{"id":23145,"date":"2023-11-17T16:56:07","date_gmt":"2023-11-17T09:56:07","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=23145"},"modified":"2023-11-21T16:39:23","modified_gmt":"2023-11-21T09:39:23","slug":"speech-delay-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/speech-delay-pada-anak\/","title":{"rendered":"Speech Delay Pada Anak: Penyebab dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"23145\" class=\"elementor elementor-23145\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-48164e0c e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"48164e0c\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-5b3f733 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"5b3f733\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400\">Speech delay pada anak sering menjadi istilah yang digunakan untuk semua bentuk keterlambatan komunikasi anak. Namun, sebenarnya kedua hal ini berbeda. Speech delay pada anak bisa merujuk pada keterlambatan bicara ketika anak bisa menyampaikan isi pikiran namun ucapannya sulit dipahami.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Kondisi ini juga bisa diartikan keterlambatan bahasa saat anak bisa mengucapkan kata-kata, namun tidak bisa menggabungkannya untuk menyampaikan isi pikirannya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sayangnya, banyak yang menganggap anak yang terlambat bicara itu biasa dan akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia anak. Namun, faktanya, keterlambatan bicara maupun bahasa bisa disebabkan oleh banyak faktor Moms.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Ada yang bisa membaik karena distimulasi terus-menerus. Namun, ada juga yang membutuhkan penanganan dari dokter dan terapis. Untuk itu, simak penjelasan lebih lanjut tentang speech delay pada anak berikut ini Moms.<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-c4e3739 elementor-toc--minimized-on-tablet elementor-widget elementor-widget-table-of-contents\" data-id=\"c4e3739\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-settings=\"{&quot;headings_by_tags&quot;:[&quot;h2&quot;,&quot;h3&quot;],&quot;exclude_headings_by_selector&quot;:[],&quot;marker_view&quot;:&quot;bullets&quot;,&quot;icon&quot;:{&quot;value&quot;:&quot;fas fa-circle&quot;,&quot;library&quot;:&quot;fa-solid&quot;,&quot;rendered_tag&quot;:&quot;&lt;svg class=\\&quot;e-font-icon-svg e-fas-circle\\&quot; viewBox=\\&quot;0 0 512 512\\&quot; xmlns=\\&quot;http:\\\/\\\/www.w3.org\\\/2000\\\/svg\\&quot;&gt;&lt;path d=\\&quot;M256 8C119 8 8 119 8 256s111 248 248 248 248-111 248-248S393 8 256 8z\\&quot;&gt;&lt;\\\/path&gt;&lt;\\\/svg&gt;&quot;},&quot;minimize_box&quot;:&quot;yes&quot;,&quot;minimized_on&quot;:&quot;tablet&quot;,&quot;hierarchical_view&quot;:&quot;yes&quot;,&quot;min_height&quot;:{&quot;unit&quot;:&quot;px&quot;,&quot;size&quot;:&quot;&quot;,&quot;sizes&quot;:[]},&quot;min_height_tablet&quot;:{&quot;unit&quot;:&quot;px&quot;,&quot;size&quot;:&quot;&quot;,&quot;sizes&quot;:[]},&quot;min_height_mobile&quot;:{&quot;unit&quot;:&quot;px&quot;,&quot;size&quot;:&quot;&quot;,&quot;sizes&quot;:[]}}\" data-widget_type=\"table-of-contents.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-toc__header\">\n\t\t\t<h4 class=\"elementor-toc__header-title\">\n\t\t\t\tDaftar Isi\t\t\t<\/h4>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-toc__toggle-button elementor-toc__toggle-button--expand\"><svg class=\"e-font-icon-svg e-fas-chevron-down\" viewBox=\"0 0 448 512\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\"><path d=\"M207.029 381.476L12.686 187.132c-9.373-9.373-9.373-24.569 0-33.941l22.667-22.667c9.357-9.357 24.522-9.375 33.901-.04L224 284.505l154.745-154.021c9.379-9.335 24.544-9.317 33.901.04l22.667 22.667c9.373 9.373 9.373 24.569 0 33.941L240.971 381.476c-9.373 9.372-24.569 9.372-33.942 0z\"><\/path><\/svg><\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-toc__toggle-button elementor-toc__toggle-button--collapse\"><svg class=\"e-font-icon-svg e-fas-chevron-up\" viewBox=\"0 0 448 512\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\"><path d=\"M240.971 130.524l194.343 194.343c9.373 9.373 9.373 24.569 0 33.941l-22.667 22.667c-9.357 9.357-24.522 9.375-33.901.04L224 227.495 69.255 381.516c-9.379 9.335-24.544 9.317-33.901-.04l-22.667-22.667c-9.373-9.373-9.373-24.569 0-33.941L207.03 130.525c9.372-9.373 24.568-9.373 33.941-.001z\"><\/path><\/svg><\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-toc__body\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-toc__spinner-container\">\n\t\t\t\t<svg class=\"elementor-toc__spinner eicon-animation-spin e-font-icon-svg e-eicon-loading\" aria-hidden=\"true\" viewBox=\"0 0 1000 