{"id":14070,"date":"2022-11-28T08:25:15","date_gmt":"2022-11-28T01:25:15","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=14070"},"modified":"2022-12-15T13:49:25","modified_gmt":"2022-12-15T06:49:25","slug":"mengenal-postpartum-blues","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/mengenal-postpartum-blues\/","title":{"rendered":"Mengenal Ciri dan Cara Mengatasi Postpartum Blues"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelahiran bayi dapat memicu berbagai emosi yang kuat, mulai dari kegembiraan hingga ketakutan berujung kecemasan. Salah satunya adalah mengakibatkan sesuatu yang mungkin tidak Moms duga yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">baby blues<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> postpartum blues<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Postpartum blues <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">umumnya meliputi perubahan suasana hati, menangis, cemas, dan sulit tidur. Kondisi ini biasanya dimulai \u00a0 dalam 2 hingga 3 hari pertama setelah melahirkan dan dapat berlangsung hingga dua minggu bahkan lebih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bibit dari depresi pasca melahirkan ini bukanlah cacat karakter atau kelemahan. Terkadang itu hanyalah komplikasi dari <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/tanda-mau-melahirkan\/\">proses melahirkan<\/a> yang menyerang mental Moms.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun,\u00a0 banyak yang menganggap ini adalah hal yang tabu. Bahkan saat ini, kebanyakan Moms tidak membicarakannya dan menderita dalam diam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kurangnya kesadaran, banyak ibu bahkan tidak tahu apa yang mereka alami sebenarnya adalah gejala awal depresi pasca melahirkan. Hal ini bahkan bisa berujung pada<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> postpartum depression<\/span><\/i><b>.<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kali ini Supermom akan mencoba menjelaskan apa itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">postpartum blues<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ciri serta cara mengatasinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengenal Ciri <\/b><b><i>Postpartum Blues<\/i><\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14071\" aria-describedby=\"caption-attachment-14071\" style=\"width: 582px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-14071\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Mengenal-Ciri-Postpartum-Blues-Freepik.webp\" alt=\"Mengenal Ciri Postpartum Blues\" width=\"582\" height=\"388\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Mengenal-Ciri-Postpartum-Blues-Freepik.webp 826w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Mengenal-Ciri-Postpartum-Blues-Freepik-600x400.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Mengenal-Ciri-Postpartum-Blues-Freepik-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 582px) 100vw, 582px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14071\" class=\"wp-caption-text\">Foto: Freepik.com<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktanya sebagian besar ibu baru akan mengalami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">postpartum blues.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Dikutip dari<\/span><a href=\"https:\/\/www.hopkinsmedicine.org\/health\/wellness-and-prevention\/postpartum-mood-disorders-what-new-moms-need-to-know\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Hopkins Medicine<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, ini adalah perubahan hormonal yang dapat menyebabkan kecemasan, tangisan, dan kegelisahan yang hilang dalam dua minggu pertama setelah melahirkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah bentuk depresi ringan, sementara yang hilang begitu hormon turun. Hampir setiap ibu baru atau 85% dari mereka akan mengalami postpartum blues.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai ibu baru, Moms mungkin merasa bahagia satu menit dan kewalahan serta menangis di menit berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTidak ada ibu yang bahagia sepanjang waktu. Frustrasi bahkan saat menidurkan bayi adalah hal yang wajar,\u201d kata <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lauren Osborne, M.D, former assistant director of the Johns Hopkins Center for Women&#8217;s Reproductive Mental Health<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">postpartum blues <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">setelah melahirkan bervariasi dan bisa berkisar dari ringan hingga berat. Gejala <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">postpartum blues<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berlangsung hanya beberapa hari hingga satu atau dua minggu setelah bayi Moms lahir mungkin termasuk:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan suasana hati<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kecemasan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesedihan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sifat lekas marah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merasa kewalahan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menangis<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konsentrasi berkurang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah nafsu makan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sulit tidur.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Penyebab <i>Postpartum Blues<\/i><\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14072\" aria-describedby=\"caption-attachment-14072\" style=\"width: 585px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-14072\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Penyebab-Postpartum-Blues-freepik.cm_.webp\" alt=\"Penyebab Postpartum Blues\" width=\"585\" height=\"390\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Penyebab-Postpartum-Blues-freepik.cm_.webp 740w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Penyebab-Postpartum-Blues-freepik.cm_-600x400.webp 600w\" sizes=\"(max-width: 585px) 100vw, 585px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14072\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Freepik.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga saat ini, penyebab postpartum blues belum diketahui secara pastipenyebab baby blues belum diketahui secara pasti. Namun dikutip dari<\/span><a href=\"https:\/\/herminahospitals.com\/id\/articles\/mengenali-penyebab-baby-blues-dan-cara-mengatasinya\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Hermina Hospitals<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, terdapat tanda \u2013 tanda atau beberapa hal yang dapat memicu terjadinya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">postpartum blue<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">s yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Perubahan Hormon<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah melahirkan, terjadi perubahan kadar hormon yang cukup drastis dimana hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh akan menurun. Hal ini dapat menyebabkan perubahan kimia di otak dan memicu terjadinya perubahan suasana hati (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mood swing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Kesulitan Beradaptasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sulit beradaptasi dengan perubahan yang ada dan tanggung jawab baru sebagai ibu dapat menjadi penyebab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">postpartum blue<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">s. Banyak ibu baru yang merasa kewalahan untuk mengurus segalanya sendiri, termasuk mengurus kebutuhan Si Kecil.