{"id":21231,"date":"2023-10-16T10:24:37","date_gmt":"2023-10-16T03:24:37","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=21231"},"modified":"2023-10-19T13:28:54","modified_gmt":"2023-10-19T06:28:54","slug":"keluar-bercak-darah-saat-hamil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/keluar-bercak-darah-saat-hamil\/","title":{"rendered":"Keluar Bercak Darah Hamil, Berbahayakah?"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"21231\" class=\"elementor elementor-21231\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-8d1e470 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"8d1e470\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-accc811 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"accc811\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bercak darah hamil adalah keluhan yang seringkali dirasakan pada ibu hamil, apakah Moms salah satunya? Biasanya keluhan ini sering dialami pada trimester pertama kehamilan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan adanya bercak darah berwarna merah muda atau kecoklatan yang keluar dari vagina.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya, kondisi ini tidak berbahaya tapi tetap perlu Moms waspadai. Pasalnya, bercak darah hamil bisa jadi salah satu tanda gangguan tertentu, terlebih jika disertai dengan gejala lainnya. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak ulasan bercak darah hamil berikut ini Moms.<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-0b17f02 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"0b17f02\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Bahayakah Keluar Bercak Darah Saat Hamil?<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-b8648a9 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"b8648a9\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keluar bercak darah hamil atau flek saat hamil merupakan kondisi saat munculnya bercak darah yang ada dari vagina. Kondisi ini cukup umum terjadi pada trimester pertama.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun sebagian besar kasus bercak darah hamil ini bukan masalah yang serius, tapi kondisinya tetap perlu Moms waspadai. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika bercak darah yang muncul merupakan perdarahan ringan dan tidak disertai dengan gejala lain, maka kondisi ini terbilang normal dan akan berhenti dengan sendirinya.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya kondisi ini akan berlangsung selama beberapa hari hingga minggu saja, tergantung penyebabnya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, jika bercak darah hamil disertai dengan gejala tidak normal lainnya seperti kram perut hebat atau keputihan disertai nyeri dan demam, maka ada baiknya Moms untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandungan guna mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa tanda bercak darah saat hamil yang normal terjadi, seperti:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Durasinya lebih singkat<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Warna perdarahan link hingga kecoklatan<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nyeri lebih ringan<\/span><\/li><\/ul>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-dd9e777 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"dd9e777\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Penyebab Muncul Bercak Darah Saat Hamil<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-cd32b84 elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"cd32b84\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"445\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Penyebab-Bercak-Darah-Hamil.webp\" class=\"attachment-large size-large wp-image-21233\" alt=\"Penyebab Bercak Darah Hamil\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Penyebab-Bercak-Darah-Hamil.webp 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Penyebab-Bercak-Darah-Hamil-600x417.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Penyebab-Bercak-Darah-Hamil-768x534.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-272f0ad elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"272f0ad\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bercak darah hamil pada dasarnya merupakan kondisi normal dan tidak berbahaya. Kondisi ini umumnya berlangsung selama 3-5 hari. Yuk, kenapa penyebab munculnya bercak darah saat hamil agar Moms cepat mendapat penanganan.<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Munculnya infeksi atau iritasi serviks<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah pada plasenta<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan bentuk leher<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ruptur uterus<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Polip serviks<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit Trofoblas Gestasional<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadi perdarahan akibat implantasi<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi bakteri dan jamur<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan serviks dan hormon<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehamilan ektopik<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanda ingin segera melahirkan<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keguguran pada kandungan<\/span><\/li><\/ul><p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari beberapa penyebab bercak darah hamil di atas, ada dua penyebab yang memiliki risiko tinggi pada ibu hamil yakni <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/kehamilan-ektopik\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">kehamilan ektopik<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan keguguran. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehamilan ektopik sendiri merupakan kondisi pembuahan abnormal dimana sel telur yang sudah dibuahi menempel di luar rahim. Kondisi ini membutuhkan penanganan khusus dari medis karena risikonya berbahaya bagi Moms dan janin.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, dokter akan memeriksakan kondisi dengan USG transvaginal dan tindakan operasi untuk melakukan pengangkatan sel telur yang terlanjur berkembang di tuba falopi.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, keguguran ditandai dengan adanya perdarahan yang diikuti beberapa gejala seperti kram perut, keluar darah serta gumpalan, dan nyeri hebat pada punggung bagian bawah.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip dari studi jurnal <\/span><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC2828396\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Obstetrics &amp; Gynecology<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kalau perdarahan hebat yang terjadi pada trimester pertama terutama jika disertai dengan rasa sakit, maka akan dikaitkan dengan risiko keguguran yang jauh lebih tinggi. Jika bercaknya normal maka hanya berlangsung selama 1-2 hari.<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-61cdfc8 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"61cdfc8\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Bercak Darah Hamil Saat Trimester Kedua dan Ketiga<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-c6530af elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"c6530af\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bercak darah hamil pada trimester kedua atau ketiga kehamilan bisa membuat Moms merasa cemas. Untuk itu, penting bagi Moms memahami kemungkinan penyebab bercak darah hamil yang terjadi pada trimester ini. Simak penjelasannya berikut ini Moms.<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Plasenta Previa: Bercak darah terjadi ketika adanya plasenta Previa yakni saat plasenta menutup sebagian atau seluruh serviks.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanda yang paling sering terjadi adalah saat bercak darah keluar berwarna coklat. Sebaiknya jangan lakukan aktivitas terlalu berat seperti angkat beban.\u00a0<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi meninggal di dalam kandungan atau stillbirth. Kondisi ini terjadi ketika janin usia 28 Minggu atau lebih. Ketika hal ini terjadi seringkali muncul tanda-tanda seperti nyeri perut, kontraksi, dan perdarahan dari vagina.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Plasenta abruptio atau solusio yang terjadi saat plasenta terlepas dari dinding rahim. Moms perlu mewaspadai karen kemungkinan akan mengalami perdarahan berat hingga pembekuan darah yang menimbulkan sakit perut, nyeri sekitar uterus, kram, dan nyeri punggung.\u00a0<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth): Berdasarkan info dari WHO, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stillbirth <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terjadi pada janin usia 28 minggu atau lebih. Saat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stillbirth <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terjadi, seringkali akan muncul tanda-tanda mulai dari nyeri perut atau kram, perdarahan dari vagina, dan kontraksi.<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Luka di serviks yang ditandai dengan nyeri di panggul, adanya memar, dan area serviks lebih lunak sehingga terasa tidak nyaman. Hindari untuk melakukan seks terlalu intens.\u00a0<\/span><\/li><\/ul><p><span style=\"font-weight: 400;\">Rahim robek atau ruptur uteri yang ditandai dengan adanya jeda pada kontraksi. Moms yang pernah melakukan <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-merawat-bekas-operasi-caesar\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">operasi caesar<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki risiko tinggi mengalami masalah ini.<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-d93d43e elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"d93d43e\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Bercak Darah Hamil yang Tidak Normal<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-0c6cedb elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"0c6cedb\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"445\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Bercak-Darah-Hamil-yang-Tidak-Normal_.webp\" class=\"attachment-large size-large wp-image-21234\" alt=\"keluar bercak Darah saat Hamil yang Tidak Normal\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Bercak-Darah-Hamil-yang-Tidak-Normal_.webp 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Bercak-Darah-Hamil-yang-Tidak-Normal_-600x417.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Bercak-Darah-Hamil-yang-Tidak-Normal_-768x534.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-b8162fe elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"b8162fe\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip dari Primaya Hospital, ada beberapa bercak darah yang perlu Moms waspadai. Mengapa begitu? Karena ada kalanya flek yang muncul merupakan tanda munculnya masalah terkait kehamilan atau kesehatan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya warna bercak darah pada awal kehamilan berwarna terang dibandingkan dengan darah menstruasi. Namun, jika ada keanehan, maka ada kemungkinan menjadi tanda adanya komplikasi lain, seperti:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/hamil-anggur\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hamil anggur<\/span><\/a><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehamilan ektopik<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keguguran<\/span><\/li><\/ul><p><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/penyebab-keguguran-hamil-muda\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keguguran hamil<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> sendiri memang sangat rentan terjadi pada trimester pertama kehamilan hingga usia kandungan 13 minggu. Apabila kegugurannya masih kecil, maka biasanya janin masih bisa diselamatkan. Untuk itu, jika mengalami hal-hal di bawah ini maka sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat Moms:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berat badan berkurang drastis<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keluar lendir berwarna pink dan putih dari vagina<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiba-tiba sakit punggung ringan hingga berat<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Muncul gumpalan darah yang keluar dari vagina<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendarahan disertai dengan pusing bahkan pingsan<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kram atau mengalami kontraksi<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendarahan disertai keluarnya jaringan dari vagina<\/span><\/li><\/ul><p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, mengutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/americanpregnancy.org\/healthy-pregnancy\/pregnancy-concerns\/spotting-during-pregnancy\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">American Pregnancy<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, Moms patut mewaspadai jika terjadi perdarahan yang tidak normal pada akhir kehamilan pada trimester kedua atau ketiga. Hal ini bisa menandakan adanya komplikasi pada Moms atau Si Kecil. Sebaiknya hubungi dokter sesegera mungkin<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-3758ac0 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"3758ac0\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Cara Mengatasi Bercak Darah Hamil<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-f9c069b elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"f9c069b\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski kondisi ini memang umum dan normal terjadi, cara paling tepat yang bisa ibu hamil lakukan adalah memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan. Apalagi jika bercak darah disertai dengan gejala lain seperti kram perut.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan secara fisik dan penunjang seperti melakukan <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/prosedur-manfaat-usg-4d\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">USG<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk memastikan kondisi Moms dan janin ada di dalam kondisi yang baik-baik saja. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika tidak ditemukan masalah pada kehamilan, maka biasanya dokter akan menyarankan pada Moms untuk menerapkan gaya hidup yang sehat sehingga bisa menjaga kesehatan Moms sekaligus janin, seperti:<\/span><\/p><ul><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghindari rokok atau asap rokok<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengonsumsi suplemen kehamilan sesuai dengan anjuran dari dokter<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjaga kenaikan berat badan ideal<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan olahraga ringan secara rutin misalnya senam hamil atau senam kegel<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Istirahat dan tidur cukup<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjaga kenaikan berat badan supaya tetap ideal<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghindari aktivitas terlalu berat<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghentikan konsumsi kafein dan alkohol<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memperbanyak asupan air mineral supaya tubuh tetap terhidrasi<\/span><\/li><li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan pemeriksaan antenatal secara rutin<\/span><\/li><\/ul><p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjaga kebersihan dan <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-menjaga-kesehatan-reproduksi\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">kesehatan reproduksi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> juga sangat penting Moms. Pastikan selama bercak darah hamil, Moms tidak berhubungan seks secara langsung. Selain itu, jangan pernah menggunakan pembersih vagina saat mengalami perdarahan.\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari menggunakan tampon, sebaiknya gunakan pembalut biasa saja Moms. Manfaatkan pembalut untuk menghitung seberapa banyak perdarahan yang Moms alami.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu tadi beberapa penyebab bercak darah hamil. Bila bercak yang Moms alami memang benar sebagai tanda kehamilan, maka segera periksakan diri ke dokter kandungan. Dengan begitu, Moms bisa menjaga kesehatan janin sejak awal kehamilan.<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bercak darah hamil adalah keluhan yang seringkali dirasakan pada ibu&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":21232,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[1972,1971],"class_list":["post-21231","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pregnancy","tag-bercak-darah-hamil","tag-keluar-bercak-darah-hamil"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21231","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21231"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21231\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21656,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21231\/revisions\/21656"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21232"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}