{"id":23400,"date":"2023-11-24T13:09:05","date_gmt":"2023-11-24T06:09:05","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=23400"},"modified":"2023-11-24T13:09:07","modified_gmt":"2023-11-24T06:09:07","slug":"dampak-anak-sering-dimarahi-dan-dibentak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/dampak-anak-sering-dimarahi-dan-dibentak\/","title":{"rendered":"Ini 3 Dampak Anak Sering Dimarahi dan Dibentak dan Cara Tepat Mengendalikan Emosi"},"content":{"rendered":"\n<p>Dampak anak sering dimarahi dan dibentak oleh orang tuanya itu tidak bisa disepelekan begitu saja, Moms. Apalagi jika anak masih dalam <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/golden-age-anak\/\">usia emasnya<\/a>, yang masih membutuhkan banyak perhatian dan kasih sayang. Setiap anak pasti pernah melakukan kesalahan, dan tugas orang tuanya adalah memberi disiplin tanpa harus dimarahi dan dibentak karena dapat memberikan dampak negatif untuk diri anak sendiri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dampak Anak Sering Dimarahi dan Dibentak<\/h2>\n\n\n\n<p>Dampak anak sering dimarahi dan dibentak secara berlebihan dapat memiliki dampak serius pada perkembangan mereka, baik secara psikologis, fisik, maupun sosial. Berikut adalah dampak anak sering dimarahi dan dibentak yang bisa saja terjadi, simak penjelasannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dampak Secara Psikologis<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dampak anak sering dimarahi dan dibentak mungkin memiliki rasa takut dan kecemasan terhadap orang yang marah, yang dapat memengaruhi kepercayaan diri dan ketenteraman emosional mereka.<\/li>\n\n\n\n<li>Marah-marah terus-menerus dapat merendahkan harga diri anak, membuat mereka merasa tidak berharga atau tidak mampu.<\/li>\n\n\n\n<li>Anak cenderung menanggung perasaan bersalah dan malu jika sering dimarahi dan dibentak. Ini dapat memengaruhi citra diri mereka dan membuat mereka merasa buruk tentang diri sendiri.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dampak Secara Fisik<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/tips-mengatasi-stress\/\">Stres<\/a> yang berkepanjangan akibat anak dimarahi dan dibentak, dapat memengaruhi sistem saraf anak, menyebabkan peningkatan kadar hormon stres seperti kortisol. Stres kronis dapat berkontribusi pada masalah kesehatan fisik, termasuk gangguan tidur, sakit kepala, dan gangguan pencernaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Anak yang sering mengalami stres, termasuk dimarahi dan dibentak, mungkin mengalami kesulitan tidur. Gangguan tidur dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.<\/li>\n\n\n\n<li>Anak yang hidup dalam lingkungan yang penuh tekanan emosional mungkin mengalami masalah pertumbuhan. Hormon stres yang berlebihan dapat mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dampak Secara Sosial<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dampak anak sering dimarahi dan dibentak mungkin kesulitan dalam berinteraksi dengan teman sebaya dan orang dewasa karena mereka cenderung takut atau enggan untuk terlibat dalam hubungan sosial.<\/li>\n\n\n\n<li>Dampak anak sering dimarahi dan dibentak secara berlebihan dapat memengaruhi perkembangan keterampilan sosial anak, membuatnya sulit untuk bekerja sama atau memahami perasaan orang lain.<\/li>\n\n\n\n<li>Dampak anak sering dimarahi dan dibentak mungkin mengembangkan perilaku agresif sebagai respons terhadap kekerasan yang mereka alami.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Mendukung perkembangan anak dengan cara yang positif dan penuh kasih sayang dapat membantu mereka tumbuh menjadi individu yang sehat secara emosional dan sosial. Dan cara untuk mengajarkan sikap baik dan sopan santun pada anak tidak selalu dengan cara dimarahi dan dibentak, Moms.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"400\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pexels-ketut-subiyanto-4473302-600x400.webp\" alt=\"dampak anak sering dimarahi dan dibentak\" class=\"wp-image-23425\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pexels-ketut-subiyanto-4473302-600x400.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pexels-ketut-subiyanto-4473302-900x600.webp 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pexels-ketut-subiyanto-4473302-768x512.webp 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pexels-ketut-subiyanto-4473302-jpg.webp 1280w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Solusi Agar Orang Tua Dapat Mengendalikan Emosi Saat Anak Membuat Kesalahan<\/h2>\n\n\n\n<p>Mengendalikan emosi sebagai orang tua merupakan keterampilan penting untuk menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan mendukung perkembangan anak. Lalu bagaimana cara Moms sebagai orang tua untuk dapat mengendalikan emosi saat anak membuat kesalahan?