<\/span><\/p>\n<h3><strong>\u00a03. Kurang Tidur<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siklus tidur bayi baru lahir yang belum teratur menyebabkan ibu harus terjaga di malam hari dan menyita banyak waktu tidur mereka. Kurangnya waktu tidur terus menerus akan membuat ibu kelelahan dan tidak nyaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal inilah yang bisa memicu terjadinya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">postpartum blue<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">s. Terlebih bila ini terjadi pada kehamilan pertama Moms.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Selain itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">postpartum blue<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">s juga bisa terjadi sedari hamil dengan gejala:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki hubungan dengan pasangan yang buruk sehingga kurang dukungan sosial dan emosional pada sang ibu selama masa kehamilan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga sehingga hidupnya merasa tidak nyaman dan tertekan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Cara Mengatasi <\/b><b><i>Postpartum Blue<\/i><\/b><b>s<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14074\" aria-describedby=\"caption-attachment-14074\" style=\"width: 584px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-14074\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Cara-Mengatasi-Postpartum-Blues-freepik.com-jcomp.webp\" alt=\"Cara Mengatasi Postpartum Blues\" width=\"584\" height=\"389\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Cara-Mengatasi-Postpartum-Blues-freepik.com-jcomp.webp 740w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Cara-Mengatasi-Postpartum-Blues-freepik.com-jcomp-600x400.webp 600w\" sizes=\"(max-width: 584px) 100vw, 584px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14074\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: freepik.com \/ jcomp<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Postpartum blue<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">s umumnya akan hilang dengan sendirinya. Meski demikian, kondisi ini perlu dikelola dengan baik. Beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk mengatasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">postpartum blue<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">s adalah:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Jangan Bebani Diri<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan paksakan diri Moms untuk mengerjakan segalanya sendiri. Kerjakanlah apa yang sanggup dikerjakan. Bila Moms merasa kewalahan, baik dalam mengurus Si Kecil atau pekerjaan rumah, jangan sungkan untuk meminta bantuan orang-orang terdekat yang dipercaya.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Tidur yang Cukup<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan waktu tidur Moms tercukupi dengan baik. Manfaatkan waktu tidur Si Kecil untuk Moms sekalian ikut tidur dan beristirahat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Si Kecil terbangun di malam hari karena mengompol dan Mpms masih butuh tidur untuk memulihkan tenaga, jangan ragu untuk meminta bantuan pasangan untuk mengganti popok Si Kecil dan menjaganya sejenak.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Olahraga Rutin dan Makan Makanan Berkualitas<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk membantu mengatasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">postpartum blues<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Moms disarankan untuk berolahraga dengan rutin. Olahraga tidak hanya dapat mengalihkan perhatian dan kekhawatiran yang dirasakan, tetapi juga membantu meningkatkan mood dan kualitas tidur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila Moms tidak sempat berolahraga, makanan juga bisa membantu mengontrol mood. Hindari makanan yang tinggi akan karbohidrat sederhana seperti sirup, kue kering kemasan, dan roti putih. Makanan jenis ini diduga dapat memperparah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mood swing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seperti halnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sugar rush<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Berbagi Cerita<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms dianjurkan untuk bersosialisasi dengan ibu baru lainnya agar dapat bertukar cerita mengenai perasaan yang dialami dan saling mendukung. Namun, bila ini dirasa berat, Moms bisa memulai dengan menceritakannya kepada suami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimanapun juga, suamilah yang seharusnya berada paling dekat dengan Moms baik secara fisik dan juga mental.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dengan cara mengatasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">postpartum blues <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di atas, Moms juga bisa meluangkan waktu selama beberapa hari untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">me time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Hal tersebut mungkin bisa membantu mengatasi gejala <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">postpartum blues<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dirasakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah-tengah momen bahagia menyambut Si Kecil, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">postpartum blues<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pasti terasa aneh dan tidak wajar bagi.Namun, perlu diingat bahwa hal ini normal dan dialami oleh banyak ibu lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menghadapi ini, Moms membutuhkan banyak dukungan fisik maupun moral dari orang-orang di sekitar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika keluhan yang Moms rasakan tidak membaik dan masih menetap lebih dari dua minggu setelah melahirkan, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan psikolog agar keluhan tidak bertambah parah dan berujung pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">postpartum depression.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah itulah beberapa hal terkait tentang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">postpartum blues, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">semoga cukup membantu ya Moms.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelahiran bayi dapat memicu berbagai emosi yang kuat, mulai dari&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":14073,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[86,1684],"class_list":["post-14070","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-baby-blues","tag-postpartum-blues"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14070"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14070\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14238,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14070\/revisions\/14238"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14073"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}