{"id":12886,"date":"2022-10-17T11:26:03","date_gmt":"2022-10-17T04:26:03","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=12886"},"modified":"2022-10-21T15:18:15","modified_gmt":"2022-10-21T08:18:15","slug":"ciri-ciri-ruam-popok-pada-bayi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/ciri-ciri-ruam-popok-pada-bayi\/","title":{"rendered":"Mengenal Ciri-Ciri Ruam Popok pada Bayi dan Cara Mencegahnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri ruam popok harus Moms kenali agar dapat segera melakukan perawatan atau berkonsultasi dengan dokter. Ruam popok adalah masalah yang sering dialami Si Kecil karena iritasi atau infeksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ruam popok dapat membuat kulit Si Kecil merasa tidak nyaman dan perih. Mereka juga akan menjadi rewel atau sering menangis karena ruam kulit yang satu ini<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam artikel berikut ini, SuperMoms telah merangkum ciri-ciri ruam pokok pada bayi, pengertian serta cara mencegahnya.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Pengertian Ruam Popok dan Penyebabnya<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_10700\" aria-describedby=\"caption-attachment-10700\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10700\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ciri-ciri-ruam-popok-akan-sembuh.png\" alt=\"Ciri-ciri ruam popok akan sembuh\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10700\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Supermom Photo Stock<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/11037-diaper-rash-diaper-dermatitis\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cleveland Clinic<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, ruam popok adalah ruam yang terbentuk di area popok bayi. Dalam kasus ringan, kulit bayi dapat terlihat kemerahan, alam kasus yang lebih parah terdapat luka terbuka yang menyakitkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus ringan dapat sembuh dalam tiga sampai empat hari dengan pengobatan.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/kidshealth.org\/en\/parents\/diaper-rash.html\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kids Health<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, ruam popok pada bayi disebabkan oleh iritasi, infeksi dan alergi. Ketiga <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/jenis-ruam-popok-pada-bayi\/\">jenis ruam popok<\/a> ini punya penyebab yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iritasi biasanya muncul apabila popok dibiarkan terlalu lama. Bisa juga terjadi apabila kotoran atau popok bergesekan ke kulit Si Kecil berulang kali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan infeksi biasanya terjadi karena air kencing mengubah pH level kulit sehingga membuat bakteri dan jamur tumbuh dengan mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms harus tahu bahwa zat yang mencegah kebocoran popok membuat berkurangnya sirkulasi udara dan area popok menjadi lembab. Ini artinya bakteri dan jamur dapat berkembang biak dan menimbulkan ruam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alergi juga dapat menyebabkan ruam popok pada kulit Si Kecil. Si Kecil dengan kulit yang sensitif akan rentan dengan timbulnya ruam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa jenis <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/rekomendasi-deterjen-bayi\/\">deterjen<\/a>, <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/sabun-untuk-biang-keringat-pada-bayi\/\">sabun<\/a>, popok dapat menyebabkan kondisi ruam popok lebih parah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara menghindari ruam popok bayi adalah dengan memilih produk yang aman untuk kulit bayi. Oleh karena itu, Moms harus berhati-hati saat memilih produk sanitasi dan popok untuk Si Kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Ciri-Ciri Ruam Popok pada Bayi<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_10817\" aria-describedby=\"caption-attachment-10817\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-10817\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/cute-nice-little-baby-woman-crying-lying-with-her-mom-bed-home_176420-14334-600x400.webp\" alt=\"6 Penyebab Bentol Berair pada Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/cute-nice-little-baby-woman-crying-lying-with-her-mom-bed-home_176420-14334-600x400.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/cute-nice-little-baby-woman-crying-lying-with-her-mom-bed-home_176420-14334-768x512.webp 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/cute-nice-little-baby-woman-crying-lying-with-her-mom-bed-home_176420-14334.webp 900w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10817\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: freepik.com\/cookie_studio<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri ruam popok yang terlihat pada kulit bayi umumnya adalah merah, bersisik, serta terasa perih.\u00a0 Menurut<\/span><a href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/diaper-rash\/symptoms-causes\/syc-20371636\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Mayo Clinic<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, ciri-ciri ruam popok yang harus Moms kenali adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit yang meradang di area popok.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gatal di sekitar area popok.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Luka di area popok.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Si Kecil merasa tidak nyaman, rewel, dan menangis terutama saat mengganti popok.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Moms menemukan <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/ciri-ciri-ruam-popok-akan-sembuh\/\">ciri-ciri ruam popok<\/a> tersebut pada kulit Si Kecil atau Si Kecil tiba-tiba rewel dan merasa tidak nyaman saat popok diganti, maka Moms harus segera mengambil tindakan perawatan untuk Si Kecil agar ruam popok berkurang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Kapan Harus Berkonsultasi?