{"id":15326,"date":"2023-01-27T09:58:30","date_gmt":"2023-01-27T02:58:30","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=15326"},"modified":"2023-01-26T17:02:54","modified_gmt":"2023-01-26T10:02:54","slug":"kolik-pada-bayi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/kolik-pada-bayi\/","title":{"rendered":"Apa Itu Kolik pada Bayi? Ini Penjelasannya!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat wajar ketika bayi Moms yang biasanya tidur, menyusu dan buang air, tiba-tiba menangis tanpa henti, lengkap dengan kepalangan tangan, kaki mengayun, dan wajah merah. Ini adalah kolik pada bayi yang biasa dialami sebagian besar anak-anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kolik mulai terasa, Moms tidak dapat menghibur Si Kecil yang menangis. Kebanyakan dari mereka mengulangi episode yang memilukan dan menegangkan ini setiap malam pada waktu yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kali ini SuperMom akan membahas serba-serbi kolik pada bayi mulai dari penjelasan penyakit tersebut secara detail, penyebab, gejala dan kapan waktu yang tepat untuk menemui dokter.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Apa Itu Kolik pada Bayi?<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_15330\" aria-describedby=\"caption-attachment-15330\" style=\"width: 900px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-15330\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pexels-rodnae-productions-6849307.jpg\" alt=\"Mengenal Kolik pada Bayi\" width=\"900\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pexels-rodnae-productions-6849307.jpg 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pexels-rodnae-productions-6849307-600x400.jpg 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pexels-rodnae-productions-6849307-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-15330\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Pexels.com\/rodnae productions<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kolik pada bayi adalah tangisan yang tidak terkendali pada Si Kecil yang sehat. Bayi Moms dianggap kolik jika mereka berusia di bawah 5 bulan dan menangis lebih dari tiga jam berturut-turut, selama tiga hari atau lebih dari seminggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktanya, kolik pada bayi bukanlah penyakit dan tidak akan membahayakan. Namun, sering kali situasi ini menjadi hal yang sangat sulit untuk dilalui oleh bayi dan orang tuanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.babycenter.com\/baby\/crying-colic\/colic-in-babies-what-it-is-how-long-it-lasts-and-what-you-ca_77\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Babycenter.com<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, sekitar satu dari lima bayi mengalami kolik. Masalah ini biasanya terjadi saat mereka berusia antara 2 dan 3 minggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kolik bisa terjadi dengan terlepas dari jenis kelamin bayi, urutan kelahirannya, dan apakah Moms menyusui atau memberi susu botol. Moms juga tidak perlu khawatir karena anak-anak yang menderita kolik tumbuh tidak berbeda dengan mereka yang tidak mengalaminya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Penyebab Kolik pada Bayi<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_15329\" aria-describedby=\"caption-attachment-15329\" style=\"width: 900px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-15329\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pexels-laura-garcia-3963711.jpg\" alt=\"Penyebab Kolik Pada Bayi\" width=\"900\" height=\"577\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pexels-laura-garcia-3963711.jpg 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pexels-laura-garcia-3963711-600x385.jpg 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pexels-laura-garcia-3963711-768x492.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-15329\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Pexels.com\/Laura Garcia<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kolik pada bayi adalah salah satu misteri besar. Kondisi ini sama-sama umum terjadi pada setiap anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada yang tahu mengapa beberapa bayi lebih rentan terhadapnya daripada yang lain, tetapi banyak teori. Dan mungkin ada lebih dari satu penyebab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemungkinan hal yang menyebabkan kolik yaitu:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Ibu Merokok<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms pasti tahu bahwa bayi yang lahir dari ibu yang merokok selama kehamilan atau pascapersalinan memiliki risiko kolik yang lebih tinggi (walaupun risiko ini berkurang jika bayi disusui).<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Stimulasi Berlebihan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa ahli percaya bahwa tangisan kolik yang berkepanjangan adalah masalah fisik untuk bayi yang sensitif. Pada saat malam tiba, bayi-bayi ini tidak dapat lagi menangani pemandangan, suara, atau sensasi, sehingga mereka menjadi putus asa dan menangis.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Masalah Perut<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pakar lain berpikir bahwa masalah gastrointestinal seperti perut kembung, kurang atau terlalu banyak makan, serta sistem pencernaan yang belum matang dapat berperan dalam gejala kolik pada bayi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms dapat membantu membuat bayi lebih nyaman dengan memastikan mereka tidak menelan terlalu banyak udara saat menyusu atau menyusu dengan botol. Itu berarti menjaga mereka tetap tegak saat menyusui; bersendawa secukupnya; dan memastikan mereka menggunakan botol yang tepat dapat menjadi solusi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Intoleransi Susu atau Alergi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">2 &#8211; 3% bayi mengalami sakit perut akibat intoleransi atau alergi terhadap protein susu sapi. Jika menurut Moms Si Kecil sensitif terhadap bahan dalam formulanya, bicarakan dengan dokter anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka mungkin menyarankan untuk beralih ke formula yang dihidrolisis secara ekstensif.