1000\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\"><path d=\"M500 975V858C696 858 858 696 858 500S696 142 500 142 142 304 142 500H25C25 237 238 25 500 25S975 237 975 500 763 975 500 975Z\"><\/path><\/svg>\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-4689820b elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"4689820b\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab Speech Delay Pada Anak<\/span><\/h2><p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-23147 size-full\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Penyebab-Speech-Delay-Pada-Anak-1.webp\" alt=\"Penyebab Speech Delay Pada Anak\" width=\"900\" height=\"626\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Penyebab-Speech-Delay-Pada-Anak-1.webp 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Penyebab-Speech-Delay-Pada-Anak-1-600x417.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Penyebab-Speech-Delay-Pada-Anak-1-768x534.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa penyebab speech delay pada anak yang penting Moms ketahui seperti berikut ini.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Kondisi Medis atau Baru Lahir<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kondisi medis pada Si Kecil yang bisa menjadi penyebab speech delay pada anak adalah sebagai berikut:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">BBLR (berat badan lahir rendah).<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi kuning<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelahiran prematur<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi TORCH dalam kandungan sehingga memicu masalah pendengaran pada Si Kecil dan menyebabkan speech delay.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hipotiroid kongenital yang tidak terdiagnosis lebih awal sehingga tidak mendapat pengobatan.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak mendapat cukup oksigen ketika lahir atau asfiksi.<\/span><\/li><\/ul><h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Gangguan Fungsi Oromotor dan Struktur Mulut<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Speech delay merupakan kondisi yang bisa disebabkan karena masalah pada area otak yang mengontrol koordinasi lidah, bibir, dan rahang untuk mengeluarkan suara. Kondisi ini juga kerap berdampak pada cara makan Si Kecil.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, struktur pada mulut seperti bibir sumbing juga bisa menyebabkan gangguan pada gerakan lidah dalam memproduksi suara.\u00a0<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Gangguan Pendengaran<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.egms.de\/static\/en\/journals\/cto\/2014-13\/cto000108.shtml\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">German Medical Science<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, gangguan pendengaran juga bisa menjadi penyebab speech delay pada anak. Gangguan pendengaran ini memang tidak selalu berarti sama sekali tidak mendengar, melainkan spektrum sama sekali tidak bisa mendengar bahkan bisa mendengar sebagian hanya pada volume tertentu.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pendengaran, anak harus menjalani pemeriksaan ke dokter THT. Adapun gangguan pendengaran ini bisa dialami sejak lahir dan bisa juga seiring dengan pertumbuhan anak. Infeksi telinga yang berulang pun bisa menyebabkan gangguan pendengaran pada anak.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Autisme<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak anak yang mengalami gangguan spektrum autisme berkaitan dengan masalah pada perkembangan bahasa dan sosial. Namun, karena biasanya perkembangan mereka normal sesuai usianya seperti bisa duduk, merangkak, dan berjalan, perkembangan untuk aspek sosial dan bahasa ini seringkali terlambat disadari.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Speech delay pada anak akibat autisme biasanya disertai dengan gejala autisme yang lain. Namun, perlu diketahui kalau autisme pada anak adalah sebuah spektrum, dari ringan hingga berat. Untuk itu, jika ada kecurigaan, tidak ada salahnya memeriksakan anak sedini mungkin.