{"id":22739,"date":"2023-11-09T13:34:41","date_gmt":"2023-11-09T06:34:41","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=22739"},"modified":"2023-11-13T10:53:07","modified_gmt":"2023-11-13T03:53:07","slug":"berapa-lama-sperma-membuahi-sel-telur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/berapa-lama-sperma-membuahi-sel-telur\/","title":{"rendered":"Berapa Lama Sperma Membuahi Sel Telur? Simak di Sini!"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"22739\" class=\"elementor elementor-22739\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-1eb04a9c e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"1eb04a9c\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-f5048c6 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"f5048c6\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<h2>Berapa Lama Sperma Membuahi Sel Telur?<\/h2><p>Pada umumnya masa ovulasi bisa berlangsung sekitar 2 minggu sebelum hari pertama menstruasi berikutnya dimulai. Ketika ovulasi, maka ovarium akan mengeluarkan sel telur yang telah matang.<\/p><p>Kemudian sel telur masuk ke tuba falopi dan menunggu datangnya sperma untuk dibuahi. Lalu, berapa lama sperma membuahi sel telur?<\/p><p><span style=\"font-size: var(--font-base); color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-text-font-family ), Sans-serif; font-weight: var( --e-global-typography-text-font-weight ); text-align: var(--text-align);\">Yuk, kita selami proses pembuahan dan ketahui berapa lama <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-membedakan-sperma-subur-dan-tidak\/\">sperma<\/a> memiliki kesempatan untuk membuahi sel telur!<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-3c249b3 elementor-toc--minimized-on-tablet elementor-widget elementor-widget-table-of-contents\" data-id=\"3c249b3\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-settings=\"{&quot;headings_by_tags&quot;:[&quot;h2&quot;,&quot;h3&quot;],&quot;exclude_headings_by_selector&quot;:[],&quot;marker_view&quot;:&quot;bullets&quot;,&quot;icon&quot;:{&quot;value&quot;:&quot;fas fa-circle&quot;,&quot;library&quot;:&quot;fa-solid&quot;,&quot;rendered_tag&quot;:&quot;&lt;svg class=\\&quot;e-font-icon-svg e-fas-circle\\&quot; viewBox=\\&quot;0 0 512 512\\&quot; xmlns=\\&quot;http:\\\/\\\/www.w3.org\\\/2000\\\/svg\\&quot;&gt;&lt;path d=\\&quot;M256 8C119 8 8 119 8 256s111 248 248 248 248-111 248-248S393 8 256 8z\\&quot;&gt;&lt;\\\/path&gt;&lt;\\\/svg&gt;&quot;},&quot;minimize_box&quot;:&quot;yes&quot;,&quot;minimized_on&quot;:&quot;tablet&quot;,&quot;hierarchical_view&quot;:&quot;yes&quot;,&quot;min_height&quot;:{&quot;unit&quot;:&quot;px&quot;,&quot;size&quot;:&quot;&quot;,&quot;sizes&quot;:[]},&quot;min_height_tablet&quot;:{&quot;unit&quot;:&quot;px&quot;,&quot;size&quot;:&quot;&quot;,&quot;sizes&quot;:[]},&quot;min_height_mobile&quot;:{&quot;unit&quot;:&quot;px&quot;,&quot;size&quot;:&quot;&quot;,&quot;sizes&quot;:[]}}\" data-widget_type=\"table-of-contents.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-toc__header\">\n\t\t\t<h4 class=\"elementor-toc__header-title\">\n\t\t\t\tDaftar Isi\t\t\t<\/h4>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-toc__toggle-button elementor-toc__toggle-button--expand\"><svg class=\"e-font-icon-svg e-fas-chevron-down\" viewBox=\"0 0 448 512\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\"><path d=\"M207.029 381.476L12.686 187.132c-9.373-9.373-9.373-24.569 0-33.941l22.667-22.667c9.357-9.357 24.522-9.375 33.901-.04L224 284.505l154.745-154.021c9.379-9.335 24.544-9.317 33.901.04l22.667 22.667c9.373 9.373 9.373 24.569 0 33.941L240.971 381.476c-9.373 9.372-24.569 9.372-33.942 0z\"><\/path><\/svg><\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-toc__toggle-button elementor-toc__toggle-button--collapse\"><svg class=\"e-font-icon-svg e-fas-chevron-up\" viewBox=\"0 0 448 512\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\"><path d=\"M240.971 130.524l194.343 194.343c9.373 9.373 9.373 24.569 0 33.941l-22.667 22.667c-9.357 9.357-24.522 9.375-33.901.04L224 227.495 69.255 381.516c-9.379 9.335-24.544 9.317-33.901-.04l-22.667-22.667c-9.373-9.373-9.373-24.569 0-33.941L207.03 130.525c9.372-9.373 24.568-9.373 33.941-.001z\"><\/path><\/svg><\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-toc__body\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-toc__spinner-container\">\n\t\t\t\t<svg