{"id":15738,"date":"2023-02-05T18:51:23","date_gmt":"2023-02-05T11:51:23","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=15738"},"modified":"2023-02-05T18:56:56","modified_gmt":"2023-02-05T11:56:56","slug":"makanan-ibu-menyusui-saat-bayi-mencret","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/makanan-ibu-menyusui-saat-bayi-mencret\/","title":{"rendered":"Makanan Ibu Menyusui Saat Bayi Mencret, Sudah Tahu Moms?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diare pada bayi merupakan kondisi umum yang menyebabkan Si Kecil jadi sering buang air besar. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menjaga makanan ibu menyusui saat bayi mencret.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi yang baru lahir biasanya memiliki feses dengan tekstur lembut, terutama jika mereka hanya menyusu ASI. Mereka juga sering buang air besar, terkadang beberapa kali sehari. Hal inilah yang mungkin sulit untuk Moms mengetahui apakah mereka mengalami diare atau tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa penyebab dari <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/susu-bebas-laktosa-untuk-bayi-diare\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">bayi diare<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi: Diare dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, seperti rotavirus, salmonella, dan E. coli.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Intoleransi makanan: Beberapa bayi mungkin mengalami kesulitan mencerna makanan tertentu, seperti laktosa atau gluten yang dapat menyebabkan diare.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan pola makan: Memperkenalkan makanan baru, atau perubahan jumlah atau jenis makanan yang dikonsumsi bayi juga dapat menyebabkan diare.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan antibiotik karena bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus, yang menyebabkan diare.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Stres seperti perjalanan atau perubahan rutinitas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi medis tertentu, seperti penyakit radang usus atau intoleransi laktosa juga dapat menyebabkan diare pada bayi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala Bayi Diare<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms, ada beberapa gejala diare pada bayi yang perlu diperhatikan, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Si Kecil BAB lebih sering dan kotoran lebih encer atau berair.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi tidak nyaman atau lebih rewel dari biasanya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mulutnya kering, mata cekung, atau <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/tips-memilih-popok-bayi-baru-lahir\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">popok bayi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> basah lebih sedikit dari biasanya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengalami sakit perut atau muntah setelah menyusu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengalami <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/ciri-ciri-ruam-popok-akan-sembuh\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">ruam popok<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penurunan berat badan yang cepat bisa menjadi tanda dehidrasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting untuk memantau gejala bayi Moms dan konsultasikan dengan dokter jika mengkhawatirkan kesehatannya. Dehidrasi dapat menjadi komplikasi diare yang serius pada bayi dan mungkin memerlukan tindakan medis.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa Makanan Ibu Menyusui Saat Bayi Mencret Bisa Sangat Berpengaruh?<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_15744\" aria-describedby=\"caption-attachment-15744\" style=\"width: 900px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-15744\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Mengapa-Makanan-Ibu-Menyusui-Saat-Bayi-Mencret-Bisa-Sangat-Berpengaruh.png\" alt=\"Mengapa Makanan Ibu Menyusui Saat Bayi Mencret Bisa Sangat Berpengaruh\" width=\"900\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Mengapa-Makanan-Ibu-Menyusui-Saat-Bayi-Mencret-Bisa-Sangat-Berpengaruh.png 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Mengapa-Makanan-Ibu-Menyusui-Saat-Bayi-Mencret-Bisa-Sangat-Berpengaruh-600x400.png 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Mengapa-Makanan-Ibu-Menyusui-Saat-Bayi-Mencret-Bisa-Sangat-Berpengaruh-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-15744\" class=\"wp-caption-text\">Foto: canva.com<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan yang dimakan oleh ibu menyusui bisa memengaruhi diare pada bayi karena nutrisi dari makanan yang Moms transfer ke Si Kecil melalui ASI.