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Sensitivitas Terhadap Makanan Ibu<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Moms menyusui, hindari sementara produk susu, telur, kacang tanah, kacang pohon, gandum, kedelai, dan ikan dalam makanan Moms. Ini dapat membantu mengurangi gejala kolik pada bayi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu studi menemukan bahwa ketika ibu menyusui menghindari makanan ini selama 10 hari, 74% bayi dibawah usia 6 minggu lebih jarang menangis dan rewel.<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Gastroesophageal Reflux (GERD)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini, juga dikenal sebagai refluks asam dan dapat menyebabkan gejala kolik. Jika bayi Moms sering muntah dan tampak tidak nyaman atau tidak tumbuh seperti yang diharapkan, kunjungi dokter dan beritahu mereka tentang kekhawatiran Moms.<\/span><\/p>\n<h3><b>7. Bakteri Usus<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teori lain mengatakan bahwa kolik pada bayi dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri sehat di usus. Penelitian telah menunjukkan bahwa bayi dengan kolik memiliki mikroflora usus yang berbeda dari mereka yang tidak menderita kolik.<\/span><\/p>\n<h3><b>8. Tingkat Serotonin yang Lebih Tinggi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para peneliti telah menemukan bahwa beberapa bayi kolik menghasilkan lebih banyak serotonin. Ini adalah zat kimia yang membantu otak berkomunikasi dengan tubuh dan juga menyebabkan otot usus berkontraksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diperlukan lebih banyak penelitian tentang hubungan antara serotonin dan kolik.<\/span><\/p>\n<h3><b>9. Migran Dini<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kolik pada bayi adalah pertanda migrain di masa kanak-kanak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para peneliti tidak yakin apakah kolik merupakan gejala awal migrain masa kanak-kanak atau jika bayi dengan kolik berbagi sifat genetik dengan mereka yang mengalami migrain masa kanak-kanak.<\/span><\/p>\n<h3><b>10. Stres Keluarga<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para peneliti telah menemukan hubungan antara ibu yang menderita gangguan kecemasan dan bayi yang menangis berlebihan. Mungkin juga ada hubungan antara kolik dan ketegangan emosional atau depresi saat hamil.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Mengatasi Kolik pada Bayi<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_15328\" aria-describedby=\"caption-attachment-15328\" style=\"width: 900px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-15328\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pexels-antoni-shkraba-6134675.jpg\" alt=\"Cara Mengatasi Kolik Pada Bayi\" width=\"900\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pexels-antoni-shkraba-6134675.jpg 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pexels-antoni-shkraba-6134675-600x400.jpg 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pexels-antoni-shkraba-6134675-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-15328\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: pexels.com\/Antoni Shkraba<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena tidak ada penyebab kolik yang jelas, maka tidak ada pengobatan. Dokter anak Moms akan merekomendasikan beberapa hal yang dapat menenangkan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cobalah satu per satu saran dari dokter. Jika satu tidak bekerja setelah beberapa hari, coba yang lain. Kolik akan sembuh dengan sendirinya.<\/span><\/p>\n<p>Ada beberapa hal cara lain dalam <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-mengatasi-kolik-pada-bayi\/\">mengatasi kolik pada bayi<\/a> yang juga bisa Moms coba.\u00a0 Namun apapun itu, <span style=\"font-weight: 400;\">Moms mungkin hanya perlu menunggu kerewelannya membaik saat bayi Moms berusia sekitar 4 bulan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah itulah beberapa hal terkait tentang kolik pada bayi. Bayi dengan kolik bisa menjadi tantangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang tua merasa kewalahan, marah, atau kesal terhadap anak yang rewel. Perasaan ini tidak membuat Moms menjadi orang tua yang buruk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingatlah bahwa penyebab kolik tidak diketahui dengan jelas dan itu akan menjadi lebih baik.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sangat wajar ketika bayi Moms yang biasanya tidur, menyusu dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":15327,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[1782],"class_list":["post-15326","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-kolik-pada-bayi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15326","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15326"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15326\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15408,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15326\/revisions\/15408"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15326"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15326"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15326"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}