{"id":21770,"date":"2023-10-23T14:44:28","date_gmt":"2023-10-23T07:44:28","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=21770"},"modified":"2023-11-07T14:15:42","modified_gmt":"2023-11-07T07:15:42","slug":"hormon-kehamilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/hormon-kehamilan\/","title":{"rendered":"7 Hormon Kehamilan yang Berpengaruh Terhadap Tumbuh Kembang Si Kecil. Sudah Tahu Moms?"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"21770\" class=\"elementor elementor-21770\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-9052c2c e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"9052c2c\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-06f8821 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"06f8821\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama kehamilan tubuh Moms akan mengalami beberapa perubahan, termasuk dengan perubahan hormonal. Nah, ada beberapa hormon kehamilan yang berperan selama proses kehamilan Moms.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Hormon sendiri merupakan zat alami yang diproduksi tubuh dengan perannya dalam menyampaikan pesan antara organ dengan sel serta memiliki fungsinya bagi tubuh.<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-dc287a6 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"dc287a6\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">7 Hormon Kehamilan<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-684076f elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"684076f\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"445\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/7-Hormon-Kehamilan.webp\" class=\"attachment-large size-large wp-image-21782\" alt=\"7 Hormon Kehamilan\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/7-Hormon-Kehamilan.webp 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/7-Hormon-Kehamilan-600x417.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/7-Hormon-Kehamilan-768x534.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-c241483 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"c241483\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika hamil, berbagai hormon di dalam tubuh Moms akan mengalami perubahan dan memengaruhi satu sama lainnya. Tak terkecuali dengan hormon kehamilan yang sangat berperan penting dalam mendukung kehamilan yang sehat baik bagi Moms maupun janin di dalam kandungan.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa hormon kehamilan beserta dengan fungsinya yang perlu Moms ketahui\u00a0<\/span><\/p><h2><span style=\"font-weight: 400;\">1. Human chorionic gonadotropin hormone (hCG)<\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400;\">Human chorionic gonadotropin hormone merupakan hormon kehamilan yang diproduksi di plasenta. Hormon ini sering dijadikan acuan positif kehamilan pada test pack. Hormon hCG berfungsi menjaga kehamilan dan perkembangan janin. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, hormon ini juga berfungsi menebalkan lapisan rahim dan menghentikan menstruasi. Adanya hormon ini bisa memicu produksi hormon estrogen dan progesteron.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir dari <\/span><a href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/articles\/22489-human-chorionic-gonadotropin\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cleveland Clinic<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, hormon hCG terbantu di hari ke-11 pembuahan dengan nilai tertingginya di akhir trimester pertama atau sekitar usia kandungan 10 minggu. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, hormon ini bisa menjadi salah satu penyebab ibu hamil mengalami muntah dan mual selama awal masa kehamilan.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadar hCG rendah adalah sesuatu yang normal pada kehamilan yang masih muda. Namun, ini juga bisa menjadi tanda dari:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Blighted ovum atau hamil kosong<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehamilan ektopik<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keguguran<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kematian bayi<\/span><\/li><\/ul><p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, kadar hCG yang sangat tinggi bisa jadi pertanda dari:\u00a0<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hamil anggur<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hamil kembar atau lebih<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sindrom down<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertumbuhan abnormal pada rahim.<\/span><\/li><\/ul><h2><span style=\"font-weight: 400;\">2. Human placental lactogen (hPL)<\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400;\">Human placental lactogen merupakan hormon yang diproduksi oleh plasenta sejak kehamilan Moms menginjak usia 2 minggu. Hormon yang juga dikenal dengan human chorionic somatomammotropin ini berperan dalam menyiapkan kebutuhan nutrisi janin.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, hormon kehamilan ini berkaitan dengan berat badan bayi ketika lahir.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, hormon kehamilan ini juga merangsang kelenjar susu di payudara untuk memproduksi ASI hingga nanti masa menyusui tiba.