{"id":12899,"date":"2022-10-18T11:26:03","date_gmt":"2022-10-18T04:26:03","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=12899"},"modified":"2022-10-21T14:52:02","modified_gmt":"2022-10-21T07:52:02","slug":"cara-mengatasi-ruam-popok-pada-bayi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-mengatasi-ruam-popok-pada-bayi\/","title":{"rendered":"7 Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi, Bisa Dicoba di Rumah!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mengatasi ruam popok pada bayi perlu dipahami oleh Moms agar dapat segera mengatasi masalah tersebut. Saat Moms melihat gejala dan ciri-ciri ruam popok pada bayi, maka Moms harus tau langkah yang tepat untuk menanganinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ruam popok dapat menyebabkan Si Kecil merasa tidak nyaman sehingga terus menerus menangis dan rewel.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ruam popok adalah ruam yang terbentuk di area popok. Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/11037-diaper-rash-diaper-dermatitis\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cleveland Clinic<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, dalam kasus ringan, kulit bayi biasanya terlihat kemerahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kasus yang lebih parah, dapat terbentuk luka terbuka yang terasa perih.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ruam popok dengan kasus ringan bisa diatasi dengan perawatan di rumah selama tiga sampai 4 hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam artikel ini, Supermom akan memberikan informasi seputar penyebab ruam popok dan cara mengatasi ruam popok pada bayi supaya Moms mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk merawat Si Kecil yang sedang mengalami masalah ini.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Penyebab Ruam Popok pada Bayi<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_10701\" aria-describedby=\"caption-attachment-10701\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10701\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ciri-ciri-ruam-popok-akan-sembuh-Ruam-Tidak-Tampak-Begitu-Kemerahan.png\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10701\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Supermom Photo Stock<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum menyimak cara mengatasi ruam popok pada bayi, Moms sebaiknya memahami terlebih dahulu penyebab ruam popok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ruam popok biasanya disebabkan karena adanya iritasi, infeksi, dan alergi yang timbul karena kondisi popok yang basah atau kotor atau karena adanya gesekan popok pada kulit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut artikel dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/diaper-rash\/symptoms-causes\/syc-20371636\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayo Clinic<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, ruam popok umumnya disebabkan oleh hal-hal berikut ini:<\/span><\/p>\n<h3><strong>1. Popok yang Terlalu Lama Basah atau Kotor<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit Si Kecil yang lembut dapat mengalami ruam popok apabila popok yang basah atau kotor dibiarkan terlalu lama. Si Kecil akan lebih rentan pada ruam popok jika sering buang air besar atau diare.<\/span><\/p>\n<h3><strong>2. Kulit yang Tergesek Permukaan Popok<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemakaian pokok yang terlalu ketat dapat menyebabkan permukaan bergesekan dengan kulit sehingga kulit menjadi tergosok dan dapat menyebabkan ruam.<\/span><\/p>\n<h3><strong>3. Penggunaan Produk Baru<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit Si Kecil mungkin akan bereaksi dengan produk-produk baru yang Moms gunakan, misalnya tissue bayi, deterjen atau pelembut pakaian yang Moms gunakan untuk membersihkan popok kain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahan-bahan dalam lotion, bedak dan baby oil juga dapat menjadi pemicu timbulnya ruam.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><strong>4. Infeksi Bakteri atau Jamur<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi yang pada awalnya kecil dapat menyebar ke sekitar kulit. Area yang dikenakan popok memiliki risiko tinggi terinfeksi karena hangat dan lembab sehingga menjadi tempat untuk bakteri dan jamur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ruam dapat ditemukan pada area lipatan kulit. Ciri yang bisa Moms lihat adalah adanya bintik-bintik merah yang menyebar di sekitar ruam.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><strong>5. Makanan Baru<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ruam popok juga bisa dipicu makanan yang baru dikenalkan pada Si Kecil, contohnya adalah makanan padat. Saat Si Kecil mulai memakan makanan padat, kotoran yang mereka keluarkan akan berubah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan diet Si Kecil juga dapat meningkatkan intensitas Si Kecil buang air besar sehingga dapat memicu timbulnya ruam popok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayi yang sedang dalam masa menyusui dapat terkena ruam popok sebagai respons terhadap sesuatu yang dimakan ibu.<\/span><\/p>\n<h3><strong>6. Kulit Sensitif<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Si Kecil memiliki kondisi kulit tertentu, seperti atopic dermatitis (eczema) atau seborrheic dermatitis, maka kemungkinan dapat mengalami ruam popok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit yang mengalami iritasi atopic dermatitis biasanya adalah di area yang tidak tertutupi popok.<\/span><\/p>\n<h3><strong>7. Penggunaan Antibiotik<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Antibiotik dapat menyebabkan ruang dengan membunuh bakteri yang mencegah pertumbuhan jamur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan antibiotik juga meningkatkan risiko diare. Jika Moms minum antibiotik saat sedang menyusui, maka Si Kecil juga berisiko mengalami ruam popok.