class=\"elementor-toc__spinner eicon-animation-spin e-font-icon-svg e-eicon-loading\" aria-hidden=\"true\" viewBox=\"0 0 1000 1000\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\"><path d=\"M500 975V858C696 858 858 696 858 500S696 142 500 142 142 304 142 500H25C25 237 238 25 500 25S975 237 975 500 763 975 500 975Z\"><\/path><\/svg>\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-670734bc elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"670734bc\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Apa Itu Pembuahan atau Fertilisasi?<\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400;\">Fertilisasi atau pembuahan merupakan proses pertemuan sel sperma dengan sel telur. Apabila proses pembuahan ini berhasil, maka akan menghasilkan sel tunggal yang dikenal dengan zigot. Untuk tempat terjadinya pembuahan sendiri ada di tuba falopi wanita (oviduct).<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/articles\/11585-conception\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cleveland Clinic<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, inti dari proses pembuahan adalah saat sel sperma masuk ke dalam rahim, lalu berhasil melalui tuba falopi, kemudian bertemu dengan sel telur di dalam rahim.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses fertilisasi berfungsi mengaktifkan ovum supaya bisa memulai proses pembuahan, membuat jumlah kromosom dari haploid jadi diploid, hingga menurunkan materi genetik ke anak Moms.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ada beberapa syarat yang dibutuhkan agar proses pembuahan ini bisa tercapai, seperti:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya hubungan kontak antara ovum dan sperma<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat proses masuk sperma ke dalam ovum<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadi penggabungan genetik dari ovum maupun sperma<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadinya proses aktivasi metabolik ovum sehingga memungkinkan tahap perkembangan<\/span><\/li><\/ul><h2><span style=\"font-weight: 400;\">Proses Fertilisasi Pada Manusia dan\u00a0Berapa Lama Sperma Membuahi Sel Telur<\/span><\/h2><p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-22819 size-medium\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Proses-Fertilisasi-dan-Berapa-Lama-Sperma-Membuahi-Sel-Telur-600x417.webp\" alt=\"Proses Fertilisasi dan Berapa Lama Sperma Membuahi Sel Telur\" width=\"600\" height=\"417\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Proses-Fertilisasi-dan-Berapa-Lama-Sperma-Membuahi-Sel-Telur-600x417.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Proses-Fertilisasi-dan-Berapa-Lama-Sperma-Membuahi-Sel-Telur-768x534.webp 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Proses-Fertilisasi-dan-Berapa-Lama-Sperma-Membuahi-Sel-Telur.webp 900w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama proses pembuahan, ovum dan sperma akan bersatu di salah satu saluran tuba yang kemudian membentuk zigot. Zigot tersebut akan berjalan menuruni tuba falopi kemudian berubah jadi morula.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama proses pembuahan, sperma dan ovum akan bersatu di salah satu saluran tuba dan membentuk zigot. Kemudian, zigot tersebut akan berjalan menuruni tuba falopi, lalu berubah menjadi morula. Setelah mencapai rahim, morula akan berkembang menjadi blastosista (embrio).<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Embrio ini kemudian menempel dan tertanam pada lapisan dinding rahim atau endometrium. Adapun proses ini disebut dengan implantasi. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai proses fertilisasi atau pembuahan.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Masuknya Sperma<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Dasarnya, masuknya sel sperma ke vagina memang tidak secara otomatis bisa membuahi ovum yang sudah dilepaskan dari ovarium selama masa ovulasi. Sperma tersebut nantinya akan melalui proses adaptasi terlebih dahulu atau yang disebut dengan kapasitasi.