<\/span><\/p><h2><span style=\"font-weight: 400;\">3. Progesteron<\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400;\">Hormon kehamilan ini sebenarnya sudah ada dari sebelum hamil, namun kadarnya akan meningkat saat hamil. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatnya hormon ini akan memicu munculnya rambut-rambut halus di bagian perut atau payudara, merasa mulas, mual, pusing, hingga sembelit yang menjadi <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/tanda-tanda-hamil\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">tanda-tanda hamil<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski membawa efek yang kurang menyenangkan, namun pada awal kehamilan hormon progesteron sangat berfungsi untuk kehamilan, yakni:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merangsang penebalan lapisan rahim terdalam (endometrium)<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membantu pembentukan plasenta<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan aliran darah ke rahim<\/span><\/li><\/ul><p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, ketika hormon progesteron mulai diproduksi plasenta, tepatnya di Minggu ke-6 sampai <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/tips-ibu-hamil-9-bulan\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">hamil 9 bulan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, fungsinya akan semakin berkembang, yakni:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memperkuat otot-otot dinding panggul untuk persiapan melahirkan<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjaga perkembangan janin<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mencegah otot rahim kontraksi hingga waktu persalinan.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjaga pertumbuhan jaringan payudara untuk persiapan menyusui.<\/span><\/li><\/ul><p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain beberapa fungsi tadi, hormon progesteron juga menjaga imunitas tubuh Moms terhadap kehadiran janin.\u00a0<\/span><\/p><h2><span style=\"font-weight: 400;\">4. Estrogen<\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400;\">Hormon kehamilan yang satu ini juga sudah ada sebelum hamil. Namun, kadarnya pun ikut meningkat seiring perkembangan kehamilan. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatnya kadar hormon ini memicu rasa mual dan ketidakstabilan emosi, terutama di trimester pertama kehamilan.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun fungsi hormon kehamilan ini meliputi:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengontrol dan memelihara produksi hormon kehamilan lainnya.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membentuk pembuluh darah baru untuk menyalurkan nutrisi ke janin.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memastikan organ-organ penting pada janin seperti hati, ginjal, dan paru-paru berkembang dengan baik.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membantu memastikan pemberian nutrisi yang dibutuhkan janin untuk berkembang.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan aliran darah di dalam tubuh termasuk aliran darah ke kulit, sehingga bisa menimbulkan kesan glowing.\u00a0<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjaga pertumbuhan jaringan payudara untuk persiapan menyusui.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merangsang pertumbuhan fungsi plasenta.<\/span><\/li><\/ul><h2><span style=\"font-weight: 400;\">5. Oksitosin<\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400;\">Hormon oksitosin adalah hormon yang berperan penting saat proses melahirkan. Dengan meningkatnya produksi hormon oksitosin, maka otot-otot rahim dan perut sudah mulai kontraksi secara teratur.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, hormon ini juga bisa melenturkan leher rahim di akhir kehamilan sehingga bayi akan lebih mudah untuk keluar. Di saat yang bersamaan, hormon kehamilan ini juga merangsang kelenjar\u00a0 montgomery di sekitar puting dan areola untuk produksi ASI.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Kombinasi dari hormon estrogen dengan oksitosin akan membuat tubuh melepaskan hormon lainnya.misalnya saja relaksin dan prostaglandin. Prostaglandin ini bisa melunakkan leher rahim. Sementara, relaksin bisa memperluas bagian panggul bawah sebagai persiapan <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/persalinan-normal\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">persalinan normal<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p><h2><span style=\"font-weight: 400;\">6. Prolaktin (PRL)<\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika sedang mengandung, hormon prolaktin akan meningkat 10-20 kali lipat. Peningkatan hormon kehamilan ini bermanfaat dalam mempersiapkan jaringan payudara untuk memproduksi ASI yang melimpah.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, hormon prolaktin juga merangsang sel alveoli di payudara untuk memproduksi komponen ASI seperti kasein, lipid, dan laktosa. Bahkan, setelah melahirkan hormon ini akan tetap meningkat selama proses stimulasi puting melalui isapan Si Kecil. Namun, kadarnya akan berkurang setelah 1-2 Minggu Moms tidak menyusui.