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Memiliki Riwayat Kejang, Trauma Kepala, atau Radang Otak<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagai kondisi berikut juga bisa menjadi penyebab speech delay pada anak karena bisa mengganggu perkembangan otak anak. Berikut adalah beberapa contohnya:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Radang otak<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Riwayat kejang yang lama<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Trauma kepala yang terjadi di bulan-bulan pertama kehidupan anak<\/span><\/li><\/ul><h3><span style=\"font-weight: 400;\">6. Kurang Stimulasi<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang stimulasi pun juga bisa menjadi penyebab speech delay pada anak. Kurangnya stimulasi pun juga bisa menjadi penyebab speech delay pada anak. Kurang stimulasi bisa terjadi karena banyak hal, misalnya:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Depresi karena orang tua<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurangnya pengetahuan orang tua dalam menstimulasi anak<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah anak yang banyak sehingga anak kurang mendapat perhatian<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesulitan ekonomi<\/span><\/li><\/ul><h3><span style=\"font-weight: 400;\">7. Terlalu Banyak Screen Time<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak bisa disangkal kalau gadget seperti smartphone atau bahkan game console juga bisa menjadi penyelamat ketika Si Kecil bosan di rumah. Namun, <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/screen-time-dan-waktu-main-anak\/\">screen time<\/a> yang terlalu berlebihan juga menjadi faktor terbesar yang memicu terjadinya speech delay pada anak, khususnya bagi Si Kecil yang berusia di bawah 3 tahun.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan gadget berlebihan pada anak bisa mengganggu interaksi sosial seperti interaksi dengan Moms atau teman-temannya. Padahal, interaksi sosial ini sangat penting Moms karena bisa membantu Si Kecil mengembangkan kemampuan bicara dan bahasanya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin lama Si Kecil menghabiskan waktu untuk bermain gadget maka semakin berdampak negatif pula kemampuan bicara dan juga perkembangan kognitifnya.<\/span><\/p><h2><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala dan Tanda Speech Delay pada Anak<\/span><\/h2><p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-23146 size-full\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Tanda-Speech-Delay-pada-Anak.webp\" alt=\"Tanda Speech Delay pada Anak\" width=\"900\" height=\"626\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Tanda-Speech-Delay-pada-Anak.webp 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Tanda-Speech-Delay-pada-Anak-600x417.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Tanda-Speech-Delay-pada-Anak-768x534.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Normalnya, anak yang sudah menginjak usia 2 tahun sudah menguasai 50 kosakata dan bisa menggabungkan 2 kata jadi kalimat yang sederhana. Namun, ada pengecualian bagi pengidap speech delay. Beberapa kondisi ini perlu Moms curigai sebagai gejala speech delay pada anak, misalnya:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jarang meniru perkataan orang lain.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sulit merespon saat Moms ajak bicara.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sulit dalam memahami instruksi sederhana, seperti saat Moms mencoba meminta si Kecil untuk mengambil sesuatu, Si Kecil tidak merespon dengan baik.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sulit menyebutkan nama-nama benda di rumah.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih sering menunjukkan gestur tubuh dibandingkan dengan berbicara saat meminta sesuatu.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak memiliki kosakata yang terbatas.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Si Kecil mengalami perubahan nada suara yang tidak normal seperti sengau atau serak.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghindari kontak mata dengan lawan bicaranya.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Moms tidak bisa mengerti perkataan Si Kecil walaupun usianya sudah menginjak 30 bulan.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada kalimat 2 kata yang bisa Moms pahami pada usia 24 bulan.<\/span><\/li><\/ul><h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara Mengatasi Speech Delay pada Anak<\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua sangat memainkan peran penting dalam mendeteksi keterlambatan perkembangan bicara pada anak. Sebab, kalau keterlambatan ini dideteksi dan ditangani secara dini maka bisa berakibat pada gangguan kecerdasan dan perilakunya<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak yang memiliki gangguan bahasa juga berisiko memiliki masalah dalam membaca dan kesulitan memiliki pemahaman yang akibatnya Si Kecil jadi rentan mengalami masalah terkait dengan pendidikan dan interaksi sosialnya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Si Kecil yang mengalami speech delay bisa sembuh ketika mendapat perawatan yang tepat. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Moms lakukan dalam membantu Si Kecil mengatasi speech delay yang dialaminya.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Sering Mengajaknya Bicara<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Rutin mengajak bicara bisa membantu Si Kecil meningkatkan kemampuan bicaranya serta menambah kosakata baru. Untuk itu, Moms perlu secara aktif mengajak anak untuk berkomunikasi sejak dini dan membuat lingkungan interaktif demi tumbuh kembang Si Kecil.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi speech delay pada anak adalah memberikan berbagai pertanyaan seperti apa yang ada di sekitar, apa yang dimakannya, atau apa yang dirasakannya.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Batasi Waktunya dalam Bermain Gadget<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlalu fokus dalam bermain gadget bisa membuat interaksi dan komunikasi Si Kecil jadi berkurang.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengatasi speech delay pada anak, Moms bisa membatasi waktu bermain gadget pada anak yakni tidak lebih dari 1 jam sehari bagi anak yang berusia 2-3 tahun. Nah, kalau lebih sedikit maka lebih baik.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Mengajaknya Bernyanyi<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Bernyanyi bersama bisa membantu Si Kecil untuk melatihnya berbicara. Setiap anak pun akan senang bernyanyi atau mendengarkan lagu yang disukainya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Lirik <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/lagu-anak-anak-populer\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">lagu anak-anak<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> juga bisa menstimulasi Si Kecil dalam mengembangkan kosa kata dan mengenal nada. Moms bisa mengajaknya bernyanyi sambil menari supaya kegiatan ini bisa semakin menyenangkan.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Membebaskan Si Kecil Aktif Bermain<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai ganti dari screen time, Moms bisa membebaskan Si Kecil bermain secara aktif. Baik itu dengan menyediakan <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/mainan-edukatif-anak-usia-1-3-tahun\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">mainan edukatif anak<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti mainan sensori, ajak bermain bermain peran (role play) bersama, mengajaknya bersepeda, atau berenang hingga mengajaknya bermain ke taman bermain.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms pun juga bisa mengatur jadwal playdate supaya Si Kecil tetap bisa bersama teman-temannya sembari melatih kemampuan sosialisasinya.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Membaca Buku Bersama<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara yang efektif dalam meningkatkan kemampuan bicara anak adalah sering membacakannya buku cerita. Dari membaca buku, Si Kecil bisa mendapat banyak kosakata baru, mengikuti alur cerita, dan memahami struktur kalimat.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, Moms bisa memberikan bacaan bergambar menarik untuk membantu merangsang kemampuan bicaranya. Ketika membaca buku cerita, Moms bisa mengajak Si Kecil menunjuk gambar-gambar dalam <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/buku-dongeng-anak-sesuai-usia\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">buku dongeng<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan menyebutkan nama-nama yang dilihatnya.<\/span><\/p><h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulan\u00a0<\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah tadi penjelasan tentang speech delay pada anak. Apabila Moms merasakan khawatir terkait perkembangan bicara Si Kecil, sebaiknya segera konsultasi ke dokter supaya mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat. Semoga artikel ini membantu Moms!<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Speech delay pada anak sering menjadi istilah yang digunakan untuk&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":45,"featured_media":23148,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[2031,2041],"class_list":["post-23145","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-speech-delay","tag-speech-delay-pada-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/45"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23145"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23145\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23351,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23145\/revisions\/23351"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}