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses ini dimulai dari meningkatnya ion kalsium pada sperma sehingga ekornya pun bisa bergerak lebih gesit. Ketika jaraknya makin dekat dengan sel telur, maka antigen pada permukaan sperma pun akan menghilang supaya sperma bisa mencapai ke sel telur.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Sel Sperma dan Sel Telur Bertemu<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahapan selanjutnya dari proses pembuahan adalah bertemunya sel telur dengan sperma. Lalu, berapa lama sperma membuahi sel telur? Sebenarnya tahapan ini tidak mudah. Pasalnya, sel telur memiliki zona pellucida yang tebal dan berpotensi membuat sperma tidak bisa memasuki ovum atau penetrasi sehingga pembuahan pun gagal.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya bisa bertemu dengan ovum, sperma harus berjalan sepanjang 18 cm dari leher rahim menuju ke tuba falopi. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, berapa lama sperma membuahi sel telur? Waktu paling cepat yang dibutuhkan sperma dalam mencapai sel telur selama proses fertilisasi adalah 45 menit. Pasalnya sperma hanya dapat berenang dengan kecepatan 2,5 cm per 15 menit saja.\u00a0<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Sel Sperma dan Sel Telur Menyatu<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat sperma bertemu dengan ovum, maka tidak langsung terjadi pembuahan. Selain mengetahui berapa lama sperma membuahi sel telur, sperma ternyata juga butuh protein PH30 atau fertilin untuk bisa membuahi ovum.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Fertilin ini digunakan untuk melebur dua membran di sel telur dan sperma sehingga sperma bisa masuk ke dalam ovum.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahap ini, sperma kemudian akan melepaskan ekornya, termasuk bagian mitokondria yang letaknya di pangkal ekor dari sperma. Bagian mitokondria sel sperma ini berfungsi sebagai penghasil energi dalam mendukung pergerakan sperma menuju ovum.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, baru terjadi pembuahan Moms. Adapun berapa lama sperma membuahi sel telur adalah 24 jam. Setelahnya, sel telur yang sudah dibuahi masih butuh waktu sekitar 3-4 hari agar bisa mencapai rahim.<\/span><\/p><h3><span style=\"font-weight: 400;\">4. Aktivasi<\/span><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahap terakhir dari pembuahan adalah aktivasi yakni respon ovum terhadap pembuahan dari sel sperma. Pertama-tama ovum tersebut akan melakukan upaya pencegahan terjadinya polispermi atau pembuahan lebih dari satu sel sperma.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dalam rentang waktu 24 jam setelah <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/ciri-ciri-sel-telur-berhasil-dibuahi\/\">sel telur berhasil dibuahi<\/a>, lalu akan berkembang jadi zigot dan tumbuh sebagai embrio. Dalam waktu 5-10 hari kemudian, embrio pun akan menempel dan tertanam di lapisan dinding rahim. Proses ini disebut dengan implantasi.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah terjadi implantasi, maka kantung ketuban dan plasenta pun yang menjadi sumber nutrisi janin akan terbentuk. Plasenta juga sudah mulai melepaskan hormon kehamilan hCG yang bisa dideteksi melalui tes urine.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika usia kehamilan sudah mencapai 9 minggu, embrio pun akan berkembang jadi fetus atau janin lalu akan terus berkembang dalam waktu kurang lebih 9 bulan hingga akhirnya lahir ke dunia.<\/span><\/p><h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara Untuk Mengetahui Kehamilan<\/span><\/h2><p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-22818 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Cara-Untuk-Mengetahui-Kehamilan-dan-Berapa-Lama-Sperma-Membuahi-Sel-Telur.webp\" alt=\"Cara Untuk Mengetahui Kehamilan dan Berapa Lama Sperma Membuahi Sel Telur\" width=\"900\" height=\"626\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Cara-Untuk-Mengetahui-Kehamilan-dan-Berapa-Lama-Sperma-Membuahi-Sel-Telur.webp 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Cara-Untuk-Mengetahui-Kehamilan-dan-Berapa-Lama-Sperma-Membuahi-Sel-Telur-600x417.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Cara-Untuk-Mengetahui-Kehamilan-dan-Berapa-Lama-Sperma-Membuahi-Sel-Telur-768x534.