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Hormon ini juga berperan penting dalam kesehatan Moms dan janin. Meski kehadirannya penting, hormon ini sering menimbulkan efek kurang nyaman bagi ibu hamil. Jika Moms merasa sangat terganggu, maka konsultasikan dengan dokter ya.\u00a0<\/span><\/p><h2><span style=\"font-weight: 400;\">7. Corticotropin-releasing hormone (CRH)<\/span><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400;\">Hormon kehamilan ini biasanya terbentuk ketika janin dianggap sudah siap untuk dilahirkan. Pasalnya fungsi hormon CRH sendiri adalah mematangkan janin tepat sebelum proses persalinan.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, hormon ini pun bisa diproduksi tubuh lebih awal jika Moms mengalami stres. Saat ibu hamil stres, maka kadar hormon kortisol akan meningkat dan mengira kalau janin sudah siap dilahirkan.\u00a0<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-ed93334 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"ed93334\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Cara Mengatasi Perubahan Hormon Kehamilan<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-71e2ef7 elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"71e2ef7\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"445\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Cara-Mengatasi-Perubahan-Hormon-Kehamilan.webp\" class=\"attachment-large size-large wp-image-21784\" alt=\"Cara Mengatasi Perubahan Hormon Kehamilan\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Cara-Mengatasi-Perubahan-Hormon-Kehamilan.webp 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Cara-Mengatasi-Perubahan-Hormon-Kehamilan-600x417.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Cara-Mengatasi-Perubahan-Hormon-Kehamilan-768x534.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-fd544da elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"fd544da\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan hormon selama masa kehamilan tentu bisa menyebabkan berbagai perubahan fisiologis pada ibu hamil. Perubahan ini terkadang bisa menimbulkan efek yang tidak nyaman pada Moms seperti pegal, nyeri payudara, mual dan muntah, konstipasi, kelelahan, hingga sakit pinggang.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya itu, perubahan hormonal pun juga bisa menyebabkan perubahan suasana yang cukup drastis Moms. Mengutip dari Nigeria Medical Journal diketahui kalau sebagian besar perubahan suasana hati ini menyebabkan peningkatan kadar estrogen hingga lebih dari 100 kali lipat. Terutama 12 minggu di awal kehamilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, untuk mengatasi perubahan hormonal pada Moms, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara dengan pasangan atau keluarga inti<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berusaha menyadari kalau ini proses alamiah yang normal terjadi dan harus dilalui setiap calon ibu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bersabar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mencari informasi termasuk menemukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">support system&#8217;<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari membaca informasi yang menakutkan soal kehamilan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Istirahat yang cukup<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mempersiapkan diri saat mengalami gejala <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">morning sickness<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> misalnya dengan menyiapkan aromaterapi dengan aroma segar untuk mengurangi rasa mual<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yoga dan meditasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ikut senam hamil atau sewa jasa doula<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu tadi penjelasan beberapa hormon kehamilan dan tips bagaimana Moms menyikapi perubahan hormonal di dalam tubuh. Dengan mengetahui beberapa informasi tadi, semoga bisa membantu Moms untuk lebih siap menghadapi kehamilan dan persalinan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting untuk Moms ingat kalau informasi tadi hanyalah sebagai panduan saja. Moms tetap harus berkonsultasi dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan sebelum mengambil keputusan apapun.<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selama kehamilan tubuh Moms akan mengalami beberapa perubahan, termasuk dengan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":21783,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30,1939,1940,1941],"tags":[800,1991,843,867],"class_list":["post-21770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pregnancy","category-trimester-1","category-trimester-2","category-trimester-3","tag-cara-menjaga-kehamilan-muda","tag-hormon-kehamilan","tag-masa-kehamilan","tag-perkembangan-kehamilan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21770"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21770\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22550,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21770\/revisions\/22550"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21783"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}