{"id":14151,"date":"2022-12-01T09:31:50","date_gmt":"2022-12-01T02:31:50","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=14151"},"modified":"2022-12-20T12:32:12","modified_gmt":"2022-12-20T05:32:12","slug":"penyakit-setelah-operasi-caesar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/penyakit-setelah-operasi-caesar\/","title":{"rendered":"3 Penyakit yang Timbul setelah Operasi Caesar, Waspada!"},"content":{"rendered":"<p>Secara umum, operasi caesar adalah operasi yang sangat aman. Sebagian besar komplikasi serius yang terkait dengan operasi caesar bukan karena operasi itu sendiri. Namun memang, tetap ada potensi penyakit yang timbul setelah operasi caesar.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya ini merupakan komplikasi yang datang dari alasan persalinan sesar. Sebagai contoh, seorang wanita yang plasentanya terpisah terlalu dini (solusi plasenta) mungkin memerlukan persalinan sesar darurat yang dapat menyebabkan kehilangan darah yang signifikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal ini, penyakit yang timbul setelah operasi caesar adalah masalah yang timbul terutama dari solusio plasenta, bukan operasi yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.healthline.com\/health\/pregnancy\/complications-cesarean-section\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Healthline.com<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, penyakit yang timbul setelah operasi caesar juga mungkin timbul karena masalah anastesi umum. Faktanya, komplikasi anestesi umum jauh lebih besar daripada yang terlihat dengan anestesi spinal atau epidural.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kali ini Supermom akan mencoba membahas penyakit yang timbul setelah operasi caesar dan juga penyebab atau faktor yang meningkatkan risiko.<\/span><\/p>\n<h2><b>Penyebab Penyakit yang Timbul Setelah Operasi Caesar<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14153\" aria-describedby=\"caption-attachment-14153\" style=\"width: 578px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-14153\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/baby-g9c82de8b0_1920.jpg\" alt=\"Penyebab Penyakit yang Timbul Setelah Operasi Caesar\" width=\"578\" height=\"385\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/baby-g9c82de8b0_1920.jpg 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/baby-g9c82de8b0_1920-600x400.jpg 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/baby-g9c82de8b0_1920-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 578px) 100vw, 578px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14153\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Pixabay.com\/babymin<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mikroba berbahaya yang bersentuhan dengan luka caesar menyebabkan beberapa penyakit yang timbul setelah operasi caesar seperti halnya infeksi. Bakteri Staphylococcus aureus adalah yang paling umum atau mikroba menyebabkan infeksi luka caesar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis bakteri umum lainnya yang dapat menyebabkan infeksi termasuk Enterococcus dan Escherichia coli. Obat antibiotik adalah pengobatan biasa untuk infeksi bakteri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi dapat bersifat insisi atau dapat berupa infeksi organ atau ruang. Infeksi insisi mempengaruhi lokasi luka itu sendiri, baik di kulit atau jaringan yang lebih dalam di sekitar luka. Selulitis adalah contoh infeksi insisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semenetara itu, infeksi organ dan ruang terjadi ketika mikroba mencapai area dan organ sekitarnya seperti kandung kemih atau saluran kemih.<\/span><\/p>\n<h3><b>Faktor Risiko<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak komplikasi persalinan sesar yang tidak dapat diprediksi dan sebenarnya ini sangat jarang terjadi. Namun ada beberapa hal yang membuat komplikasi lebih mungkin terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor risiko ini meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kegemukan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ukuran bayi besar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komplikasi darurat yang memerlukan persalinan sesar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persalinan atau pembedahan yang terlalu lamaa<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki bayi lebih dari satu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alergi terhadap anestesi, obat-obatan, atau lateks<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketidakaktifan ibu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah sel darah ibu yang rendah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan epidural<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persalinan prematur<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Diabetes.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Penyakit yang Timbul setelah Operasi Caesar<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14154\" aria-describedby=\"caption-attachment-14154\" style=\"width: 578px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-14154\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/newborn-baby-sleeping-embrace-mother.jpg\" alt=\"Penyebab Penyakit yang Timbul Setelah Operasi Caesar\" width=\"578\" height=\"385\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/newborn-baby-sleeping-embrace-mother.jpg 900w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/newborn-baby-sleeping-embrace-mother-600x399.jpg 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/newborn-baby-sleeping-embrace-mother-768x511.