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana kalau belum ada sel telur yang bisa dibuahi ketika sperma masuk setelah berhubungan seks? Jangan khawatir ya Moms, sperma tetap bisa bertahan di dalam tubuh wanita hingga 5 hari lamanya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, perlu Moms ingat kalau perjuangan sperma untuk mencapai sel telur masihlah panjang dan dalam perjalanannya jumlah sperma tersebut akan semakin berkurang.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah awal untuk memastikan apakah terjadi kehamilan atau tidak Moms bisa melakukan pemeriksaan. Ada sejumlah prosedur yang bisa dilakukan untuk mengonfirmasi kehamilan seperti berikut ini Moms:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memeriksakan diri secara mandiri di rumah menggunakan test pack.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memeriksakan kehamilan di rumah sakit dengan prosedur tes urine, tes darah, atau USG.<\/span><\/li><\/ul><h2><span style=\"font-weight: 400;\">Tanda Awal Kehamilan<\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dasarnya <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/tanda-hamil\/\">tanda awal kehamilan<\/a> memang akan berbeda-beda pada setiap Moms. Namun, ada beberapa tanda umum terjadinya kehamilan sebagai berikut ini:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terlambat atau tidak menstruasi.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Payudara terasa nyeri.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Morning sickness.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kram pada perut.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Warna kulit cenderung menggelap di bagian tubuh tertentu seperti di area ketiak atau puting.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perut kembung.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mood swing.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenaikan berat badan.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengalami ngidam.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Heartburn atau konstipasi akibat perubahan hormon<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Munculnya <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/keluar-bercak-darah-saat-hamil\/\">bercak darah<\/a> dari vagina akibat adanya perdarahan implantasi.<\/span><\/li><\/ul><h2><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, Bagaimana Kalau Pembuahan Tidak Terjadi?<\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadinya kehamilan sendiri adalah tanda kalau pembuahan sudah berhasil. Saat pembuahan gagal, maka sel telur tersebut akan jadi tidak aktif. Saat sel telur tidak aktif, maka dinding rahim pun akan mengalami peluruhan atau yang dikenal dengan menstruasi.<\/span><\/p><h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulan<\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah bagaimana proses pembuahan terjadi hingga proses kehamilan dan berapa lama sperma membuahi sel telur.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila Moms mengalami gejala tertentu terkait dengan kehamilan, maka memang ada kemungkinan kalau proses pembuahan berhasil. Untuk mengonfirmasinya lakukan tes secara mandiri melalui tes kehamilan menggunakan test pack.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila ingin mendapat jawaban yang lebih pasti, maka sebaiknya Moms segera konsultasi dan menemui dokter kandungan ya.<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berapa Lama Sperma Membuahi Sel Telur? Pada umumnya masa ovulasi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":45,"featured_media":22817,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30,1939,1940,1941],"tags":[2020],"class_list":["post-22739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pregnancy","category-trimester-1","category-trimester-2","category-trimester-3","tag-berapa-lama-sperma-membuahi-sel-telur"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/45"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22739"}],"version-history":[{"count":19,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22739\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22915,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22739\/revisions\/22915"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22817"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}