{"id":12449,"date":"2022-10-07T09:35:27","date_gmt":"2022-10-07T02:35:27","guid":{"rendered":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/?p=12449"},"modified":"2022-10-18T13:10:00","modified_gmt":"2022-10-18T06:10:00","slug":"gambar-bintik-merah-alergi-susu-sapi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/gambar-bintik-merah-alergi-susu-sapi\/","title":{"rendered":"Si Kecil Alergi Susu Sapi? Cari Tahu Penyebab, Gejala, dan Gambarnya!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika bayi Moms mengkonsumsi susu bayi atau formula, ada banyak potensi efek samping yang mungkin terjadi. Salah satunya adalah munculnya ruam seperti gambar bintik merah alergi susu sapi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktanya, beberapa Moms mungkin tidak bisa memberikan ASI secara eksklusif. Itu artinya, susu formula menjadi solusi utama dan hal yang terpenting adalah memperhatikan potensi alergi yang terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alergi susu juga dikenal sebagai alergi protein susu sapi. Ini terjadi ketika sistem kekebalan bayi Moms salah mengira protein dalam susu bayi dan produk yang mengandung protein susu merupakan ancaman bagi tubuh dan meresponsnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Protein mungkin dalam ada dalam susu formula atau justru dalam ASI dari makanan yang telah dikonsumsi Moms.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.medicalnewstoday.com\/articles\/baby-milk-allergy\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">Medical News Today<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, alergi susu adalah alergi makanan yang paling umum pada bayi dan anak kecil. Sekitar 0,5\u20133% bayi di negara maju memiliki alergi susu pada usia 1 tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kali ini, Supermom akan menjelaskan bagaimana gejala termasuk gambar bintik merah alergi susu sapi, penyebab dan juga cara mengatasi bintik merah dan gejala lainnya yang pasti menganggu Si Kecil.<\/span><\/p>\n<h2><b>Gambar Bintik Merah Alergi Susu Sapi<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-12450 aligncenter\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Cara-tes-alergi-susu-sapi_freepik-600x399.jpg\" alt=\"Gambar Bintik Merah Alergi Susu Sapi\" width=\"498\" height=\"331\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Cara-tes-alergi-susu-sapi_freepik-600x399.jpg 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Cara-tes-alergi-susu-sapi_freepik-768x511.jpg 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Cara-tes-alergi-susu-sapi_freepik.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 498px) 100vw, 498px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala alergi susu dapat bervariasi dari orang ke orang dan tergantung pada faktor-faktor seperti usia, tingkat keparahan, dan kapan alergen dikonsumsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada umumnya, bayi dan anak-anak berisiko lebih tinggi terkena alergi jika penyakit ini diturunkan dalam keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Moms melihat Si Kecil menunjukan ruam seperti gambar bintik merah alergi susu, ini adalah tanda mereka tidak cocok dengan susu bayi yang dikonsumsi. Ini bukanlah hal yang aneh mengingat kulit bayi Moms masih sangat sensitif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain reaksi kulit seperti gambar bintik merah alergi susu sapi, terdapat beberapa ciri lain alergi susu bayi yang lain, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembengkakan pada bibir, wajah, dan sekitar mata<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ruam gatal atau benjolan pada tubuh (urtikaria)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Batuk<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika mengalami alergi susu, bayi Moms mungkin juga memiliki masalah pencernaan seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mual<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sakit perut<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/penyebab-bayi-muntah-setelah-minum-susu-formula\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Muntah<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sembelit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Darah atau lendir dalam tinja.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Reaksi Lain Alergi Susu Sapi<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-12451 aligncenter\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Gambar-bintik-merah-alergi-susu-sapi-pada-bayi_Unspash_Tim-Bish-600x397.webp\" alt=\"\" width=\"491\" height=\"325\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Gambar-bintik-merah-alergi-susu-sapi-pada-bayi_Unspash_Tim-Bish-600x397.webp 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Gambar-bintik-merah-alergi-susu-sapi-pada-bayi_Unspash_Tim-Bish-768x509.webp 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Gambar-bintik-merah-alergi-susu-sapi-pada-bayi_Unspash_Tim-Bish.webp 900w\" sizes=\"(max-width: 491px) 100vw, 491px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Susu sapi terdiri dari tiga bahan utama yaitu protein, gula, dan lemak. Pada alergi susu, protein yang disebut kasein dan whey yang biasanya menyebabkan masalah. Namun, gula (laktosa) dalam susu juga dapat menyebabkan gejala pada beberapa orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini disebut sebagai Intoleransi Laktosa. Penting untuk memahami perbedaan antara keduanya dan menyadari bahwa penanganan intoleransi laktosa sangat berbeda dengan penanganan alergi susu bayi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dua jenis intoleransi laktosa, yaitu:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Intoleransi Laktosa Primer<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah bentuk yang lebih umum dan terjadi di mana ada penurunan kadar enzim laktase dalam sistem pencernaan. Enzim ini diperlukan untuk memecah gula laktosa yang ditemukan dalam susu, yang kemudian dapat diserap dan digunakan oleh tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika anak-anak tumbuh dan minum lebih sedikit susu, jumlah enzim ini secara bertahap dan alami berkurang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk beberapa anak, terutama mereka yang berasal dari latar belakang etnis Asia atau Afrika, ini mungkin berarti bahwa seiring waktu tidak semua laktosa dalam makanan dipecah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala perut secara bertahap mulai berkembang ketika laktosa dalam susu dikonsumsi. Misalnya kembung, sakit perut, angin dan kotoran yang sangat encer (diare).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua gejalanya menyerupai alergi susu sapi. Namun, ini biasanya tidak terjadi sampai kemudian di masa kanak-kanak dan sangat tidak mungkin terjadi pada <em>newborn<\/em>, yang merupakan kelompok yang paling mungkin menunjukkan gejala alergi susu bayi.