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Moms mengonsumsi makanan tertentu yang bisa mengiritasi sistem pencernaan, hal ini bisa memperparah gejala diare pada bayi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kalau Moms mengonsumsi makanan kaya probiotik, maka hal ini bisa membantu mengembalikan keseimbangan bakteri baik di usus dan meningkatkan kesehatan pencernaan ibu dan bayi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting untuk diperhatikan bahwa komposisi ASI bisa berubah berdasarkan pola makan moms, Misalnya kalau Moms meningkatkan asupan cairan, maka kandungan lemak ASi bisa berkurang sehingga lebih mudah dicerna Si Kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga, makanan yang dikonsumsi ibu menyusui memang bisa berdampak secara signifikan terhadap kesehatan Si Kecil. Misalnya saja kandungan lemak ASI dapat dipengaruhi oleh pola makan dan asupan cairan Moms. Jika Moms meningkatkan asupan cairan, maka kandungan lemak ASI bisa berkurang yang membuatnya lebih mudah dicerna oleh bayi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, makanan yang dimakan ibu menyusui juga dapat memengaruhi kesehatan dan tingkat energinya sendiri yang pada akhirnya bisa kemampuannya menyusui. Penting untuk diingat bahwa pola makan yang sehat dan seimbang penting bagi ibu dan bayinya selama menyusui.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan Ibu Menyusui Saat Bayi Mencret<\/span><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-15743\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Tips-Makanan-Ibu-Menyusui-Saat-Bayi-Mencret.png\" alt=\"Tips Makanan Ibu Menyusui Saat Bayi Mencret\" width=\"900\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Tips-Makanan-Ibu-Menyusui-Saat-Bayi-Mencret.png 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Tips-Makanan-Ibu-Menyusui-Saat-Bayi-Mencret-600x400.png 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Tips-Makanan-Ibu-Menyusui-Saat-Bayi-Mencret-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting bagi ibu menyusui untuk turut menjaga pola makan yang seimbang untuk mendukung kesehatan mereka sendiri dan kesehatan bayi. Saat bayi mengalami diare, ada makanan ibu menyusui saat <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/penyebab-bayi-mencret-setelah-minum-asi\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">bayi mencret<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Berikut adalah beberapa pilihan makanan ibu menyusui saat bayi mencret:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hidrasi: Penting untuk minum banyak cairan, seperti air, kaldu bening, dan larutan elektrolit untuk mencegah dehidrasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari makanan tertentu: Beberapa makanan, seperti produk susu, makanan berlemak tinggi, dan makanan pedas dapat mengiritasi sistem pencernaan dan dapat memperparah diare.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan kaya probiotik: Makanan seperti yogurt, kefir, dan makanan fermentasi mengandung probiotik, yang dapat membantu mengembalikan keseimbangan bakteri baik di usus dan meningkatkan kesehatan pencernaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fokus pada makanan yang mudah dicerna: Makanan seperti pisang, nasi, kentang rebus, roti bakar, dan sup bening bersifat lembut pada sistem pencernaan dan dapat membantu memberikan nutrisi penting saat sistem pencernaan dalam masa pemulihan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kapan Harus Menghubungi Dokter?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/medlineplus.gov\/ency\/patientinstructions\/000691.htm#:~:text=Most%20often%2C%20it%20is%20caused,by%20the%20mother%20if%20breastfeeding.\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Medlineplus<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, Moms perlu membawa Si Kecil ke dokter jika gejala diarenya tidak kunjung membaik, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demam dan diare yang berlangsung lebih dari 2 sampai 3 hari<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih dari 8 kali BAB dalam 8 jam<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Muntah berlanjut selama lebih dari 24 jam<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Feses mengandung darah, lendir, atau nanah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi kurang aktif dari biasanya (tidak duduk sama sekali atau melihat sekeliling)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terlihat rewel bisa karena sakit perut<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting untuk diingat ya Moms bahwa ASI tetap merupakan sumber nutrisi terbaik bagi Si Kecil. Meskipun komposisi ASI berubah berdasarkan pola makan ibu. Jika Moms memiliki masalah atau pertanyaan terkait makanan ibu menyusui saat bayi mencret, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diare pada bayi merupakan kondisi umum yang menyebabkan Si Kecil&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":15739,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[1802,877,1801,1720],"class_list":["post-15738","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-bayi-mencret","tag-ibu-menyusui","tag-makanan-ibu-menyusui-saat-bayi-mencret","tag-penyebab-bayi-mencret"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15738","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15738"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15738\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15745,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15738\/revisions\/15745"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15739"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15738"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15738"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15738"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}