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Memahami emosi sendiri<\/h3>\n\n\n\n<p>Kenali dan pahami emosi Moms. Ketahui pemicu emosi negatif dan cara tubuh Moms meresponsnya. Luangkan waktu setiap hari untuk merenungi perasaan dan pikiran Moms. Kesadaran diri melibatkan pemahaman tentang bagaimana Moms merespons situasi tertentu dan bagaimana emosi memengaruhi perilaku Moms.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Cari pemicu emosi<\/h3>\n\n\n\n<p>Identifikasi pemicu atau situasi tertentu yang sering memicu emosi. Apakah itu stres di tempat kerja, interaksi dengan orang tertentu, atau situasi tertentu di rumah? Mengetahui pemicu-pemicu ini dapat membantu Moms untuk tidak melampiaskannya pada anak dengan cara dimarahi dan dibentak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Beri waktu diri sendiri untuk refleksi<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum merespons secara emosional terhadap suatu situasi dimana anak membuat kesalahan, beri diri Moms waktu untuk merenung. Pertimbangkan dampak dari tindakan atau kata-kata Moms terhadap anak dan hubungan Moms dengannya. Jangan buat Moms menyesal setelah memarahi dan membentak anak, karena Moms tidak akan bisa menarik kembali tindakan itu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tulis jurnal emosi<\/h3>\n\n\n\n<p>Menulis <a href=\"https:\/\/shopee.co.id\/Bukuqu-Classic-Notebook-Pastel-Edition-Bullet-Journal-Planner-Buku-Agenda-i.34640023.18092104014?sp_atk=1cfe9b1c-fb74-42d0-8fff-414e97459886&amp;xptdk=1cfe9b1c-fb74-42d0-8fff-414e97459886\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">jurnal emosi<\/a> dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kesadaran diri. Catat perasaan Moms, pemicu-pemicunya, dan cara tubuh merespons. Cara ini membantu Moms melacak pola-pola tertentu dan memahami lebih baik bagaimana Moms bereaksi terhadap situasi tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Mom Tiara Rahmania (via Instagram <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/tiera.rm\/?e=1b2a53e2-1e08-47b9-9656-9a5b72387374&amp;g=5\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">@tiera.rm<\/a>) berbagi cara untuk mengelola emosi sebagai orang tua<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/Czsc1Evryjo\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/Czsc1Evryjo\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener nofollow\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewBox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">View this post on Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/Czsc1Evryjo\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener nofollow\">A post shared by SuperMom Indonesia (@welovesupermom.id)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berbicara dengan orang lain<\/h3>\n\n\n\n<p>Diskusikan perasaan dengan teman, anggota keluarga, atau profesional. Kadang-kadang, pendapat dari orang lain dapat membantu Anda melihat hal-hal dari sudut pandang yang berbeda. Mencari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional dapat membantu Moms mengatasi tekanan dan emosional. Berbicara tentang perasaan yang tengah Moms rasakan dapat memberikan perspektif yang berbeda dan solusi yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"400\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pexels-gustavo-fring-4149002-600x400.webp\" alt=\"dampak anak sering dimarahi dan dibentak\" class=\"wp-image-23426\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pexels-gustavo-fring-4149002-600x400.