{"id":14303,"date":"2022-12-19T09:55:38","date_gmt":"2022-12-19T02:55:38","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=14303"},"modified":"2023-01-04T14:30:27","modified_gmt":"2023-01-04T07:30:27","slug":"asi-tidak-keluar-setelah-melahirkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/asi-tidak-keluar-setelah-melahirkan\/","title":{"rendered":"ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan? Tak Perlu Panik, Moms!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjelang hari persalinan, bagi seorang ibu sudah pasti membayangkan pertama kali menggendong Si Kecil dalam pelukan dan mulai menyediakan kebutuhan dasar Si Kecil yakni ASI. Namun ada berbagai kondisi yang menyebabkan ASI tidak keluar setelah melahirkan. Wah rasanya pasti cemas sekali ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sebenarnya Moms tidak perlu berkecil hari dan menyerah karena ada banyak hal yang tetap bisa Moms lakukan untuk mengatasi ASI tidak keluar setelah melahirkan. Lalu, apa saja ya penyebab ASI yang tidak mau keluar? Bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini Moms.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Proses Pembentukan ASI\u00a0<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14306\" aria-describedby=\"caption-attachment-14306\" style=\"width: 648px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-14306\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/ASI-Tidak-Keluar-Setelah-Melahirkan-dan-Proses-Pembentukan-ASI-.png\" alt=\"ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan dan Proses Pembentukan ASI\" width=\"648\" height=\"432\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/ASI-Tidak-Keluar-Setelah-Melahirkan-dan-Proses-Pembentukan-ASI-.png 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/ASI-Tidak-Keluar-Setelah-Melahirkan-dan-Proses-Pembentukan-ASI--600x400.png 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/ASI-Tidak-Keluar-Setelah-Melahirkan-dan-Proses-Pembentukan-ASI--768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 648px) 100vw, 648px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14306\" class=\"wp-caption-text\">Foto: canva.com<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">ASI tidak keluar setelah melahirkan Moms? Tak perlu khawatir Moms. Setelah melahirkan tubuh akan menghasilkan hormon prolaktin yang berfungsi menghasilkan ASI. Dalam beberapa hari pasca melahirkan, tubuh akan menghasilkan kolostrum yakni ASI pertama bertekstur encer dan berwarna kekuningan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kolostrum sebenarnya sudah diproduksi tubuh sejak akhir masa kehamilan moms. Hal ini dikenali dengan keluarnya cairan dari payudara secara tak sengaja. Kolostrum sendiri mengandung zat <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-suplemen-daya-tahan-tubuh\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">daya tahan tubuh<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau antibodi yang baik dalam melindungi tubuh bayi dari virus dan bakteri penyebab penyakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena tidak keluar dengan deras dan alirannya lambat, kolostrum juga bisa membantu Si Kecil belajar menyusu. Nah, setelah kolostrum keluar 3-4 hari payudara akan terasa lebih kencang. Ini normal dan pertanda kalau kolostrum sudah berubah jadi ASI dan pasokan ASI pun biasanya sudah mulai meningkat.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Penyebab ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian besar Moms memang bisa mengalami ASI tidak keluar setelah melahirkan. Mengutip dari Johns Hopkins Medicine, terkadang seorang ibu punya kondisi kesehatan tertentu sehingga produksi ASI tertunda untuk sementara waktu. Ini bisa terlihat antara 3-5 hari setelah kelahiran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para Moms yang mengalami hal ini, mungkin tidak mulai memproduksi ASI dalam jumlah yang besar sampai 7-14 hari setelah melahirkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai gangguan termasuk produksi hormon prolaktin yang merangsang pembentukan ASI. Selain itu, ada beberapa faktor yang menyebabkan ASI tidak keluar setelah melahirkan, seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi medis tertentu seperti gangguan tiroid, anemia, diabetes, dan retensi plasenta.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Stres atau kelelahan pasca melahirkan misalnya karena persalinan lama, operasi caesar darurat, atau depresi postpartum.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perdarahan pasca melahirkan yang menyebabkan sindrom Sheehan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara menyusui yang salah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sindrom ovarium polikistik yang menyebabkan gangguan produksi ASI, tingginya kadar hormon pria, kista ovarium, dan menstruasi yang tidak teratur.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Efek samping obat-obatan termasuk obat herba tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">ASI tidak keluar atau butuh waktu lebih lama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila Moms tak kunjung mengeluarkan ASI selama beberapa minggu hingga menyebabkan kondisi kesehatan Si kecil bermasalah, maka sebaiknya konsultasikan ke dokter atau konsultan laktasi Moms.