain-game-dengan-anak-perempuannya-600x314.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/seorang-ayah-sedang-bermain-game-dengan-anak-perempuannya-768x402.webp 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/seorang-ayah-sedang-bermain-game-dengan-anak-perempuannya.webp 900w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Canva<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Psikolog Anak Rumah Dandelion, Kanti Pernama, aktivitas bermain (di luar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">screen time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) baik untuk orang dewasa maupun anak sebaiknya dilakukan bebas setiap hari. Aktivitas yang dilakukan bisa berupa menjalankan hobi, olahraga, interaksi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">hang out <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dengan teman, ataupun <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/me-time-ibu\/\">aktivitas<\/a> yang bisa dilakukan bersama anak seperti main <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">boardgame<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan menggambar bersama.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cTidak ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">guideline<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> spesifik untuk durasi bermain (di luar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">screen time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) buat anak maupun dewasa. Setiap orang bebas bisa berbeda-beda, karena bermain adalah sesuatu yang kita lakukan untuk rekreasi, untuk hiburan diri kita sendiri dan sifatnya motivasi intrinsik,\u201d kata Kanti.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kanti pun memberi contoh, \u201cKita lagi ingin main sesuatu dengan rasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">happy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">awalnya, ternyata belum sampai 20 menit kita udah bosan, kalau kita paksa harus sampai lewat 20 menit malah jadi hilang kesenangan intrinsik tadi dan menjadi tuntutan. Hilang juga esensi bermainnya,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nah, lain untuk permainan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">screen time, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Moms. Untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">screen time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">guideline<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> spesifik menurut Kanti, \u201cDurasinya dihimbau di bawah 30-60 menit di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">weekdays,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan di bawah 2 jam di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">weekend<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.\u201d Jika lebih dari waktu tersebut, ketahui risiko dan apa akibatnya kalau lupa waktu dalam bermain.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Apa Akibatnya Kalau Lupa Waktu dalam Bermain pada Anak dan Orang Tua?<\/b><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image wp-image-23482\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"314\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/apa-akibatnya-kalau-lupa-waktu-dalam-bermain-pada-anak-dan-orangtua-600x314.webp\" alt=\"apa akibatnya kalau lupa waktu dalam bermain pada anak dan orangtua\" class=\"wp-image-23482\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/apa-akibatnya-kalau-lupa-waktu-dalam-bermain-pada-anak-dan-orangtua-600x314.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/apa-akibatnya-kalau-lupa-waktu-dalam-bermain-pada-anak-dan-orangtua-768x402.webp 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/apa-akibatnya-kalau-lupa-waktu-dalam-bermain-pada-anak-dan-orangtua.webp 900w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Canva<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kanti lalu menyimpulkan, untuk kegiatan bermain anak bisa bebas dan perlu diberikan sebanyak-banyaknya, tapi perlu diseimbangi juga dengan pemberian kegiatan bermain terstruktur yang diarahkan orang lain dan ada peraturannya. Jangan lupa juga pemenuhan kebutuhan dasar dan tanggung jawab anak seperti makan, sosialisasi, istirahat, belajar, dll.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk orang dewasa pun kurang lebih sama. Kesempatan bermain ini perlu diperhatikan untuk tidak mengganggu keberfungsian harian seperti rutinitas kerja, rutinitas kebersihan diri, sosialisasi, serta pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan, istirahat, gerak.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lalu, apa akibatnya kalau lupa waktu dalam bermain untuk anak maupun orang dewasa. Berikut beberapa risikonya menurut Kanti:<\/span><b><\/b><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>1. Masalah kesehatan fisik&nbsp;&nbsp;<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lupa waktu dalam bermain dapat berdampak fisik seperti obesitas, gangguan tidur, tegang otot, hingga malnutrisi. Saat lupa waktu bermain, jadwal makan bisa saja terlewat dan membuat pemenuhan nutrisi jadi terganggu.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam kasus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">screen time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, gangguan tidur sangat rentan terjadi baik orang dewasa dan anak-anak. Cahaya yang dipancarkan layar malah bisa mengganggu siklus tidur di otak dan dapat menyebabkan insomnia, oleh karena itu sebisa mungkin hindari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">screen time <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sebelum tidur, ya.<\/span><b><\/b><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>2. Penurunan motivasi, performa akademis dan pekerjaan<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Terlalu banyak bermain ternyata secara tidak sadar dapat menurunkan motivasi untuk melakukan sesuatu pada Moms dan keluarga. Hal ini tentunya memengaruhi performa akademis Si Kecil jika sudah bersekolah dan pekerjaan Moms.<\/span><b><\/b><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>3. Masalah sosial dan emosi&nbsp;<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dampak lain yang terjadi adalah seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">social withdrawal. Social withdrawal <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">adalah sebuah kondisi di mana seseorang berusaha untuk menarik diri dari lingkungannya dan cenderung ingin menyendiri.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, risiko lainnya bisa memengaruhi seseorang terhadap proses untuk regulasi emosi. Hal ini juga terbukti pada kasus anak yang terlalu banyak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">screen time <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">menurut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">American Academy of Child and Adolescent Psychiatry<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.