{"id":15686,"date":"2023-01-29T14:11:19","date_gmt":"2023-01-29T07:11:19","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=15686"},"modified":"2024-05-23T11:48:54","modified_gmt":"2024-05-23T04:48:54","slug":"gejala-campak-pada-bayi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/gejala-campak-pada-bayi\/","title":{"rendered":"Gejala Campak pada Bayi: Ketahui Cara untuk Menghindari Komplikasi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms perlu tahu seperti apa gejala campak pada bayi. Jadi, Moms bisa mengatasinya dengan baik ketika Si Kecil terkena campak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit bayi termasuk rentan dan sensitif terhadap penyakit. Salah satu masalah pada kulit yang sering dialami bayi dan anak-anak adalah campak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Campak yang juga dikenal dengan nama rubeola ini dapat menyebar dengan mudah dan bahkan bisa menjadi masalah yang serius bagi anak-anak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Campak bisa menjadi masalah yang serius apabila tidak ditangani secara tepat. Oleh karena itu, Moms perlu mengenal gejala campak pada bayi agar dapat segera mengambil tindakan saat Si Kecil terpapar campak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam artikel ini Supermom akan mengajak Moms mengenal apa saja yang termasuk gejala campak pada bayi, komplikasi, serta bagaimana cara mengatasi dan meringankan campak pada bayi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Penyebab Campak<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_15688\" aria-describedby=\"caption-attachment-15688\" style=\"width: 624px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-15688\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Gejala-campak-pada-bayi-1.jpg\" alt=\"gejala campak pada bayi\" width=\"624\" height=\"415\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Gejala-campak-pada-bayi-1.jpg 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Gejala-campak-pada-bayi-1-600x399.jpg 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Gejala-campak-pada-bayi-1-768x511.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-15688\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Freepik.com\/senivpetro<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Campak menyebar ketika seseorang menghirup atau melakukan kontak langsung dengan cairan yang terinfeksi virus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penularan dapat melalui droplet yang menyebar di udara ketika seseorang yang terinfeksi campak bersin atau batuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seseorang yang terpapar virus biasanya menunjukkan gejala 7 &#8211; 14 hari berikutnya. Orang dengan campak dapat menularkan penyakit\u00a0 sejak 4 hari sebelum ruam muncul sampai sekitar 4 hari setelahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Gejala Campak pada Bayi\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/www.pregnancybirthbaby.org.au\/measles-in-babies-and-children\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pregnancy Birth Baby<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, gejala campak pada bayi yang paling dikenal adalah ruam yang khas. Ruam biasanya muncul setelah beberapa hari disertai dengan demam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ruam berkembang dengan kulit yang berubah warna dan benjolan kecil tapi tidak terasa gatal. Dimulai dari bagian wajah atau atas leher kemudian menyebar ke seluruh tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala awal campak meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demam<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konjungtivitis (sakit, mata merah)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala pilek (hidung pilek, bersin-bersin, merasa lelah dan umumnya tidak enak badan)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/batuk-pada-anak\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Batuk<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala campak pada anak yang terinfeksi mulai muncul sekitar 10 sampai 12 hari setelah terpapar virus campak. Gejalanya dapat bertahan hingga 14 hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Si Kecil mengalami campak, mereka mungkin tidak ingin makan atau mungkin mengalami diare atau pembengkakan kelenjar getah bening.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/measles?gclid=Cj0KCQiAz9ieBhCIARIsACB0oGKNDz2oEaekwTejmmaceOxkJnu7Wbv2Z1GBLVaMaHqb88koA146fdQaAibHEALw_wcB\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">WHO<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, anak-anak yang tidak divaksinasi berisiko tinggi terkena campak dan komplikasinya, termasuk kematian. Tidak hanya anak-anak, wanita hamil yang tidak divaksinasi juga berisiko terkena campak.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Komplikasi Campak<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_15689\" aria-describedby=\"caption-attachment-15689\" style=\"width: 624px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-15689\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Gejala-campak-pada-bayi-2.jpg\" alt=\"gejala campak pada bayi\" width=\"624\" height=\"416\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Gejala-campak-pada-bayi-2.jpg 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Gejala-campak-pada-bayi-2-600x400.jpg 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Gejala-campak-pada-bayi-2-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-15689\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Freepik.com\/freepik<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Campak dapat menjadi masalah serius. Anak-anak di bawah usia 5 tahun dan orang dewasa yang berusia di atas 20 tahun rentan mengalami komplikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kelompok lain yang rentan terhadap komplikasi campak antara lain wanita hamil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti orang yang terinfeksi HIV dan leukemia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/measles\/symptoms-causes\/syc-20374857\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayo Clinic<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, komplikasi campak meliputi:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Diare dan muntah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diare dan muntah adalah salah satu dari komplikasi campak. Diare dan muntah dapat mengakibatkan kehilangan terlalu banyak cairan dari tubuh (dehidrasi).<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Infeksi telinga<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komplikasi campak juga dapat menyebabkan infeksi telinga. Infeksi telinga adalah salah satu komplikasi campak yang paling umum terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Bronkitis, Radang Tenggorokan, atau Croup<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Campak dapat menyebabkan iritasi dan pembengkakan (radang) pada saluran udara (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">croup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat pula menyebabkan peradangan pada dinding bagian dalam yang melapisi saluran udara utama paru-paru (bronkitis).