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Cara-Cara Memperlancar ASI<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14305\" aria-describedby=\"caption-attachment-14305\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-14305\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/ASI-Tidak-Keluar-Setelah-Melahirkan-Cara-Cara-Memperlancar-ASI.png\" alt=\"ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan Cara-Cara Memperlancar ASI\" width=\"602\" height=\"401\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/ASI-Tidak-Keluar-Setelah-Melahirkan-Cara-Cara-Memperlancar-ASI.png 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/ASI-Tidak-Keluar-Setelah-Melahirkan-Cara-Cara-Memperlancar-ASI-600x400.png 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/ASI-Tidak-Keluar-Setelah-Melahirkan-Cara-Cara-Memperlancar-ASI-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14305\" class=\"wp-caption-text\">Foto: canva.com<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dengan memeriksakan diri ke dokter, Moms juga bisa melakukan beberapa upaya untuk mengatasi ASI tidak keluar setelah melahirkan. Berikut adalah beberapa cara meningkatkan dan memperlancar ASI:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sering susui Si Kecil untuk merangsang tubuh memproduksi ASI lebih banyak. Melansir dari <\/span><a href=\"https:\/\/lllusa.org\/low-milk-supply\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">La Leche League USA<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, usahakan untuk selalu rutin menyusui Si kecil setiap 2-3 jam sekali atau setidaknya memompa ASI. Entah Moms mau menggunakan <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-pompa-asi-elektrik\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">pompa ASI elektrik<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-breast-pump-manual-terbaik\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">pompa ASI manual<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skin to skin contact<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Segera berikan ASI pasca bayi dilahirkan (inisiasi menyusu dini).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Perah dengan teknik power pumping yakni teknik meniru frekuensi menyusu bayi yang sedang dalam percepatan pertumbuhan atau growth spurt.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan Si Kecil tidak hanya menyusui lewat satu payudara saja.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengompres dengan air hangat karena bisa memicu aliran ASI menjadi lancar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan mulut Si Kecil melekat dengan benar ke payudara.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari memberikan empeng pada Si Kecil setidaknya 3-4 minggu pasca dilahirkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari minum obat tanpa anjuran dari dokter.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Istirahat yang cukup dan kurangi stres.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumsi makanan yang bergizi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Minum air yang cukup agar tidak dehidrasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pijat payudara secara lembut dengan gerakan maju dari dada ke arah puting untuk memperbanyak ASI.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Usahakan untuk menyusui Si Kecil secara langsung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menciptakan lingkungan yang nyaman ketika menyusui.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms itulah tadi pembahasan seputar ASI tidak keluar setelah melahirkan. APabila berbagai cara tadi sudah dilakukan namun belum kunjung juga membuahkan hasil yang optimal, maka cobalah untuk konsultasikan dengan dokter Moms.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjelang hari persalinan, bagi seorang ibu sudah pasti membayangkan pertama&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":14304,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[568,1707,1298,1708,1705],"class_list":["post-14303","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pregnancy","tag-asi-lancar","tag-asi-tidak-keluar-setelah-melahirkan","tag-jadwal-pumping-agar-asi-lancar","tag-pumping-asi","tag-setelah-melahirkan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14303","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14303"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14303\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14586,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14303\/revisions\/14586"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14304"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14303"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14303"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14303"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}