(yang dilansir dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.verywellfamily.com\/the-negative-effects-of-too-much-screen-time-1094877\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Very Well Family)<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> mereka cenderung dapat melakukan kekerasan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Paparan acara TV, film, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">video game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang mengandung kekerasan dapat menyebabkan anak-anak menjadi tidak peka terhadapnya. Pada akhirnya, mereka mungkin menggunakan kekerasan untuk memecahkan masalah dan mungkin meniru apa yang mereka lihat di TV.<\/span><b><\/b><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>4. Tidak menjaga kebersihan diri<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu apa akibatnya kalau lupa waktu dalam bermain adalah membuat Moms dan keluarga lupa akan rutinitas. Rutinitas seperti mandi dan juga menjaga kebersihan area rumah bisa jadi terabaikan.&nbsp;<\/span><b><\/b><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><b>5. Masalah kesehatan mental<\/b><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Risiko lain yang didapat ketika lupa waktu dalam bermain adalah dapat memicu agresivitas, kecemasan, adiksi, hingga depresi.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>4 Tips Agar Tidak Lupa Waktu dalam Bermain<\/b><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image wp-image-23483\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"314\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/tips-mengatasi-lupa-dalam-bermain-600x314.webp\" alt=\"apa akibatnya kalau lupa waktu dalam bermain dan tips mengatasinya\" class=\"wp-image-23483\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/tips-mengatasi-lupa-dalam-bermain-600x314.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/tips-mengatasi-lupa-dalam-bermain-768x402.webp 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/tips-mengatasi-lupa-dalam-bermain.webp 900w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: Canva<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Moms sudah mengetahui apa akibatnya kalau lupa waktu dalam bermain, lalu bagaimana mengatasinya agar Moms dan keluarga tidak lupa waktu? Berikut ada beberapa tipsnya:<\/span><b><\/b><\/p>\n\n\n\n<p><b>1. Buat jadwal rutinitas kegiatan untuk setiap hari<\/b><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Moms, membuat jadwal rutinitas setiap hari dapat membuat Moms menyeimbangkan antara kegiatan yang merupakan prioritas dan mana yang waktunya bermain. Menerapkan rutinitas juga bisa membuat Moms dan keluarga (terutama pada anak) jadi lebih disiplin dengan waktu.<\/span><b><\/b><\/p>\n\n\n\n<p><b>2. Kenalkan konsep waktu pada anak sejak dini<\/b><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika Moms kesulitan dalam membatasi waktu untuk anak, cobalah kenalkan konsep waktu pada anak sejak dini. Misalnya, jelaskan dengan memberitahu Si Kecil ketika jarum jam menunjuk ke arah angka 2, Moms dan keluarga sudah harus berhenti bermain dan masuk ke jam tidur siang.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hal ini tentu tidak dapat dilakukan satu-dua kali percobaan, Moms harus juga disiplin terhadap diri sendiri dan melakukannya secara rutin. Selamat mencoba!<\/span><b><\/b><\/p>\n\n\n\n<p><b>3. Pakai alarm saat bermain<\/b><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kalau Moms dan Dads orang yang juga masih sering lupa waktu dalam bermain karena terlalu fokus, Moms mungkin bisa coba batasi waktu bermain dengan alarm. Cara ini jadi teknik yang paling simpel dan mudah dilakukan terutama jika Moms dan Si Kecil sedang melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">screen time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.&nbsp;<\/span><b><\/b><\/p>\n\n\n\n<p><b>4. Membuat aturan bermain<\/b><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bermain juga tentu memiliki aturan. Salah satu yang bisa Moms terapkan dengan keluarga adalah membuat aturan waktu-waktu tertentu di mana anak dan keluarga boleh bermain. Misalnya, tidak boleh bermain ketika sudah di kamar tidur, tidak bermain ketika sedang makan, dan lain sebagainya.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Membuat aturan seperti ini juga bisa mendukung bagi kegiatan prioritas, seperti anak jadi lebih fokus saat makan dan menikmati makanannya.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Kesimpulan<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi Moms, sudah tahu kan apa akibatnya kalau lupa waktu dalam bermain? Walaupun tidak ada ketentuan pasti berapa lama durasi untuk Moms dan anak bermain (di luar waktu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">screen time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) pastikan kegiatan rutinitas prioritas Moms tetap berjalan dengan baik, ya.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apalagi jika Moms mempunyai waktu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">screen time <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">bersama pada anak, pastikan batas waktu nya dan terapkan selalu dengan rutin. Buatlah kesepakatan dan diskusi bersama keluarga terhadap waktu bermain agar semua dapat menerapkan dengan nyaman. Selamat bermain bersama keluarga!<\/span><\/p>\n\n\n\n<details class=\"wp-block-details is-layout-flow wp-block-details-is-layout-flow\"><summary>Referensi<\/summary>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Very Well Family. 2020. The Harmful Effects of Too Much Screen Time for Kids <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">(diakses 23 November 2023<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) | https:\/\/www.verywellfamily.com\/the-negative-effects-of-too-much-screen-time-1094877<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400\">JP2KG AUD (Jurnal Pendidikan, Pengasuhan, Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini). 2020. Studi Kasus Perilaku Social Withdrawal pada Anak Usia Dini (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">diakses 23 November 2023<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) |&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/410432-studi-kasus-perilaku-social-withdrawal-p-b716d37d.pdf<\/p>\n<\/details>\n\n\n\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bermain jadi salah satu aktivitas yang bermanfaat untuk orang dewasa&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":37,"featured_media":23480,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-23472","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23472","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23472"}],"version-history":[{"count":13,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23472\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23681,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23472\/revisions\/23681"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23480"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23472"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23472"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23472"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}