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pexels-gustavo-fring-4149002-900x600.webp 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pexels-gustavo-fring-4149002-768x512.webp 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pexels-gustavo-fring-4149002-jpg.webp 1280w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Berkomunikasi yang Positif Bersama Anak<\/h2>\n\n\n\n<p>Berkomunikasi secara positif dengan anak dapat memperkuat hubungan orang tua dan anak, membangun kepercayaan, serta menciptakan lingkungan keluarga yang sehat. Dengan cara berkomunikasi yang positif, membuat anak lebih muda diberi disiplin tanpa harus merasakan dampak anak sering dimarahi atau dibentak. Berikut adalah beberapa tips untuk berkomunikasi positif dengan anak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dengarkan anak dengan penuh perhatian<\/h3>\n\n\n\n<p>Berikan perhatian sepenuhnya saat anak berbicara. Hindari distraksi dan tunjukkan bahwa Moms benar-benar mendengarkan dengan mata dan telinga terbuka. Anak akan merasa dihargai dan lebih mudah untuk diberi pengertian jika telah melakukan kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Gunakan bahasa tubuh yang positif saat berkomunikasi dengan anak<\/h3>\n\n\n\n<p>Ekspresikan diri Moms dengan bahasa tubuh yang positif, seperti senyum, kontak mata, dan ekspresi wajah yang mendukung ketika merespon setiap tingkah laku atau aktivitas anak. Cara ini dapat membantu menciptakan suasana yang nyaman dan terbuka antara orang tua dan anak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hindari bahasa yang negatif dan merendahkan anak<\/h3>\n\n\n\n<p>Hindari menggunakan bahasa yang menghakimi atau merendahkan anak. Fokuslah pada bahasa yang positif dan membangun, seperti memberikan pujian, memberi dukungan, dan menggunakan kata-kata yang menginspirasi. Jika memang Moms ingin menegur, hindari menggunakan kata-kata yang merendahkan karena dapat mempengaruhi psikologi anak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Beri anak kesempatan untuk mengutarakan pendapat<\/h3>\n\n\n\n<p>Ajarkan anak untuk menyampaikan pendapat dan perasaan mereka dengan terbuka kepada orang tua. Berikan ruang untuk ekspresi diri tanpa takut akan hukuman atau kritik. Selain dapat mempererat hubungan anak dan orang tua, cara ini juga menjadi cara agar anak lebih mudah untuk dikendalikan tanpa Moms harus marah atau membentak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hindari mengancam dan menghukum berlebihan<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika anak tidak segera mengindahkan ucapan Moms, hindari untuk mengancam atau memberikan hukuman berlebihan. Moms bisa bicara secara perlahan dari hati ke hati dengan anak, tanpa perlu mengancam. Jika satu kali percobaan belum berhasil, Moms bisa mencoba lagi di waktu yang berbeda.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"400\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pexels-ketut-subiyanto-4473774-600x400.webp\" alt=\"dampak anak sering dimarahi dan dibentak\" class=\"wp-image-23427\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pexels-ketut-subiyanto-4473774-600x400.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pexels-ketut-subiyanto-4473774-900x600.webp 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pexels-ketut-subiyanto-4473774-768x512.webp 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/pexels-ketut-subiyanto-4473774-jpg.webp 1280w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Penting untuk diingat bahwa setiap anak adalah individu yang unik, dan dampak psikologis dapat bervariasi dari satu anak ke anak lainnya, jadi hindari untuk memarahi dan membentak anak terlalu berlebihan, Moms. <\/p>\n\n\n\n<p>Mengendalikan emosi memerlukan latihan dan kesadaran diri yang konsisten. Dengan berusaha menerapkan strategi ini, Moms dapat menciptakan lingkungan yang lebih positif dan mendukung perkembangan anak.\u00a0 Selain itu juga dapat membantu menciptakan ikatan yang kuat dengan anak dan membangun fondasi untuk hubungan yang sehat, dan mengurangi dampak anak sering dimarahi dan dibentak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dampak anak sering dimarahi dan dibentak oleh orang tuanya itu&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":44,"featured_media":23424,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[1027,241],"class_list":["post-23400","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-parenting","tag-parenting-tips"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23400","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/44"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23400"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23400\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23497,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23400\/revisions\/23497"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23424"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23400"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23400"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23400"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}