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Intoleransi Laktosa Sekunder<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intoleransi laktosa sekunder terjadi pada beberapa bayi dan anak yang lebih tua dan tidak sehat dengan infeksi gastroenteritis. Kondisi alergi yang satu ini juga bisa terjadi dengan anak pada kondisi terkait sistem pencernaan lainnya seperti penyakit celiac.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan sementara pada sistem pencernaan dan menurunkan kadar enzim laktase, yang mengakibatkan gejala intoleransi laktosa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini biasanya bersifat sementara dan dapat diharapkan untuk sembuh setelah penyebab utama ditemukan dan diatasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Penyebab Alergi Susu Sapi<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-12447 aligncenter\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Cara-Tes-alergi-Susu-sapi-pada-bayi_Freepik_onlyyouqj-600x421.jpg\" alt=\"Penyebab bayi alergi susu sapi\" width=\"499\" height=\"350\" srcset=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Cara-Tes-alergi-Susu-sapi-pada-bayi_Freepik_onlyyouqj-600x421.jpg 600w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Cara-Tes-alergi-Susu-sapi-pada-bayi_Freepik_onlyyouqj-768x539.jpg 768w, https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Cara-Tes-alergi-Susu-sapi-pada-bayi_Freepik_onlyyouqj.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 499px) 100vw, 499px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alergi susu ini adalah respons sistem kekebalan yang terjadi ketika tubuh anak mengenali protein susu sapi sebagai penyerbu asing dan menghasilkan antibodi untuk melawannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Antibodi kemudian menyerang protein, yang dapat menyebabkan gejala seperti muntah, diare, gatal-gatal, eksim, atau gejala seperti demam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dua jenis utama alergi susu, yang pertama diperantarai IgE dan kedua, tidak diperantarai IgE. Alergi susu yang diperantarai IgE adalah jenis yang paling umum, dengan gejala biasanya muncul dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah mengkonsumsi susu atau produk susu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alergi susu yang dimediasi non-IgE kurang umum dan mungkin tidak menyebabkan reaksi alergi sampai beberapa jam setelah mengkonsumsi produk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Moms melihat Si Kecil menunjukan gejala serupa gambar bintik merah alergi susu, maka itu berarti susu bayi yang dikonsumsi Si Kecil mengandung susu sapi. Jadi, melihat komposisi susu bayi yang akan Moms pilih merupakan hal utama untuk mengantisipasi potensi alergi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-10253 aligncenter\" src=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Bahaya-Bulu-Kucing-Bagi-Bayi-Menimbulkan-Reaksi-Alergi.png\" alt=\"Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi\" width=\"503\" height=\"335\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang harus dilakukan jika Si Kecil menunjukan reaksi seperti gambar bintik merah alergi susu sapi? Pada umumnya tidak semua reaksi alergi memerlukan pengobatan. Sebagian besar gejala reaksi alergi akan hilang dalam beberapa jam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moms wajib membuat janji dengan dokter setelah reaksi awal alergi susu bayi muncul. Dokter dapat memberitahu tentang apa yang harus dilakukan jika itu terjadi lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimanapun juga, terkadang, reaksi alergi bayi bisa lebih parah pada paparan kedua alergen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dokter anak atau spesialis alergi biasanya mendiagnosis alergi susu. Mereka akan bertanya tentang riwayat kesehatan Si Kecil dan melakukan tes tusuk kulit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka juga akan mengajukan berbagai pertanyaan tentang gejala yang dialami setelah Si Kecil minum susu bayi. Salah satunya adalah ruam atau bintik merah di tubuh Si Kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu-satunya cara untuk mengobati <a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/alergi-susu-sapi\/\">alergi susu sapi<\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah dengan menghindari produk makanan yang mengandung susu termasuk mengganti susu yang digunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, dokter akan memberikan saran untuk mengganti susu anak Moms. Untungnya, saat ini banyak terdapat produk susu bayi yang khusus untuk mengatasi alergi susu. Dokter mungkin menyarankan Moms untuk beralih ke formula yang dihidrolisis secara ekstensif atau formula berbasis asam amino di mana protein dipecah menjadi partikel sehingga formula tersebut cenderung tidak memicu reaksi alergi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Moms melihat susu bayi atau formula dengan label &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">partially hydrolyzed<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;, Moms harus tahu ini bukanlah susu yang benar-benar hipoalergenik. Bahkan susu sapi ini dapat menyebabkan reaksi alergi lainnya yang juga signifikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah itulah beberapa hal terkait tentang alergi susu sapi dan gejalanya yang menyerupai gambar bintik merah pada tubuh Si Kecil. Penyebab utamanya adalah penggunaan susu yang mengandung susu sapi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, jalan terbaik menghindari reaksi alergi susu adalah berbicara dengan dokter anak dan bekerja sama untuk memilih<a href=\"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/merk-susu-formula-yang-baik-untuk-pencernaan-bayi\/\"> susu formula yang aman untuk Si Kecil<\/a>.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika bayi Moms mengkonsumsi susu bayi atau formula, ada banyak&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":12454,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[1576,742,1575,1577],"class_list":["post-12449","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-alegi-susu-sapi","tag-alergi-susu-sapi","tag-gambar-alergi-bintik-merah","tag-gambar-alergi-susu-sapi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12449","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12449"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12449\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12828,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12449\/revisions\/12828"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12454"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12449"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12449"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/welovesupermom.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12449"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}