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Cara Mengatasi Ruam Popok<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_3044\" aria-describedby=\"caption-attachment-3044\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-3044\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Header-Image-1-300x200.png\" alt=\"cara mengganti popok bayi\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Header-Image-1-300x200.png 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Header-Image-1-1024x682.png 1024w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Header-Image-1-768x512.png 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Header-Image-1-1536x1023.png 1536w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Header-Image-1.png 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3044\" class=\"wp-caption-text\">Foto: Supermom Photo Stock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui ciri-ciri dan gejala ruam popok yang terlihat pada Si Kecil, Moms dapat segera melakukan perawatan di rumah dengan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> cara mengatasi ruam popok pada bayi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h3><strong>1. Menjaga Popok Tetap Bersih dan Kering<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mengatasi ruam popok pada bayi yang pertama adalah adalah dengan mengganti popok dengan segera setelah terlihat basah atau kotor. Moms bisa juga menggunakan popok bayi sekali pakai yang mengandung gel penyerap.<\/span><\/p>\n<h3><strong>2. Bersihkan Pantat Bayi dengan Air Hangat<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mengatasi ruam popok pada bayi ini sangat mudah dilakukan. Bilas pantat Si Kecil dengan air hangat setiap mengganti popok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bilas pantat bayi dengan lembut. Moms dapat menggunakan wastafel, bak atau ember bayi yang biasanya digunakan saat mandi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan handuk basah, kapas, dan tisu untuk membantu membersihkan kulit bayi. Gunakan tisu basah yang tidak mengandung alkohol atau pewangi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa juga menggunakan sabun lembut atau pembersih non-sabun yang lembut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><strong>3. Bersihkan Pantat Si Kecil dengan Lembut<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tepuk-tepuk kulit Si Kecil dengan lembut menggunakan handuk kering dan biarkan mengering. Jangan gunakan bedak tabur.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><strong>4. Gunakan Krim atau Salep<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membersihkan dan mengeringkan Si Kecil, Moms dapat menggunakan <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-krim-ruam-popok\/\">krim atau salep ruam popok<\/a>. Gunakan produk khusus untuk bayi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan gunakan produk yang mengandung baking soda, boric acid, camphor, phenol, benzocaine, diphenhydramine, atau salycilates. Bahan-bahan tersebut tidak aman untuk bayi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><strong>5. Meningkatkan Aliran Udara<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mengatasi ruam popok pada bayi juga bisa dilakukan dengan meningkatkan aliran udara. Moms bisa membiarkan Si Kecil tidur tanpa popok atau salep dalam waktu singkat, misalnya saat tidur siang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms juga bisa menghentikan sejenak penggunaan popok plastik atau popok ketat pada Si Kecil. Gunakan popok yang lebih besar dari biasanya sampai ruam\u00a0 hilang.<\/span><\/p>\n<h3><strong>6. Memandikan Si Kecil Setiap Hari<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memandikan Si Kecil setiap hari juga bisa menjadi salah satu cara mengatasi ruam popok pada bayi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai ruam hilang, Moms bisa memandikan Si Kecil tiap hari menggunakan air hangat dengan sabun lembut atau sabun tanpa pewangi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><strong>7. Hentikan Penggunaan Produk yang Dapat Memicu Ruam\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mengatasi ruam popok pada bayi terakhir adalah menghentikan penggunaan produk-produk yang dapat memicu timbulnya ruam popok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produk-produk seperti <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-tisu-basah-bayi\/\">tisu bayi<\/a>, <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-popok-celana-bayi\/\">popok sekali pakai<\/a>,<a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-deterjen-bayi\/\"> sabun cuci<\/a> dan lain sebagainya harus mengandung bahan-bahan yang aman untuk kulit bayi dan tidak memicu ruam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah cara mengatasi ruam popok pada bayi untuk Si Kecil. Langkah-langkah perawatan ruam popok tersebut dapat Moms lakukan di rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kondisi Si Kecil memburuk, maka Moms bisa segera berkonsultasi pada dokter. Semoga informasi mengenai cara mengatasi ini bermanfaat untuk Moms dan Si Kecil. Semoga Si Kecil sehat selalu ya Moms!\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara mengatasi ruam popok pada bayi perlu dipahami oleh Moms&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":12883,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[1599,779],"class_list":["post-12899","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-cara-mengatasi-ruam-popok-pada-bayi","tag-ruam-popok-pada-bayi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12899","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12899"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12899\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12974,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12899\/revisions\/12974"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12883"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12899"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}