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, campak juga dapat menyebabkan peradangan pada kotak suara (laringitis).<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Pneumonia<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Campak umumnya dapat menyebabkan infeksi pada paru-paru atau pneumonia. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat mengembangkan jenis pneumonia yang sangat berbahaya dan kadang dapat menyebabkan kematian.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Ensefalitis<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekitar 1 dari 1000 orang dengan campak dapat mengalami komplikasi yang disebut ensefalitis. Ensefalitis adalah iritasi dan pembengkakan (radang) otak. Bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, kondisi ini sangat berbahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ensefalitis dapat terjadi tepat setelah campak atau mungkin baru terjadi beberapa bulan kemudian. Ensefalitis juga dapat mengakibatkan kerusakan otak permanen.<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Masalah Kehamilan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wanita hamil termasuk dalam kelompok yang berisiko komplikasi campak. Penyakit ini dapat menyebabkan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan kematian janin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, saat Moms sedang hamil, sebaiknya juga berhati-hati dan menjaga kesehatan supaya tidak mudah terinfeksi campak.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Mengatasi Campak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Moms menemukan gejala campak pada bayi, maka Moms harus segera mengambil tindakan untuk meringankan gejala pada Si Kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/kidshealth.org\/en\/parents\/measles.html\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kidshealth<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, untuk membantu mengatasi gejala campak pada bayi, Moms dapat mengambil tindakan berikut ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikan Si Kecil banyak cairan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biarkan Si Kecil beristirahat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikan obat demam non aspirin, seperti acetaminophen atau ibuprofen, jika demam membuat Si Kecil tidak nyaman. Jangan pernah memberikan aspirin kepada anak yang memiliki penyakit virus.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si Kecil harus diawasi ketat oleh dokter. Si kecil juga harus dijauhkan dari orang lain selama 4 hari setelah ruam muncul.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk anak-anak dengan sistem kekebalan yang lemah, ini harus dilanjutkan sampai sembuh total dan semua gejala hilang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Mencegah Campak<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_15690\" aria-describedby=\"caption-attachment-15690\" style=\"width: 624px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-15690\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/gejala-campak-pada-bayi-3.jpg\" alt=\"gejala campak pada bayi\" width=\"624\" height=\"416\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/gejala-campak-pada-bayi-3.jpg 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/gejala-campak-pada-bayi-3-600x400.jpg 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/gejala-campak-pada-bayi-3-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-15690\" class=\"wp-caption-text\">Foto: Freepik.com\/prostooleh<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara terbaik mencegah Si Kecil terkena campak adalah dengan vaksin campak-gondok-rubella (MMR).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Center for Disease Control and Prevention<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">,\u00a0 vaksin MMR memberikan perlindungan jangka panjang terhadap semua strain campak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si Kecil memerlukan dua dosis vaksin MMR untuk perlindungan terbaik:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dosis pertama pada usia 12 sampai 15 bulan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dosis kedua pada usia 4 sampai 6 tahun<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika keluarga Moms bepergian ke luar negeri, rekomendasi untuk pemberian vaksin adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Si Kecil berusia 6 hingga 11 bulan, maka vaksin yang diberikan 1 dosis vaksin MMR sebelum berangkat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Si Kecil berusia 12 bulan atau lebih, maka vaksin yang diperlukan 2 dosis baksin MMR (dipisahkan setidaknya 28 hari) sebelum keberangkatan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vaksin lain, vaksin campak-gondok-rubella-varicella (MMRV) juga tersedia untuk anak berusia 12 bulan hingga 12 tahun. Vaksin ini melindungi Si Kecil dari 4 penyakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah penjelasan mengenai penyakit campak beserta ciri-ciri gejala campak pada bayi dan cara mengatasinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui bentuk-bentuknya, Moms dapat segera mengambil tindakan untuk mengurangi gejala campak pada bayi. Selain campak, Moms juga perlu tahu gejala <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cacar-air-pada-bayi\/\">cacar air pada bayi<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms juga tetap harus berkonsultasi pada dokter mengenai cara mengatasi campak dan apa yang sebaiknya Moms lakukan untuk mengatasi gejala campak pada bayi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupa, berikan vaksin dan imunisasi pada Si Kecil untuk mencegah penularan campak. Semoga Moms dan Si Kecil sehat selalu!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Moms perlu tahu seperti apa gejala campak pada bayi. Jadi,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":15691,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[1791,1792,1793,1794],"class_list":["post-15686","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-campak-pada-bayi","tag-gejala-campak","tag-komplikasi-campak","tag-penyebab-campak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15686","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15686"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15686\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26904,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15686\/revisions\/26904"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15691"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}