{"id":14371,"date":"2022-11-30T09:02:40","date_gmt":"2022-11-30T02:02:40","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=14371"},"modified":"2023-01-03T09:17:25","modified_gmt":"2023-01-03T02:17:25","slug":"berhubungan-setelah-melahirkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/berhubungan-setelah-melahirkan\/","title":{"rendered":"Berhubungan Setelah Melahirkan, Kapan Waktu yang Tepat?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kapan waktu yang tepat untuk berhubungan setelah melahirkan? Setelah melahirkan, Moms mungkin ingin berhubungan lagi dengan pasangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun pasti ada keraguan kapan waktu yang tepat dan apa saja yang perlu diperhatikan ketika berhubungan setelah melahirkan. Setelah melahirkan, tubuh Moms akan berubah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, hormon dan kondisi psikis setelah melahirkan mungkin akan berbeda setelah melahirkan. Oleh karena itu, Moms harus mempertimbangkan banyak hal sebelum berhubungan setelah melahirkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam artikel ini, Supermom akan memberikan informasi seputar berhubungan setelah melahirkan, seperti waktu yang tepat dan tips yang bisa Moms lakukan untuk berhubungan setelah melahirkan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Waktu Berhubungan Setelah Melahirkan<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14373\" aria-describedby=\"caption-attachment-14373\" style=\"width: 611px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-14373\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/berhubungan-setelah-melahirkan-2.jpg\" alt=\"berhubungan setelah melahirkan\" width=\"611\" height=\"407\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/berhubungan-setelah-melahirkan-2.jpg 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/berhubungan-setelah-melahirkan-2-600x400.jpg 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/berhubungan-setelah-melahirkan-2-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 611px) 100vw, 611px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14373\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Unsplash.com\/@wevibe<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan artikel dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.verywellfamily.com\/how-long-after-pregnancy-can-you-have-sex-5084114\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Very Well Family<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), tidak ada masa tunggu yang ditetapkan untuk berhubungan setelah melahirkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dokter biasanya menyarankan untuk menunda berhubungan dengan pasangan selama empat hingga enam minggu setelah melahirkan. Namun sebenarnya saran ini tidak berdasarkan bukti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">ACOG memaparkan bahwa kemungkinan pendarahan atau infeksi saat berhubungan cukup kecil setelah sekitar dua minggu pasca-persalinan. Namun ada beberapa kondisi tertentu yang membuat Moms harus menunda berhubungan dengan pasangan<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Melahirkan Secara Caesar<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut artikel dari <\/span><a href=\"https:\/\/health.clevelandclinic.org\/sex-after-birth\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cleveland Clinic<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, jika Moms melahirkan melalui operasi Caesar (C-Section), dokter mungkin akan menyarankan Moms untuk tidak berhubungan setelah melahirkan selama enam minggu. Hal ini karena luka sayatan Moms membutuhkan waktu untuk sembuh agar terhindar dari komplikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulut rahim atau uterus Moms juga kemungkinan masih rentan terhadap infeksi jika leher rahim Moms masih terbuka.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Melahirkan Per-Vaginam<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika bagian atas vulva (bagian luar vagina) Moms mengalami sobekan atau memar berat, Moms mungkin akan disarankan untuk tidak berhubungan setelah melahirkan selama enam minggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Moms memiliki jahitan setelah melahirkan, jahitan tersebut perlu waktu untuk larut dan jaringan membutuhkan waktu untuk sembuh. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Moms perlu menunggu jahitan tersebut benar-benar larut sebelum mulai berhubungan kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Moms menjalani persalinan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">per vaginam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (normal) tanpa sakit dan tidak ada komplikasi lain, Moms dapat berhubungan dengan pasangan dua minggu setelah melahirkan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tips Berhubungan Setelah Melahirkan<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14374\" aria-describedby=\"caption-attachment-14374\" style=\"width: 597px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-14374\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/berhubungan-setelah-melahirkan-3.jpg\" alt=\"berhubungan setelah melahirkan\" width=\"597\" height=\"398\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/berhubungan-setelah-melahirkan-3.jpg 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/berhubungan-setelah-melahirkan-3-600x400.jpg 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/berhubungan-setelah-melahirkan-3-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 597px) 100vw, 597px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14374\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Unsplash.com\/@wevibe<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/www.verywellfamily.com\/how-long-after-pregnancy-can-you-have-sex-5084114\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Very Well Family<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, berikut ini adalah tips berhubungan setelah melahirkan yang bisa Moms terapkan bersama pasangan.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Tidak Berhubungan dengan Terburu-Buru<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms dianjurkan supaya tidak terburu-buru untuk berhubungan dalam kondisi setelah melahirkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kombinasi trauma persalinan dan fluktuasi hormon yang dialami perempuan saat menyusui dapat menyebabkan nyeri vagina hingga bahkan kekeringan.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Persiapkan Tubuh Sebelum Berhubungan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaiknya, Moms mempersiapkan fisik terlebih dahulu sebelum berhubungan. Moms bisa memulai dengan pijatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">perineum <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang lembut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms juga bisa menggunakan pelumas yang bebas bahan kimia. Cobalah untuk memilih pelumas yang memiliki pH seimbang dan bebas paraben.