{"id":15768,"date":"2023-02-06T06:54:01","date_gmt":"2023-02-05T23:54:01","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=15768"},"modified":"2023-02-06T06:54:01","modified_gmt":"2023-02-05T23:54:01","slug":"bayi-kentut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/bayi-kentut\/","title":{"rendered":"Bayi Kentut Terlalu Sering? Ini Gejala dan 7 Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi sering kentut sering dialami oleh bayi baru lahir atau ketika usianya kurang dari satu tahun. Bahkan, hampir setiap bayi pasti pernah mengalaminya. Umumnya, kentut bayi terkesan ringan dan lembut. Namun, jika bayi kentut terlalu sering bisa menimbulkan rasa yang tidak nyaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem pencernaan yang belum seluruhnya berkembang saat bayi baru lahir merupakan penyebab utama bayi jadi sering kentut. Hal ini sebetulnya bukanlah sebuah pertanda adanya gangguan kesehatan yang sangat fatal, hanya rasa tidak nyaman yang dirasakan Si Kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tetap saja Moms perlu segera mencari solusinya. Untuk itu, ada baiknya Moms mengenali gejala dan cara mengatasi bayi kentut terlalu sering lewat penjelasan di bawah ini.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala Bayi Sering Kentut<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian besar bayi sering kentut mengalami perut yang kembung dan disertai dengan sendawa. Mengutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC4893422\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Irian Red Crescent Medical Journal<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, perasaan perut yang penuh, kembung, dan gerakan gas di perut merupakan sensasi yang dirasakan ketika perut kembung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya anak pun mungkin akan terlihat rewel dan jika sampai mereka mengalami kram perut mungkin membuat mereka menangis. Gas berlebih pada bayi inilah yang menyebabkan kentut dan kegelisahan pada anak. Beberapa anak pun mengalami cegukan yang konstan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, sangat penting Moms memerhatikan perut Si Kecil. Jika perutnya lebih keras dari biasanya, maka kemungkinan ada masalah pada anak. Meski normal terjadi, Moms juga perlu\u00a0 waspada jika gejala bayi kentut terlalu sering disertai dengan gejala:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demam mencapai 38 derajat Celcius terutama usia di bawah 3 bulan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat rewel dan sulit ditenangkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak buang air besar, muntah-muntah, atau tinja disertai darah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tampak kesakitan atau mengalami kolik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Cara Mengatasi Bayi Kentut Terlalu Sering<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau bayi sering kentut, ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk membantu mengeluarkan gas di dalam tubuhnya. Moms bisa memulainya dengan menempatkan bayi pada permukaan yang rata dan perut menghadap ke bawah.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Gosok Perut Bayi<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau bayi sering kentut, hal itu bisa menandakan bahwa perutnya terlalu kembung Moms. Untuk mengatasi hal tersebut Moms bisa menggosok atau memijat perut bayi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Letakkan Si Kecil dengan posisi tengkurap di kasur, lalu gosok punggungnya secara lembut. Pijatlah perut dengan lembut dalam gerakan memutar searah jarum jam dari sisi kanan bawah tulang rusuk ke sisi kiri. Hal ini memungkinkan gelembung gas bergerak di sepanjang saluran pencernaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu Moms ketahui, jangan langsung lakukan pijat setelah bayi minum setidaknya tunggu 1-2 jam.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Buat Dirinya Bersendawa<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi sering kentut akan terbantu saat bersendawa. Sendawa menyebabkan gas yang terjebak di dalam perut bayi keluar melalui mulut. Untuk bisa bersendawa, Moms bisa membantunya bersendawa setelah menyusui dengan cara menggendong Si Kecil dengan posisi badan tegak dan dagu menempel di pundak Moms.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Si Kecil tidak kunjung bersendawa, maka baringkan Si Kecil dalam posisi telentang selama beberapa menit kemudian ulangi langkah tadi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Gerakan Kaki Bayi<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengatasi bayi sering kentut selanjutnya adalah gerakan kaki bayi supaya gas dalam perutnya keluar. Moms bisa melakukan gerakan kaki seolah sedang mengendarai sepeda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Caranya, posisikan Si Kecil dalam kondisi telentang di atas kasur dan pegang kedua kakinya. Gerakkan kaki secara bergantian seperti sedang mengayuh sepeda Moms. Ulangi beberapa kali tapi jangan lakukan setelah bayi minum susu ya Moms.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">5. Memberi ASI<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya tidak banyak menelan udara, maka cobalah berikan ASI sebelum Si Kecil menangis karena lapar. Hal ini bertujuan mencegah Si Kecil menelan banyak angin ketika menangis. Setelah itu, baru susui Si Kecil dengan posisi badan sedikit tegak supaya susu mengalir lebih lancar ke dalam perutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila Moms menyusui bayi menggunakan botol, maka pastikan lubang dot tidak terlalu besar atau terlalu kecil guna menghindari bayi menelan banyak udara.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">6. Minum Air Hangat<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau bayi sudah cukup umur untuk <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/kapan-bayi-boleh-minum-air-putih\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">minum air putih<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, maka Moms bisa memberikan air hangat setiap Si Kecil selesai makan. Air hangat bisa menenangkan perut, usus, dan memudahkan pencernaan pada bayi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">7. Menggunakan Minyak telon<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengatasi bayi sering kentut selanjutnya adalah dengan membalurkan <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/minyak-telon-bayi\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">minyak telon bayi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pada area sekitar perutnya. Hal ini bertujuan menstimulasikan keluarnya gas di dalam usus bayi. Gas yang sangat banyak dalam perut bisa membuat Si kecil merasa tidak nyaman, bahkan rewel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms bisa mengatasi hal tersebut dengan membalurkan minyak telon. Namun, pastikan bahwa Moms mengkombinasikan minyak telon dengan teknik pijatan sederhana ya Moms.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah tadi beberapa cara mengatasi bayi sering kentut yang bisa meringankan ketidaknyamanan pada bayi. Moms tak perlu lagi merasa khawatir. Kalau kondisi ini terjadi, Moms bisa melakukan langkah-langkah di atas supaya Si Kecil kembali sehat.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayi sering kentut sering dialami oleh bayi baru lahir atau&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":15769,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-15768","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15768"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15768\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15770,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15768\/revisions\/15770"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}