\u00a0<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_6716\" aria-describedby=\"caption-attachment-6716\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6716\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Masker-untuk-bayi_Freepik_senivpetro-300x200.jpg\" alt=\"Larangan penggunaan masker untuk bayi\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Masker-untuk-bayi_Freepik_senivpetro-300x200.jpg 300w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Masker-untuk-bayi_Freepik_senivpetro-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Masker-untuk-bayi_Freepik_senivpetro-768x512.jpg 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Masker-untuk-bayi_Freepik_senivpetro.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6716\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Freepik \/ senivpetro<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui ciri-ciri ruam popok bayi, Moms dapat melakukan perawatan di rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun apabila ruam popok tidak juga membaik, maka Moms harus segera berkonsultasi dengan dokter atau kondisi ruam popok memburuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kondisi yang harus segera dikonsultasikan pada dokter antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ruam popok bayi tidak juga hilang atau semakin parah setelah 2 atau 3 hari perawatan di rumah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat lecet atau nanah pada ruam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Si Kecil minum antibiotik dan mengalami ruam merah dengan bintik-bintik di tepinya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Si Kecil mengalami demam disertai ruam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ruamnya terasa sangat menyakitkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Moms mencurigai adanya infeksi jamur pada Si Kecil.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum menemui dokter, Moms bisa mempersiapkan hal-hal berikut ini agar lebih mudah berkomunikasi dengan dokter mengenai kondisi Si Kecil:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Catat ciri-ciri ruam popok dan gejala dialami Si Kecil serta berapa lama mereka mengalami ruam popok.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Catat informasi penting mengenai kondisi kesehatan Si Kecil serta asupan makanannya. Misalnya, apakah Si Kecil sedang menjalani perawatan karena suatu penyakit? Apakah baru-baru ini Si Kecil sedang mengkonsumsi obat tertentu? Apakah pola makan Si Kecil berubah?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikan informasi mengenai produk sanitasi yang digunakan Si Kecil. Misalnya merek deterjen, sabun, tissue bayi, dan popok apa yang digunakan. Jika Moms merasa salah satu produk tersebut memicu ruam popok pada Si Kecil, maka Moms bisa membawanya sehingga dokter dapat membaca label dan daftar komposisinya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persiapkan pertanyaan penting untuk diajukan kepada dokter yang mungkin dapat membantu Moms mengatasi dan merawat Si Kecil. Misalnya, salep atau krim apa yang direkomendasikan untuk Si Kecil? Kapan harus mengoleskan salep pada Si Kecil? produk apa saja yang harus dihindari?\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Cara Mencegah Ruam Popok<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_8098\" aria-describedby=\"caption-attachment-8098\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-8098\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Tanda-Tanda-Bayi-Diare-dan-warna-feses-bayi.png\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-8098\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Supermom Photo Stock<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Moms gunakan untuk mencegah timbulnya ruam popok pada Si Kecil:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ganti popok dengan segera saat mulai kotor. Jangan biarkan popok terlalu lama basah atau kotor.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bersihkan area popok dengan baik dan jangan sampai kulit Si Kecil kotor.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keringkan <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/cara-merawat-kulit-bayi-usia-0-6-bulan\/\">kulit bayi<\/a> sepenuhnya sebelum memakaikan popok baru.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tepuk-tepuk kulit bayi pelan-pelan\u00a0 menggunakan kain yang lembut saat mengeringkannya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenakan popok pada Si Kecil agak longgar karena popok yang dipakaikan dengan ketat dapat menyebabkan gesekan pada kulit Si Kecil sehingga timbul iritasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ganti popok Si Kecil sesegera mungkin, idealnya setiap 2 jam sekali atau setelah Si Kecil buang air besar.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain langkah-langkah yang telah disebutkan di atas, Moms juga bisa menggunakan deterjen ringan untuk mencuci pakaian Si Kecil. Moms perlu memperhatikan perubahan pada kulit dan pencernaannya saat mengenalkan Si Kecil pada makanan baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah penjelasan mengenai ciri-ciri ruam popok bayi. Jika Moms menemukan ciri-ciri ruam popok bayi, segera berkonsultasi kepada dokter untuk menemukan cara solusi atas permasalahan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms bisa juga menerapkan langkah-langkah pencegahan agar Si Kecil dapat terhindar dari masalah ruam popok bayi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Moms juga harus memilih produk-produk yang aman untuk kulit Si Kecil. Semoga informasi mengenai ciri-ciri ruam pokok ini dapat bermanfaat untuk Moms dan Si Kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ciri-ciri ruam popok harus Moms kenali agar dapat segera melakukan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":12885,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[1598,1597,1596],"class_list":["post-12886","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-cara-mencegah-ruam-popok-pada-bayi","tag-ciri-ciri-ruam-popok","tag-ciri-ciri-ruam-popok-pada-bayi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12886","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12886"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12886\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12976,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12886\/revisions\/12976"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12886"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12886"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12886"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}