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 578px) 100vw, 578px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14154\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Freepik\/Jcomp<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah ketuban pecah, rahim sangat rentan terhadap infeksi bakteri yang biasanya menghuni vagina. Ini umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat dengan mudah menyebar ke rahim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika bakteri berada di dalam rahim, sayatan caesar dapat menyebabkan endometriosis atau infeksi rahim yang merupakan salah satu penyakit yang timbul setelah operasi caesar. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang timbul setelah operasi caesar, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Endometritis<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Endometritis bisa menjadi akibat langsung dari operasi caesar. Penyakit yang timbul setelah operasi caesar ini kemungkinannya 5 &#8211; 20 kali lipat meningkat untuk wanita yang pernah menjalani bedah caesar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untungnya, hampir semua kasus endometritis dapat diobati dengan antibiotik dan jenis infeksi ini tampaknya tidak menghalangi wanita untuk menjalani kehamilan yang aman di masa mendatang. Dalam kasus yang sangat jarang, infeksi mungkin serius dan memerlukan histerektomi. Selain itu, sangat mungkin menyebabkan kematian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting untuk diketahui bahwa komplikasi ini sangat jarang sehingga selama karir mereka, sebagian besar dokter kandungan tidak akan melihat satu pun kasus histerektomi atau kematian akibat infeksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi serius jarang terjadi pada wanita yang merencanakan caesar sebelum persalinan dan sebelum ketuban pecah. Masalah atau penyakit yang timbul setelah operasi caesar seperti ini lebih sering terjadi setelah persalinan yang lama atau ketika selaput ketuban telah lama pecah sebelum operasi dimulai.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Infeksi Luka<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa wanita mengalami infeksi di lokasi sayatan di lapisan kulit luar, bukan di dalam rahim. Ini sering disebut infeksi luka pasca operasi caesar dan bisa menjadi salah satu penyakit yang timbul setelah operasi caesar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi luka sering dikaitkan dengan demam dan sakit perut. Infeksi pada kulit atau lapisan jaringan yang terpotong biasanya dapat diobati dengan antibiotik. Infeksi ini juga dapat menyebabkan abses yang berisi nanah. Jika ada abses, dokter mungkin harus membuka kembali lukanya untuk mengeringkan dan membersihkan area yang terinfeksi. Pemulihan ini bisa saja lambat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkadang, infeksi bisa menyebar ke organ lain atau jenis bakteri yang menginfeksi luka bisa sangat agresif. Infeksi ini jarang terjadi tetapi bisa berbahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/perawatan-40-hari-setelah-melahirkan\/\">perawatan yang tepat<\/a>, seperti antibiotik dan rawat inap, bahkan infeksi yang paling serius pun bisa disembuhkan.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Demam Puerperal atau Postpartum dan Sepsis<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persalinan caesar adalah satu-satunya penyebab atau risiko terpenting dari infeksi pasca persalinan. Penyakit yang timbul setelah operasi caesar ini sering dimulai di rahim atau vagina.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika menyebar ke seluruh tubuh, itu disebut sepsis. Pada sebagian besar kemungkinan, infeksi terdeteksi lebih awal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya penyakit yang satu ini dapat disembuhkan dengan antibiotik. Jika infeksi tidak diobati dan terjadi sepsis, lebih sulit untuk diobati. Dalam kasus yang jarang terjadi, sepsis bisa mematikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demam pada 10 hari pertama setelah caesar merupakan tanda peringatan demam nifas. Infeksi seperti infeksi saluran kemih atau mastitis (infeksi pada payudara) bisa menjadi tanda komplikasi ini. Mereka harus dirawat dengan cepat untuk menghindari penyebaran infeksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah itulah beberapa kemungkinan penyakit yang timbul setelah operasi caesar. Utungnya, komplikasi serius dari operasi caesar jarang terjadi. Untuk meminimalisasi terjadinya dampak ikutan, Moms juga perlu tahu <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-merawat-bekas-operasi-caesar\/\">cara merawat bekas operasi caesar<\/a> <\/span>agar tidak infeksi.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di negara maju, kematian ibu sangat jarang terjadi. Kematian ibu lebih mungkin terjadi pada wanita yang melahirkan caesar daripada wanita yang melahirkan pervaginam, tetapi hal ini mungkin terkait dengan komplikasi kehamilan yang membuat persalinan sesar menjadi penting.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Secara umum, operasi caesar adalah operasi yang sangat aman. Sebagian&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":14152,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[1695,1536],"class_list":["post-14151","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-operasi-caesar","tag-penyakit"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14151","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14151"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14151\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14357,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14151\/revisions\/14357"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14152"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14151"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14151"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14151"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}