Apa yang harus dilakukan jika anak terus menangis saat mau berangkat sekolah?

3319 moms shared how they navigated this decisionRight on time for 👦 3-6-tahun

3 approaches by moms

Tinggal Cepat45% moms chose this path
Tinggal Cepat — pamit singkat lalu langsung serahkan anak kepada guru tanpa menunda.
Cocok untuk Moms yang harus segera bekerja dan percaya penuh pada penanganan guru. Biasanya anak hanya menangis lima menit pertama lalu asyik bermain bersama teman-temannya.
FJ
Farida J.. · Ibu bekerja · Anak usia 4 tahun
Awalnya saya tidak tega melihatnya histeris, tapi guru menyuruh saya langsung pergi. Ternyata benar, sepuluh menit kemudian guru mengirim foto dia sudah tertawa.
Transisi Bertahap30% moms chose this path
Transisi Bertahap — menemani anak di sekolah dan perlahan mundur hingga ia berani mandiri.
Cocok untuk Moms yang punya waktu luang dan menghadapi anak dengan kecemasan perpisahan tinggi. Proses ini butuh kesabaran ekstra selama satu hingga dua minggu pertama.
HS
Hani S.. · Ibu rumah tangga · Anak usia 3 tahun
Minggu pertama saya tunggu di depan kelas, lalu perlahan pindah ke kantin sekolah. Hari kesepuluh dia akhirnya mau masuk sendiri tanpa drama menangis lagi.
Benda Kesayangan15% moms chose this path
Benda Kesayangan — membekali anak dengan mainan atau barang favorit sebagai sumber rasa aman.
Cocok untuk Moms yang anaknya butuh objek transisi untuk merasa dekat dengan rumah. Biasanya anak merasa lebih tenang memeluk barang tersebut saat mulai merasa cemas.
IK
Indah K.. · Ibu baru · Anak usia 5 tahun
Saya bawakan selimut kecil kesayangannya di dalam tas sekolah setiap hari. Dia jadi lebih berani masuk gerbang karena merasa ada teman dari rumah bersamanya.

Expert guidance

Kecemasan berpisah yang berlebihan di sekolah dapat memicu kepanikan hingga keluhan fisik seperti sakit perut. Kemendikdasmen menyarankan perpisahan singkat atau transisi bertahap, sementara IDAI mendukung penggunaan benda kesayangan untuk memberi rasa aman selama masa adaptasi. Yang paling penting adalah Moms konsisten meyakinkan anak bahwa Moms pasti akan menjemputnya kembali.

Official sources
Kemendikdasmen
IDAI

Parenting decisions are personal, and every child is different. The information shared here includes real experiences from moms and guidance from expert and public sources, but should not replace professional medical or healthcare advice.

Not sure which is right for you?
My decision tracker
0 of 0 decisions made 3-6-tahun
0% complete0 remaining