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Berkomunikasi dengan Pasangan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms dapat berbicara dengan jujur kepada pasangan mengenai kebutuhan dan kondisi Moms saat ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan takut membicarakan hal-hal terkait kondisi psikis dan fisik Moms yang mungkin berpengaruh saat berhubungan setelah melahirkan. Apalagi Moms sedang disibukkan dengan Si Kecil yang butuh <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/supermom-family-fest-tips-rahasia-mengasihi-ekslusif-untuk-si-kecil-bagi-ibu-yang-aktif\/\">ASI eksklusif<\/a> dan perhatian khusus.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Beri Ruang untuk Diri Moms dan Pasangan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms perlu membuat ruang dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">timeline <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk membantu meredakan ketegangan emosi dan fisik saat akan berhubungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beri ruang untuk pasangan agar dapat berbagi keluh kesah yang Moms dan pasangan rasakan saat akan berhubungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Tidak Perlu Terburu-Buru<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms juga perlu memberikan ruang dan waktu untuk diri Moms karena tubuh dan psikis Moms pasti mengalami perubahan setelah melahirkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, Moms tidak perlu terburu-buru, mulailah berhubungan secara pelan-pelan agar fisik dan psikis Moms tetap merasa nyaman.<\/span><\/p>\n<h2><b>Berhubungan Setelah Melahirkan tetapi Belum Haid, Apakah Bisa Hamil?<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14375\" aria-describedby=\"caption-attachment-14375\" style=\"width: 644px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-14375\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/berhubungan-setelah-melahirkan-4.jpg\" alt=\"berhubungan setelah melahirkan\" width=\"644\" height=\"429\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/berhubungan-setelah-melahirkan-4.jpg 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/berhubungan-setelah-melahirkan-4-600x400.jpg 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/berhubungan-setelah-melahirkan-4-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 644px) 100vw, 644px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14375\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Unsplash.com\/@beccatapert<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berhubungan pasca-melahirkan apakah bisa membuat segera hamil jika belum haid? Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/www.babycentre.co.uk\/x1049048\/is-it-true-that-after-having-a-baby-you-cant-get-pregnant-until-your-period-starts-again\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baby Centre<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, meskipun kemungkinannya kecil, Moms bisa hamil dalam waktu tiga minggu setelah melahirkan, bahkan jika Moms sedang menyusui dan Moms belum mengalami menstruasi kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Moms tidak ingin hamil setelah melahirkan, dan para ahli merekomendasikan untuk menunggu beberapa saat, sebaiknya Moms terlebih dahulu mencari tahu jenis kontrasepsi apa yang terbaik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms juga bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai kontrasepsi pada pemeriksaan pasca-kelahiran.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Kapan Menstruasi Kembali Setelah Hamil?<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Moms menyusui Si Kecil dengan susu formula atau mengombinasikan ASI dan susu formula, siklus menstruasi Moms akan kembali sekitar 6 sampai 10 minggu setelah Si Kecil lahir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Moms menyusui dengan ASI, bisa jadi berbulan-bulan sebelum siklus menstruasi Moms kembali. Namun tidak ada cara untuk mengetahui dengan tepat kapan siklus menstruasi tersebut akan kembali.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Jeda Terbaik di antara Kehamilan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kapan waktu jeda terbaik di antara kehamilan? Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/healthy-lifestyle\/getting-pregnant\/in-depth\/family-planning\/art-20044072\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayo Clinic<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan masalah kesehatan lainnya, riset menyarankan untuk menunggu 18 sampai 24 bulan. Namun kurang dari lima tahun setelah kelahiran hidup sebelum mencoba kehamilan berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menyeimbangkan kekhawatiran mengenai infertilitas, jika Moms berusia lebih dari 35 tahun, mungkin Moms dapat mempertimbangkan menunggu 12 bulan sebelum hamil kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Risiko dan rekomendasi tidak berlaku jika Moms dan pasangan pernah mengalami keguguran. Jika Moms merasa sehat dan siap, tidak perlu menunggu untuk hamil setelah keguguran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memilih kapan untuk memiliki bayi lagi adalah keputusan personal. Jika Moms dan pasangan sedang merencanakan kehamilan berikutnya, Moms mungkin dapat mempertimbangkan berbagai faktor selain risiko kesehatan dan manfaat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms dan pasangan dapat menggunakan metode kontrasepsi yang andal, sampai Moms memutuskan untuk program kehamilan lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum berhubungan lagi setelah melahirkan dan memulai program kehamilan kembali, Moms harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan Moms.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak faktor yang Moms harus perhatikan, seperti kondisi fisik dan psikis Moms setelah melahirkan. Moms harus tetap memprioritaskan kesehatan dan penyembuhan pasca-melahirkan sebelum berhubungan kembali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah penjelasan mengenai kapan waktu yang tepat untuk berhubungan setelah melahirkan. Semoga informasi ini bermanfaat.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kapan waktu yang tepat untuk berhubungan setelah melahirkan? Setelah melahirkan,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":14372,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[1715,1666,799,1717,1716],"class_list":["post-14371","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pregnancy","tag-berhubungan-setelah-melahirkan","tag-haid","tag-kehamilan","tag-pasca-melahirkan","tag-seks"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14371"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14371\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14485,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14371\/revisions\/14485"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14372"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}